Acheh National

Acheh National Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Acheh National, Political organisation, Banda Aceh.

01/03/2026

Kita sering mencari satu momen besar untuk mengubah hidup kita. Tetapi transformasi sejati terjadi melalui tindakan kecil sehari-hari. Membaca 10 halaman sehari, berjalan-jalan, menuliskan pikiran Anda, makan dengan penuh kesadaran - hal-hal ini tampak kecil, tetapi seiring waktu, hal-hal ini membentuk masa depan Anda. Hasil besar hanyalah hasil dari usaha kecil yang dilakukan secara konsisten.

15/02/2026

Untuk setiap aksi emosional, ada reaksi emosional yang setara dan berlawanan.

10/02/2026

Manusia dilahirkan tidak tahu apa-apa, bukan bodoh. Mereka menjadi bodoh karena pendidikan.

— Bertrand Russell

Russell mengingatkan kita bahwa ketidaktahuan adalah hal yang alami, tetapi pendidikan tanpa berpikir dapat menumpulkan rasa ingin tahu alih-alih mempertajamnya. Ketika pembelajaran menjadi tentang menghafal daripada bertanya, orang berhenti berpikir sendiri. Pendidikan sejati seharusnya membangkitkan pikiran, mendorong keraguan, dan mengajarkan kita bagaimana bernalar—bukan apa yang harus diulang. Kebijaksanaan tumbuh di tempat rasa ingin tahu dilindungi.

09/02/2026

Bagaimana kebiasaan Anda membentuk kebiasaan Anda?

Kebiasaan bukanlah sekadar hasil akhir, melainkan cermin dari siapa diri Anda sebenarnya.

Apa yang Anda lakukan berulang kali
cara Anda berbicara, berpikir, bekerja, dan memperlakukan orang lain pelan-pelan membentuk karakter Anda. Dari kebiasaan kecil yang tampak sepele, lahir sikap, nilai, dan pilihan hidup. Tanpa kita sadari, kebiasaan itulah yang mengarahkan langkah kita setiap hari.

18/01/2026

Keluar dari Indonesia

Rakyat Aceh Sumatra Sampaikan Tuntutan Hentikan Pemotongan Hutan di Depan Kantor UHCHR JenewaJenewa, Swiss — Sejumlah ra...
18/01/2026

Rakyat Aceh Sumatra Sampaikan Tuntutan Hentikan Pemotongan Hutan di Depan Kantor UHCHR Jenewa

Jenewa, Swiss — Sejumlah rakyat Aceh Sumatra dan pegiat lingkungan menggelar aksi damai di depan kantor Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (UHCHR) di Palais Wilson, 52 Rue des Pâquis, CH-1201 Geneva, Switzerland, untuk menyuarakan keprihatinan atas maraknya pemotongan dan perusakan hutan di Aceh Sumatra oleh negara Indonesia.

Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan bahwa hutan Aceh Sumatra terus mengalami kerusakan akibat pembalakan liar, ekspansi perkebunan, dan proyek industri skala besar. Mereka menegaskan bahwa jika hutan dirusak dan dirobohkan, maka satwa liar akan kehilangan habitatnya dan perlahan mati, termasuk spesies langka seperti harimau Sumatra, gajah Sumatra, dan orangutan serta manusia sekalipun.

Para pengunjuk rasa menilai kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada satwa, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat adat dan keseimbangan ekosistem. Banjir, longsor, krisis air bersih, serta perubahan iklim lokal disebut sebagai dampak nyata yang telah dirasakan oleh rakyat di berbagai Aceh Sumatra.

Melalui aksi damai ini, mereka mendesak komunitas internasional dan PBB, khususnya UHCHR, untuk memberi perhatian serius terhadap isu lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia. Mereka juga menyerukan agar praktik perusakan hutan dihentikan dan pelaku perusakan lingkungan dimintai pertanggungjawaban.

Aksi berlangsung tertib dan damai sebagai bentuk seruan moral kepada dunia internasional bahwa penyelamatan hutan Sumatra adalah penyelamatan kehidupan manusia dan satwa.

Demikian laporan ini disampaikan oleh Reporter Ayah Meurantee dari Jenewa, Swiss.

Rakyat Aceh Sumatra Sampaikan Tuntutan Hentikan Pemotongan Hutan di Depan Kantor UHCHR Jenewa Jenewa, Swiss — Sejumlah rakyat Aceh Sumatra dan pegiat lingkungan menggelar aksi damai di depan kantor…

05/09/2024

Perang Seratus Tahun di Aceh: Kisah Tak Terduga dari Sejarah AcehKita membahas sejarah yang mungkin belum banyak diketahui, yaitu perang 100 tahun di Aceh. T...

kepentingan khusus bangsa Jawa sudah dibiarkan memperkosa kepentingan umum bangsa-bangsa Dunia Melayu di luar pulau Jawa...
18/01/2023

kepentingan khusus bangsa Jawa sudah dibiarkan memperkosa kepentingan umum bangsa-bangsa Dunia Melayu di luar pulau Jawa!

Satu bukti yang lain tentang tidak adanya "nasionalisme indonesia" yang sebenar-benarnya, sudah nyata dimasa masih ada partai-partai politik yang sesungguhnya, sebelum munculnya negara serdadu Jawa, sebagaimana sekarang ini. Pemilihan umum yang agak bebas, terakhir pernah dilakukan di "indonesia" pada tahun-tahun 1955 dan 1957. Hasil dari pada kedua pemilihan umum tersebur, walaupun ada dua tahun berselang, menunjukkan bahwa PNI (Partai "Nasionalis" Indonesia) memperoleh suara yang terbanyak sekali, tetapi hanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yakni di tanah air bangsa Jawa sendiri. Partai ini mendapat suara yang sedikit sekali di luar pulau-pulau Jawa, suara yang sedikit itupun, berasal dari bangsa Jawa yang sudah berpindah ke sana sebagai immigrant (tetapi disebut "transmigrants" untuk menunjukkan ada "hak" bangsa Jawa atas tanah bangsa-bangsa lain di luar Jawa). Kebalikan dari PNI, Masjumi (partai umat Islam), yang dipimpin oleh orang-orang luar Jawa, hanya mendapat suara sedikit di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tetapi sebaliknya mendapat suara yang banyak sekali di luar Jawa dan di seluruh "indonesia". Hal ini menunjukkan bahwa Masyumilah satu partai yang bersifat nasional, njakni diterima oleh seluruh negara, sedang PNI masih bersifat partai setempat, lokal dan hanya diterima di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini menunjukkan adanya pengaruh Islam dikalangan segala bangsa yang ada di Kepulauan Melayu, dan tidak adanya pengaruh "nasionalisme indonesia" di luar wilayah bangsa Jawa.

Nasionalisme Jawa dan Imperialisme Jawa

Tersembunyi dibelakang layar, "nasionalisme indonesia" yang mustahil tersebut, telah diambil kesempatan untuk menghidupkan nasionalisme Jawa yang sesungguhnya. Walaupun "nasionalisme indonesia" hanya nama dan propaganda saja, tetapi telah dipakai sebagai tabir atau topeng untuk menyembunyikan kegiatan bangsa Jawa, untuk merebut kekuasaan negara dan memajukan kepentingan setempat (lokal) mereka, sebagai kepentingan nasional, menempatkan kepentingan daerah mereka di atas kepentingan semua daerah lain di seluruh "indonesia". Dan karena mereka yang memegang monopoli hubungan luar-negeri di Kepulauan Melayu ini, - karena kemunduran bangsa-bangsa lain, - maka mereka sudah dapat mengadakan hubungan dengan negara-negara asing dan mengatur kepentingan negara-negara asing itu di pulau-pulau luar Jawa (dengan menjual murah sumber-sumber kekayaan alam kepada kaum kapitalis Barat), asal bangsa-bangsa Barat mengakui pertuanan Jawa atas pulau-pulau "seberang". Sesudah 20 tahun bergerak dibalik tabir "nasionalisme indonesia" tersebut, akhirnya pada tahun 1965, nasionalisme Jawa yang sudah memegang semua tampuk kekuasaan "indonesia", dengan tidak malu-malu dan tidak sembunyi-sembunyi lagi mereka menggunakan kekuasaannya mendirikan Negara Serdadu Jawa, yang sekarang hanya tinggal namanya saja "indonesia", tetapi segala kekuasaan sudah berada ditangan bangsa Jawa. Sebagai biasa dalam sejarah, tiap-tiap nasionalisme yang sudah merasa dirinya kuat dengan sendirinya maju setapak demi setapak menjadi imperialisme!

