22/10/2022
(Cemburu)
https://m.facebook.com/groups/2690239084407889/permalink/3421438341287956/
*
*
*
Setelah selesai sarapan Aqila menaiki kamarnya karna sore ini ia akan berangkat ke Jakarta bersama keluarga suaminya.
Sedih itulah yang Aqila rasakan saat ini, bagimana mungkin ia berpisah dengan kedua orang tuanya. Baik Papa mau pun Mama Aqila tau bahwa putri mereka itu tidak bisa dibiarkan untuk sendiri. Diwaktu umur Aqila delapan tahun kedua orang tua Aqila pergi keluar negeri untuk mengurus bisnis mereka saat itu Aqila ditinggalkan bersama pengasuhnya. Dan saat itu p**a Aqila langsung jatuh sakit. Semenjak saat itu Bram dan Susi tidak pernah meninggalkan Aqila sendiri.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.12 menit. Baik Aqila dan keluarga Azkha sudah siap dengan barang-barang mereka.
"Sebaiknya kita berangkat jika tidak ingin ketinggalan pesawat," ujar Toni.
"Besan kami kembali, terima kasih," ucap Rani memeluk Susi erat.
"Hati-hati."
"Lio saya percayakan putri saya kepada kamu. Jaga dia dengan baik," jelas Bram.
"Iya Pah, Lio akan jaga Aqila dengan baik," jawab Lio memerhatikan istrinya yang terlihat murung.
"Papa yakin kamu bisa menjaga Aqila."
"Papa." Aqila terisak dalam dekapan sang Papa. Bagaimana ia harus menjalani hidupnya tanpa kedua orang tua nya.
"Hei jangan menangis, malu di lihat suami kamu," goda Bram.
"Biarin," ucap Aqila acuh.
"Sudah jangan menangis lagi, kamu harus menjadi istri yang baik buat suami kamu," ucap Bram kembali mengecup puncak kepala Aqila.
"Jadi istri yang penurut, dan jadilah wanita yang dewasa sayang," ucap Susi mengeluh rambut panjang Aqila sayang.
"Kami berangkat Bram," ujar Toni berlalu masuk kedalam mobilnya.
Bram, Rani dan Iqbal berada didalam satu mobil yang sama. Sedangkan Lio dan Aqila berada dimobil bersama. Aqila selalu saja menundukkan pandangannya ia takut jika si kutub es disamping ya akan menyakiti dirinya.
"Mengapa selalu saja menunduk, apa lo takut sama gue? Gue udah janji sama Papa akan jag