Mendengar kata pantai dan laut, pasti yang terlintas di pikiran anda adalah Bali, tetapi tanpa kita sadari masih banyak pantai dan laut di Indonesia yang belum tersentuh oleh tangan-tangan usil manusia, dan masih terjaga kelestariannya. pantai klaura (dulu pantai jablay), dengan keindahan pemandangan yang luar biasa, serta laut dan pantainya yang mengundang decak kagum, menyuguhkan wisata-wisata a
lam seru yang tidak kalah dari pulau dewata. Banyak orang yang ingin menghilangkan kepenatan kehidupan kota dengan mengunjungi pantai-pantai yang indah, pantai klaura tentu saja bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat pas. Wisata-wisata yang ditawarkan memiliki perbedaan yang khusus dari wisata pantai lainnya. Wisata laut
pantai klaura memang cocok sebagai tempat untuk melepas stres, apalagi bagi Anda petualang sejati, karena di tempat ini banyak sekali wisata laut yang sangat menarik untuk dicoba. selain itu juga pantai ini dilengkapi danau kecil tempat untuk fishing (memancing)....
Wreck Dive
Bagi Anda penggemar diving dan mempunyai jiwa avonturir, disarankan untuk mencoba wisata selam yang satu ini. Berbagai ketegangan akan Anda temukan dalam sekejap. Ketika Anda mulai menyelam Anda bahkan akan disambut oleh bangkai kapal yang telah lama karam di bawah permukaan laut. Suasananya terasa sangat sunyi dan misterius, pilar-pilar besi kapal terlihat berkarat seiring berjalannya waktu, lalu banyak juga terumbu karang (soft coral) berwarna-warni yang sangat indah berjuang untuk hidup dan tumbuh terus. Bangkai kapal ini terlihat terbelah dua, layaknya bangkai kapal dalam film Titanic yang kemegahannya terkenal di seluruh penjuru dunia. Saat melakukan diving dan melihat bangkai kapal di bawah permukaan laut, Anda akan merasa seperti Kate Hudson dan Matthew McConaughey dalam film Fool’s Gold saat mereka mencari harta karun. Yang lebih menarik lagi, selain ber-diving ria dan menaklukkan berbagai tantangan, Anda juga bisa mendapatkan pengetahuan sejarah tentang Indonesia. Konon sebuah kapal pengangkut batu bara milik armada Belanda karam di perairan tersebut sekitar 60 tahun silam. Cerita yang beredar menyebutkan kapal tersebut karam
dan akhir nya sekarang dibuat "INKOPAL"
(INDUK KOPERASI ANGKATAN LAUT)