Pura Pasek Gelgel Piak'Aan Sibang Kaja

Pura Pasek Gelgel Piak'Aan Sibang Kaja Pretisentana I Gusti Pasek Gelgel Aan -> I Gusti Pasek Sukereni ( Pungkusan Bandesa Sibang Kaja ) Pu

26/08/2018

*KISAH SEBATANG LIDI*** Tidak begitu sulit untuk mencapai lokasi Petilasan Kiyayi I Gusti Ageng Pamacekan di Solo, Jawa Tengah. Parhyangan Pasek yang terletak di Dukuh Pasekan, Dusun Keprabon, Keca…

Pengetahuan itu luas, mari belajar dan berbenah diri ☝️🙏  🕉️
06/08/2018

Pengetahuan itu luas, mari belajar dan berbenah diri ☝️🙏
🕉️

JABA (Jawa Bali) – SUDRA Hubungan kemasyarakatan umat Hindu di bali antar clan/soroh sudah semakin membaik seiring peningkatan kesadaran akan ajaran Hindu tat twam asi, Catur Warna-yang memil…

MENGUAK TABIR I PASEK DAN IDA BAGUSPola hubungan sisya dan Siwa pada jaman sekarang”, titiang berusyukur karena ada yang...
04/08/2018

MENGUAK TABIR I PASEK DAN IDA BAGUS

Pola hubungan sisya dan Siwa pada jaman sekarang”, titiang berusyukur karena ada yang mau mengungkap pola hubungan dimasyarakat yang jarang ada yang berani mengungkapkan dalam sebuah tulisan. Setelah membaca dengan baik, titiang merasa ada beberapa hal yang perlu ditambahkan sekaligus diluruskan agar terungkap sebuah keadaan yang benar tetapi dengan kesadaran agar terciptanya hubungan kekerabatan yang baik antara Ida Bagus dan I Pasek.

Tulisan yang pernah titiang baca tersebut dimulai ketika Danghyang Nirarta (Pedanda Sakti Wawu Rauh) menjadi Purohita Kerajaan Gelgel sekitar abad XV dibawah kepemimpinan Dalem Waturenggong (Dalem ini setingkat Adipati-karena Rajanya di Majapahit). Ada kalimat pada tulisan tersebut berbunyi ”Hanya segelintir dari Keturunan Pasek yang memperdalam, sehingga (mohon maaf) ketika itu ajaran Sang Sapta Rsi yang merupakan ajaran Kemoksan dan Kedharman menjadi semakin surut dan luntur, sehingga situasinya menjadi gamang atau kurang mantap” dilanjutkan kemudian ketika Danghyang Nirarta datang, intinya beliau menyegarkan kembali ajaran Dharma dan me-Diksa kelima putranya menjadi Pedanda dan masyarakat diminta belajar dari mereka sehingga seterusnya terjadi hubungan ”Siwa dan Sisya”. Hubungan ini kemudian menjadi hubungan Ida Bagus dan I Pasek yang berkembang secara feodal menjadi hubungan ”Yang dihormati dan Parekan”, walaupun Ida Bagus tidak melanjutkan Ke-Panditaan. Ketika jaman berkembang dan I Pasek mulai mengenal ajaran kebenaran dan mulai mengerti hakekat manusia yang sama demikian juga banyak lahir Pandita dari I Pasek bergelar Pandita Mpu, namun pola hubungan itu tetap berlanjut, disebutkan lagi sbb :

”Namun saat ini kedua belah pihak telah terkungkung dan terjebak dalam sebuah budaya feodal yang diwariskan secara turun temurun. Disatu fihak Ida Bagus tidak akan rela meninggalkan posisi sebagai Siwa sedangkan I Pasek mulai pada eling ring Bhisama, namun ada juga sebagian dari I Pasek tak berani meninggalkan posisi sebagai sisya karena takut terkena hukuman dari leluhur”. Dan seterusnya.

PENYEMPURNAAN
Terhadap hal-hal diatas perlu dilengkapi, bahwa ketika Udayana Warmadewa dan keturunannya menjadi Raja Bali, maka ketika Majapahit berkuasa di Jawa pada sekitar abad XIII sehingga berakhir kekuasaan Wangsa Warmadewa di Bali, ditempatkanlah Dalem Kresna Kepakisan (Putra Mpu Soma Kepakisan keturunan Mpu Bharada) sebagai Adipati (Wakil Raja Majapahit). Sejak Warmadewa sampai Dalem, keturunan Sapta Resi (Leluhur Pasek) dan Bujangga selalu menjadi Purohita kerajaan. Ketika Danghyang Nirarta menjadi Purohita Kerajaan pada abad XV pada masa Dalem Waturenggong, maka atas restu Dalem, fungsi Purohita seterusnya dipegang oleh Danghyang Nirarta dan keturunannya, maka peran Pandita keturunan Sapta Rsi menjadi bukan Pandita Kerajaan, dan aktifitas ke Panditaan dilakukan di Pedukuhan dengan sebutan Jro Dukuh. Walaupun Dukuh tetapi ajaran ke-Brahmanaan tetap dilakukan, itulah sebabnya di rumah warga Pasek yang dulunya Jro Dukuh banyak tersimpan ”Lontar” yang berisi ajaran kerohanian, jadi entah bagaimana bisa dikatakan luntur dan disegarkan kembali oleh Danghyang Nirarta. Jika I Pasek dikatakan tidak berani meninggalkan Siwa-nya karena takut terkena hukuman dari leluhur, maka jika diteliti Bhisama dari para Mpu leluhur Pasek, yang tidak diijinkan adalah : Melupakan Catur Parhyangan (Parhyangan Panca Tirta : di Lempuyang Madya, Besakih Catur Lawa, Silayukti-Padangbae dan Pura Catur Parhyangan Panataran Agung Ratu Pasek Linggih Ida Mpu Gana ring Desa Pundukdawa Dawan Klungkung), juga kalimat piteket/pesan ”Aywe pegat purusantha sembahen (Jangan lupa saling menghormati sesama Purusa Pasek), dan jangan menganggap saudara Pasek lainnya lebih jauh dari sepupu. Inilah hal-hal yang jika dilanggar oleh I Pasek merupakan pelanggaran kepada leluhur.

Terkait dengan kelahiran Mpu pada sesudah Kemerdekaan, maka titiang mendengar cerita langsung dari pelaku sejarah kelahiran Mpu, yaitu Ida Pandita Mpu Sinuhun Siwa Putra Parama Daksa Manuaba (Griya Agung Bangkasa di Bongkasa), diakui kelahiran Mpu dari ”Pedanda Kutri (Istri/perempuan)” namun ini lebih kepada persyaratan skala, bahwa Pandita harus punya Nabe (Guru/yang melahirkan). Secara niskala (Pengalaman Niskala beliau), memang sudah waktunya ”Mpu” keturunan Sapta Rsi lahir kembali kepermukaan secara jelas, tidak hanya secara interen melanjutkan peran Jro Dukuh, itulah sebabnya beliau melakukan tindakan-tindakan skala untuk lahirnya Mpu yang waktu itu oleh Pedanda Kutri ingin diberi sebutan ”Dukuh”. Dengan segala upaya skala-niskala yang dilakukan beliau, maka lahirlah Mpu pertama dari Basang Be dan Gerih. Sekarang ini Para Mpu pertama itu telah ber-Putra dan sesuatu yang lumrah dimana Para Mpu yang berjumlah diatas 260 Pandita ini sudah ber-Putra tidak saja dari Pasek (Mpu) tetapi ada Bhagawan (Keturunan Dalem), Rsi (Keluarga I Gusti), Sire Mpu (Warga Pande), bahkan ada Pedanda lahir dari Mpu. Bertolak dari hal diatas, maka seharusnya kita berpikir kedepan, bahwa bola telah bergulir dan jaman sudah berubah, tidak perlu lagi ada upaya agar I Pasek tetap menjadi Sisya atau Parekan kepada Ida Bagus. Memang jika Warga Bujangga nuwur ke Rsi Bujangga, para Arya/ I Gusti kepada Rsi/Rsi Agung, dan I Pasek yang jumlah umatnya terbesar di Bali nuwur kepada Pandita Mpu, maka sedikit sekali yang nuwur ke Pedanda, namun kedepan ”Pandita” adalah lintas soroh/clan dengan adanya wadah organisasi PDDS (Paiketan Daksa Dharma Sadhu) di bawah naungan Yayasan Widya Daksa Dharma Griya Agung Bangkasa Banjar Pengembungan Desa Bongkasa Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung.

