07/05/2026
Sampurasun, Wargi !
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara terus menjadi komitmen kami bersama. Melalui Konferensi Pers Kinerja APBN Regional Jawa Barat bersama Kemenkeu Satu Jawa Barat, Rabu (07/05), kami sampaikan perkembangan terkini ekonomi Jawa Barat.
Hingga 31 Maret 2026, APBN Regional Jawa Barat mencatat surplus Rp2,45 triliun. Pendapatan Negara mencapai Rp31,67 triliun (16,80% target), sedangkan Belanja Negara terealisasi Rp29,22 triliun (27,45% pagu).
Dari sisi makroekonomi, perekonomian Jawa Barat triwulan I 2026 tumbuh 0,24% (q-to-q) dan 5,79% (yoy). Inflasi April 2026 tercatat 2,49% (yoy) dengan IHK 111,44. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Majalengka sebesar 3,01% (yoy), sementara terendah di Kota Depok sebesar 2,22% (yoy). Selain itu, berbagai program prioritas pemerintah juga terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat.
Di tengah ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan gejolak harga energi, ekonomi Jawa Barat tetap resilien, didukung konsumsi pemerintah pada periode Hari Raya Idulfitri. Ke depan, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang pruden serta penguatan koordinasi fiskal dan moneter.
Selengkapnya kunjungi: djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jabar/id