14/08/2019
Bupati Soliwoa Ajak Pramuka Perangi Sampah dan Rabies Bupati Ngada, Paulus Soliwoa yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang Kwartir Gerakan Pramuka Kabupaten Ngada mengajak Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Ngada mulai dari Siaga, Penegak dan Pandega untuk memerangi rabies dan sampah khususnya sampah plastik. Ajakan ini disampaikan Bupati Soliwoa saat mengunjungi perkemahan Pramuka di halaman SDI Beiposo usai menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke 58 Tingkat Kabupaten Ngada di SDI Beiposo. Dihadapan anggota pramuka Bupati mengatakan saat ini di Kabupaten Ngada ada dua persoalan serius yang menjadi fokus perhatian semua pihak yakni masalah rabies dan juga sampah. Menurut Bupati, pemerintah Kabupaten Ngada telah menetapkan masalah rabies sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB. Ini dilakukan mengingat tingginya kejadian kasus rabies di daerah ini. Oleh karenanya semua pihak termasuk Gerakan Pramuka harus memerangi rabies. Hal sederhana yang dapat dilakukan oleh Gerakan Pramuka adalah dengan mengajak sesama yang memiliki binatang piaran khususnya anjing untuk diikat dan diberi vaksin untuk mencegah rabies. Pemerintah daerah akan terus mengkawal upaya ini dan bagi yang tidak mengikat hewan peliharaannya, maka Pemerintah mengambil langkah melakukan elimasi terhadap semua hewan peliharaan khususnya anjing untuk mengatasi kejadian luar biasa ini, tegasnya. Berkaitan dengan masalah sampah, Bupati Soliwoa mengajak Gerakan Pramuka untuk memerangi sampah. Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan memilih dan membuang sampah baik di lingkungan rumah, sekolah dan dimana saja pada tempatnya. Senada dengan Bupati Soliwoa, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Purnawirawan Budi Waseso juga mengajak Gerakan Pramuka untuk melakukan aksi nyata perang terhadap sampah khususnya sampah plastik. Komjen Budi Waseso meminta anggota Pramuka mulai dari Kwartir Nasional sampai dengan gugus depan agar dalam kegiatan-kegiatan Pramuka maupun kegiatan pribadi kapanpun dan dimanapun untuk menolak pengunaan barang-barang yang berbahaya bagi lingkungan, bertekad semaksimal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakan lagi dan menghindari produk sampah yang berbahaya bagi lingkungan karena penggunaan produk plastik sekali pakai, serta secara terus menerus mengupayakan daur ulang terhadap produksi sampah yang tidak dapat dihindari, khususnya dengan berupaya menjadikannya sebagai kompos yang bermanfaat, katanya. Rangkaian upacara peringatan Hari Pramuka Ke 58 Tingkat Kabupaten Ngada Tahun 2019 berlangsung meriah. Selama tiga hari Pramuka Siaga sampai Penegak menggelar kegiatan perkemahan di halaman SDI Beiposo ditutup dengan Upacara Peringatan yang mengambil tema " Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI".