07/09/2026
Kesadaran politik tidak harus menunggu seseorang berusia dewasa. Justru, pemahaman tentang demokrasi, pemilu, serta pentingnya menggunakan hak politik secara bijak perlu ditanamkan sejak dini. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Masyarakat Sadar Politik untuk Pemilih Pemula di Kota Bandar Lampung Tahun 2026 yang digelar di SMPN 10 Bandar Lampung, Senin (31/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, Hasanuddin Alam, hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menjadi generasi muda yang sadar politik dan memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi.
Di hadapan para peserta, Hasanuddin Alam mendorong pemilih pemula untuk tidak sekadar mengenal pemilu, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi demokrasi. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam membangun budaya politik yang sehat, kritis, dan berintegritas.
“Menjadi pemilih bukan hanya soal datang ke TPS dan mencoblos. Lebih dari itu, pemilih harus mampu memahami informasi, menentukan pilihan secara bijak, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya,” menjadi pesan penting Hasanuddin dalam edukasi kepemiluan tersebut.
Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, pemilih pemula dihadapkan pada beragam informasi politik yang tidak semuanya dapat dipercaya. Karena itu, literasi digital dan kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran politik generasi muda. Bawaslu mengajak para siswa untuk membiasakan diri cek fakta, mengenali sumber informasi, tidak mudah percaya pada judul yang provokatif, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Demokrasi yang berkualitas lahir dari pemilih yang cerdas. Anak muda harus berani bertanya, kritis terhadap informasi, tetapi tetap menghargai perbedaan pilihan,” tegas Hasan.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat peran penyelenggara pemilu sekaligus memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.