Jadi I Pasek boleh saja nuwur ke Pedanda dan Ida Bagus juga tidak salah nuwur ke Pandita Mpu atau Rsi karena Pandita adalah pelayan umat. Dalam hubungan kemasyarakatan, kenapa tidak ditonjolkan, bahwa Ida Bagus dan I Pasek adalah bersaudara, karena I Pasek keturunan Mpu Gnijaya (Tertua dari Panca Tirta) dan Ida Bagus keturunan dari Mpu Bharadah (Terkecil dari Panca Tirta). Disamping itu masing-masing I Pasek dan Ida Bagus perlu sama-sama memperbaiki diri. Ida Bagus jangan menempatkan diri sebagai atasan dari I Pasek, dan jika I Pasek yang masih belum faham agar diingatkan, bahwa bersaudara, jangan lupa ajaran leluhur yang tua agar mengayomi yang lebih muda. Ada juga ”I Pasek Paling (bingung)” ini Pasek yang bingung dengan jati dirinya dan nyugra karena tidak tahu, ini yang harus disadarkan oleh Ida Bagus.

JANGN MALU JADI PASEK
Karena Pasek adalah
”Pasek = Patitis Sesana Kawitan”,
"Pasek = Pamikukuh Sesanan Kawikon"
Maka dari itu I Pasek harus meniru prilaku para leluhur. Nah dengan kebersamaan ini, maka tidak ada umat yang melanggar Bhisama, juga tidak ada yang melanggar ajaran Weda, khususnya ajaran ”Tat Twam Asi” dimana manusia adalah sama dimata Hyang Widhi, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak boleh merendahkan yang lain.

Dumogi kriyapatra ini membawa kemajuan bagi pola pikir umat Hindu khususnya di Bali yang perlu peningkatan SDM sehingga bisa bersaing di era globalisasi ini.

Rahayu ☝️Sebuah Pebligbagan konsep pitra yadnya yang baik
05/07/2018

Rahayu ☝️
Sebuah Pebligbagan konsep pitra yadnya yang baik

Konsep Pitra Yadnya Sesuai Kemampuan

Semangat menambahkan anggota 🙏Rahayu ☝️
29/03/2018

Semangat menambahkan anggota 🙏
Rahayu ☝️

Selamat Kepada Komunitas Grup FB Semeton Pasek Ngiring Meyadnya (SPNM) telah mendirikan dan melakukan Pra Koperasi KSP Semeton Pasek Meyadnya

Semoga perekonomian masyarakat diperkuat dengan kerjasama dan semangat gotong royong.

Bagi Semeton Pasek Yang Ingin Bergabung Ngiring Gass.... 🙏👍.

Catatan :
Pelengkap informasi ..
Ada 3 cara pemenuhan simpanan pokok 500 rb dan wajib 20 rb per bulan..
1. Bayar sekaligus 500 rb dan 20 rb u simp wajib bln 1
2. Simpanan pokok 500 rb di cicil tanpa bunga 3x dlm 3 bulan tambah simpanan wajib 20 rb per bln.
3. Bisa juga dng meminjam langsung 740 rb di koprasi.. untuk simpanan pokok 500 rb dan wajib 20 rb x12 ( untuk setahun ).. cukup dng membayar uang administrasi di awal 54.600 dan cicilan 73.000 perbulan selama setahun.

Pilihan disesuaikan kemauan dan kemampuan.Rahayu2..

Piodalan purnama kapat
05/10/2017

Piodalan purnama kapat

Topeng Sidakarya
05/10/2017

Topeng Sidakarya

05/10/2017
26/07/2017

Ajaran agama Hindu dengan konsep alam semestanya senantiasa menekankan betapa perlu dan pentingnya diciptakan suatu kondisi harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan lingkungannya. Kondisi harmonis itulah yang akan mengantarkan umat Hindu untuk mencapai tujuan...

Address

Jalan Raya Sibang
Badung
83201

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pura Pasek Gelgel Piak'Aan Sibang Kaja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pura Pasek Gelgel Piak'Aan Sibang Kaja:

Share