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐤𝐮 𝐓𝐣𝐡𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐓𝐢𝐫𝐨 𝐇𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝

———————————————-
Kanto Atjèh Meurdèhka
Sweden Stockholm
Biro Atjèh Meurdèhka
Web. : https://freeacheh.org
E-mail : [email protected]
Email : [email protected]

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuah, Pertanyaan kepada political asylum dari aktivis GAM di europa Apakah pihak GAM di Eropa masih memperjuangkan pemisahan kekuasaan dari negara RI? Dalam …

17/01/2023

Amanat Éndatu Keu Tiëp-tiëp Ureuëng Atjèh;
Tadjak Peugoë Bansa Geutanjoë Nibak Teungeut

Meunjo geutanjoë mantong meukeusud keu meurdèhka, njoëkeuh watéë bak ta peugisa keulai keumeurdèhkaan geutanjoë. Geutanjoë meurdèhka atawa hana meurdèhka nakeuh meugantung bak droëteuh. Hana bansa luwa njang djak bri meurdèhka keu geutanjoë. Masa ukeuë geuntanjoë na dalam djaroë droëteuh. Keuwadjèban geutanjoë njang phôn that njoë njankeuh tadjak peugoë bansa geutanjoë nibak teungeut: mangat geuteupeuë droëgeuh dan hak2 gohnjan ateuëh rhuëng dônja. Geutanjoë handjeuët han ta lawan ta peukon propaganda Indonesia di Atjeh njang trôk`an djinoë hana soë sanggah, njang ka peusisat bansa geutanjoë, njang ka peubangai ureuëng geutanjoë hingga hana geuteupeuë sapuë lé. ka keunong peunjakét gadoh ingat (indentity crisis)

Djinoë gata handjeuët-han ta trôn u djeuën u djuëb gampông, ta ék u djeuëb- djeuëb rumoh ta djak peutrôk wasiët ulôn dan amanat éndatu keu tiëp-tiëp ureuëng Atjèh. Ulôn tanjong: peuë gatanjoë ka keumah peubeuët?

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐤𝐮 𝐓𝐣𝐡𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐓𝐢𝐫𝐨 𝐇𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝

———————————————-
Kanto Atjèh Meurdèhka
Sweden Stockholm
Biro Atjèh Meurdèhka
Web. : https://freeacheh.org
E-mail : [email protected]
Email : [email protected]

𝐄̀𝐧𝐝𝐚𝐭𝐮 𝐆𝐚𝐭𝐚 𝐍𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐛𝐞𝐭, 𝐆𝐚𝐭𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐭𝐞𝐦 𝐃𝐣𝐞𝐮𝐞̈𝐭 𝐊𝐞𝐮𝐥𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐆𝐨𝐩 𝐔𝐫𝐨𝐞̈𝐧𝐣𝐨𝐞̈ 𝐃𝐢𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐫𝐨𝐞̈ 𝐃𝐫𝐨𝐞̈.!Tiëp ureuëng Atjèh njang...
16/01/2023

𝐄̀𝐧𝐝𝐚𝐭𝐮 𝐆𝐚𝐭𝐚 𝐍𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐛𝐞𝐭, 𝐆𝐚𝐭𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐭𝐞𝐦 𝐃𝐣𝐞𝐮𝐞̈𝐭 𝐊𝐞𝐮𝐥𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐆𝐨𝐩 𝐔𝐫𝐨𝐞̈𝐧𝐣𝐨𝐞̈ 𝐃𝐢𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐫𝐨𝐞̈ 𝐃𝐫𝐨𝐞̈.!

Tiëp ureuëng Atjèh njang ka djipeutjaja djih kon lè ureuëng Atjèh teutapi ureuëng ( indonesia) djih ka keunong peunjakét gadoh ingat (indentity crisis), njang dumna brat, hingga ka djeuët ta kheun djih ka peungo, dan soë njang ka pungo, hareuta dji pih djitjok lé gob. Bansa geutanjoë Atjèh ka keunong peunjakét gadoh ingat njang brat that djinoë, njang djipeukeunong lé kaphé pancasila njang keumeung gantoë kaphé Beulanda djak djadjah geutanjoë. Njoëkeuh sabab pakon geutanjoë disinoë: mangat djeuët ta atô pakriban ta peutheun pusaka - teuh, pakriban djeuët ta peuseulamat bansa-teuh, basa- teuh, budaja-teuh, pakriban djeuët ta peuseulamat bansa-teuh, basa-teuh, budaja-teuh, agama-teuh, adat-reusam-teuh, dan hak geutanjoë bak ta hudép sibagoë saboh bansa njang meurdèhka dan meudèëlat: lagéë éndatu geutanjoë ka geuhudép disinoë jôh gohlom geutanjoë!

Geunjoë bansa Atjèh sabé meurdèhka si umu dônja. Seudjarah geutanjoë got that meutuléh dan dônja thèë-na. Bansa djawa njan meulaén thatnibak geutanjoë. Djih hantom meurdèhka di masa modèren-kon lagèë geutanjoë. Djinoë djih djidjeuët teuka keunoë djidjak djadjah geutanjoë watèë lheuëh geutajoë tulông djih dalam masa karu2 ngon Beulanda bak thôn 1945-1949.

Gata ka lheuëh ta beuët dalam buku peu-ingat 100 THÔN MIDEU¨EN PRANG BANDAR ATJÈH. Pakriban rajek keukuatan teuntra geutanjoë bak saboh watèë. Geutanjoë-keuh saboh bansa di Asia Tuëngara njang phôn-phôn that keumah peutalô teuntra Eropa dalam seudjarah-djih njang djeuët peusabé ngon geutanjoë bansa Atjèh. Meunjo ka ta teupeuë keu-hai masa gata njang ka likôt, gata pih ka. Djeuët ta djamin masa ukeuë-teuh. Gata ka geubri teuladan lè éndatu njang djeuët ta seutot. Peuë na beuhô gata lagèë droë-droëneuhnjan?

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐤𝐮 𝐓𝐣𝐡𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐓𝐢𝐫𝐨 𝐇𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝

———————————————-
Kanto Atjèh Meurdèhka
Sweden Stockholm
Biro Atjèh Meurdèhka
Web. : https://freeacheh.org
E-mail : [email protected]
Email : [email protected]

𝐓𝐚 𝐃𝐣𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐮𝐠𝐚𝐡 𝐃𝐫𝐨𝐞̈𝐭𝐞𝐮𝐡 𝐔𝐫𝐞𝐮𝐞̈𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚` 𝐌𝐚𝐤𝐚 𝐇𝐚𝐧𝐚 𝐋𝐞́ 𝐇𝐚𝐤-𝐭𝐞𝐮𝐡 𝐀𝐭𝐞𝐮𝐞̈𝐡 𝐏𝐮𝐬𝐚𝐤𝐚 𝐀𝐭𝐣𝐞̀𝐡.Peuë na ta deungo lôn? Ulôn ma...
14/01/2023

𝐓𝐚 𝐃𝐣𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐮𝐠𝐚𝐡 𝐃𝐫𝐨𝐞̈𝐭𝐞𝐮𝐡 𝐔𝐫𝐞𝐮𝐞̈𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚` 𝐌𝐚𝐤𝐚 𝐇𝐚𝐧𝐚 𝐋𝐞́ 𝐇𝐚𝐤-𝐭𝐞𝐮𝐡 𝐀𝐭𝐞𝐮𝐞̈𝐡 𝐏𝐮𝐬𝐚𝐤𝐚 𝐀𝐭𝐣𝐞̀𝐡.

