07/04/2015
Memilih parfum, waspada BB
Demi kesehatan Anda, berhati-hati dengan parfum palsu. Parfum yang palsu belum diketahui dengan pasti zat apa yang dikandungnya.
Siapa yang tak kenal parfum atau minyak wangi--campuran minyak esensial dan senyawa aroma, fiksatif, ditambah pelarut--yang digunakan untuk memberikan aroma wangi pada tubuh manusia, obyek, atau ruangan. Mengapa kadar aroma parfum berbeda-beda, itu dipengaruhi oleh jumlah dan tipe pelarut yang bercampur dengan minyak wangi, sehingga kita mengenal parfum yang tergolong ekstrak parfum, eau de parfum, eau de toilette, atau eau de cologne. Semakin tinggi jumlah persentase senyawa aromatik, maka intensitas dan aroma yang timbul dapat tahan lama.
Bahan utama parfum yaitu minyak parfum perlu diencerkan dengan pelarut karena minyak tersebut masih dalam bentuk esensial atau murni (baik yang alami maupun sintetis), dan mengandung konsentrat tinggi dari komponen volatil yang berpotensi mengakibatkan reaksi alergis, dan kemungkinan cedera apabila digunakan langsung ke kulit atau pakaian. Pelarut juga berfungsi untuk menguapkan minyak esensial dan membantu aromanya menyebar ke udara.
Komponen dalam parfum yang bisa menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi bagi sebagian orang, antara lain: Amylcinnamic alcohol, Anisyl alcohol, Benzyl alcohol, Benzyl salicylate, Cinnamic alcohol, Cinnamic aldehyde, Coumarin, Eugenol, Geraniol, Hydroxycitronellal, