29/09/2014
STOP KANKER SERVIKS
Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim adalah pintu masuk menuju rahim dari va**na. Semua wanita pada usia berapa pun bisa menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini biasanya memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun. Kondisi ini sangat jarang terjadi pada wanita berusia di bawah 25 tahun.
Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan va**na, biasanya muncul setelah berhubungan seks, pada masa antara menstruasi atau setelah menopause. Jika terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Konsultasikan kepada dokter secepatnya. Jika dicurigai adanya kanker serviks, rujukan ke dokter spesialis akan diberikan.
Human Papillomavirus sebagai Penyebab Utama Kanker Serviks
Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan juga dapat menjadi faktor penyebab munculnya kanker serviks. Ada banyak jenis HPV dan sebagian besar adalah virus tidak berbahaya. Meski begitu, ada beberapa jenis HPV yang bisa mengganggu sel-sel leher rahim untuk berfungsi secara normal. Dan pada akhirnya bisa memicu munculnya kanker.
Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV, yaitu HPV 16 dan HPV 18 yang paling berbahaya. Kedua jenis HPV inilah yang menyebabkan 70% kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terkena infeksi karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Tapi penting untuk menyadari bahwa ini infeksi yang sering terjadi. Banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.
Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu memberi keamanan dari infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim bisa menjadi sel kanker.