31/05/2026
Ave Maria Night : Gagasan 10 Tahun Lalu Berbuah Nyata, Bupati Belu Ajak Doa Bersama Bagi Perdamaian Dunia
Atambua – Bupati Belu, W***ybrodus Lay, S.H., menghadiri puncak acara penutupan rangkaian kegiatan Bulan Maria atau yang dikenal dengan nama Ave Maria Night di kawasan Patung Bunda Maria Segala Bangsa, Teluk Gurita, pada Sabtu malam, 30 Mei 2026. Acara menjadi momen istimewa, sekaligus menandai perjalanan panjang cita-cita yang telah dipupuk sejak satu dekade silam dan kini menjadi kenyataan yang menyatukan ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah.
Bupati Belu, W***y Lay menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berkumpul bersama umat dari Negara Timor Leste, Kabupaten Belu maupun kabupaten tetangga di tempat yang penuh makna rohani tersebut. Ia menegaskan bahwa malam ini memiliki arti ganda: selain sebagai penutupan Bulan Maria, pertemuan ini juga merupakan wujud kepatuhan umat dalam merespons seruan Bapak Paus Leo XIV kepada seluruh umat Katolik di dunia untuk berdoa bersama demi terwujudnya kedamaian sejati.
“Malam ini, tanggal 30 Mei, kita berkumpul bukan hanya untuk menutup rangkaian devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menjawab seruan Bapak Suci Paus Leo XIV. Kita bersatu berdoa, memohon kedamaian bagi dunia, bagi bangsa ini, dan bagi wilayah kita tercinta. Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Bapak Uskup Atambua yang senantiasa memberikan dukungan penuh sehingga acara indah ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Bupati Belu di hadapan ribuan umat yang hadir.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Marriage Encounter (ME) Atambua. Menurutnya, gagasan untuk menggelar doa bersama penutupan Bulan Maria di Teluk Gurita ini telah disepakati dalam pertemuan dan dialog yang dilakukan pada bulan April lalu. Keputusan tersebut selaras dengan seruan universal dari Vatikan, menjadikan pertemuan ini semakin istimewa.
Bupati Belu juga mengucapan terima kasih kepada Bank NTT Cabang Atambua sebagai sponsor utama beserta seluruh jajaran direksi yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Tak lupa, penghargaan diberikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, serta semua elemen masyarakat yang terlibat mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.
Poin yang paling menyentuh hati dalam sambutan Bupati adalah kilas balik sejarah berdirinya Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa. Ia mengenang, tepat 10 tahun lalu, kawasan Teluk Gurita hanyalah sebuah bukit biasa yang belum memiliki apa-apa. Bersama sahabat dan rekannya, gagasan untuk mendirikan patung Bunda Maria muncul dan tumbuh menjadi sebuah embrio harapan di lokasi tersebut.
“Sepuluh tahun lalu, kami berdiri disini, memandang bukit ini, dan bertekad: di tempat ini kelak akan berdiri Bunda Maria. Malam ini, kita semua menyaksikan sendiri, apa yang dulu hanya berupa gagasan dan impian, kini berdiri kokoh, indah, dan megah di belakang saya. Saya tak pernah menyangka, embrio kecil yang lahir dari ketulusan hati itu, sepuluh tahun kemudian justru mempertemukan kita semua dalam kebersamaan yang luar biasa ini,” ungkapnya dengan nada haru.
Menurut Bupati, keberhasilan acara malam ini bukanlah milik perorangan, melainkan milik seluruh masyarakat. Gagasan ini tumbuh dari keinginan bersama, didasari iman yang sama, dan diyakininya digerakkan oleh Roh Kudus yang bekerja di dalam hati setiap orang. Oleh karena itu, ia berharap tradisi indah ini dapat terus dijaga dan dijadikan agenda tahunan.
“Jika kita setuju, mari kita jadikan momen ini setiap tahun, penutupan Bulan Maria akan kita laksanakan di sini, di Teluk Gurita, dengan kebersamaan seperti malam ini. Ini adalah awal yang baik, pondasi yang telah kita letakkan. Embrio ini sudah lahir, tugas kita selanjutnya adalah merawat dan meneruskannya untuk tahun-tahun mendatang,” ajaknya disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para suster, biarawan, dan semua pihak yang telah mencurahkan ketulusan hati dan dedikasi terbaiknya. Ia meyakini bahwa segala kebaikan dan doa yang dipanjatkan melalui perantara Bunda Maria akan tersampaikan kepada Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Belu, Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua beserta istri, Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL, perwakilan Bupati Malaka, perwakilan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), para Asisten Sekda Belu, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Belu, para biarawan dan biarawati, serta ribuan umat Katolik yang datang dari berbagai penjuru wilayah. (Prokopimbelu)