Peuë na ta deungo lôn? Ulôn marit ngon gata dalam basa Atjèh, basa njang geutanjoë teurimong nibak ma ngon du- teuh, saboh tanda (kode) rahsia njang teupeuë tjit meu gata ngon ulôn, geutanjoë mantong, dan hana soë teupeuë laën ban sigom dônja, saboh alat pusakat njang peunténg that njang atô hudép geutanjoë, njang peusaboh geutanjoë mangat djeuët tapeugot saboh budaja, saboh agama, saboh neugara. Basa njoëkeuh alat keumadjuan dan alat peutheun droë. Gata ka ta teurimong basa njoë sibagoë pusaka, lagéë ka ta teuriong darah teuh sibagoë pusaka, meunantjit neugara Atjèh njoë dumpeuë di dalam dan diateuëh tanoh. Meunjoë gata han ta tuëng lé ma ngon ku teuh, ka darôhaka keu ureuëng-tjhik teuh, maka handjeuët lé ta teurimong pusaka nibak droëneuhnjan.

Meunjo meunan, pusaka njang kaja njoë hana hak gata lé. Nanggroë njoë keu hak milék gata sabab saboh peukara dan saboh alasan: sabab gata ureuëng Atjéh! Meunjoë gata ungki dan gata tulak keubeunara njan, deungon ta peugah droë teuh kon lé Atjèh, dan tadjak ngui nan palsu njang laén, lagèë, ta djak peugah droëteuh ureuëng Índonesia` maka hana lé hak-teuh ateuëh pusaka Atjèh njoë. Tanoh teumpat na gata, nanggroë pusaka gata njoë na keuh tanoh njang paléng meu-jum dalam dônja njoë dan palèng kaja. Njoëkeuh sabab pakon lé that bansa luwa keumeung rampok nanggroë njoë nibak gata. Baroëdjéh beulanda njang djak tjuba rampok nanggroë njoë nibak geutajoë. Djinoë bansa jawa njang keumeung rampok geutanjoë. Sipai djawa djibantu lé pantjuri2 tanoh dari nanggroë2 kolonialis barat njang ka djimeudjandji lé djawa djibri beuheuëk keu awaknjan meunjo djibantu djih bak djak rampok geutanjoë.

Meutapi gata han keumah djirampok meunjo gohlom djipeuleumoh gata dilèë, jôh gohlom djipeu-bangai gata dilèë, supaja gata gadoh peutjaja keudroëteuh. Uléh kaphé Djawa Pancasiala teugoh djiôsaha peuhantjô seumangat dan pikéran gata leubéh dilèë, jôh gohlom ék keumaih djipehantjô keukuatan badan-teuh. Meunjo uléh peurampok djawa njoë keumah djipeujakin gata bahwa gatanjoë kon ureuëng Atjèh teutapi ureuëng ``indonesia``-njan sabantjit lagèë ta meungaku gata kon lè aneuk ma ngon du-teuh watèë lheuëh njan barô awaknjan djeuët djitjok pusaka gata deungon sah sabab gata ka peugo dan hareuta pusaka ureuëng njang ka peugo sabé rhôt keu ureuëng laén.

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐤𝐮 𝐓𝐣𝐡𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐓𝐢𝐫𝐨 𝐇𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝

———————————————-
Kanto Atjèh Meurdèhka
Sweden Stockholm
Biro Atjèh Meurdèhka
Web. : https://freeacheh.org
E-mail : [email protected]
Email : [email protected]

02/01/2023

Address

Banda Aceh
23127

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Acheh National posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Acheh National:

Share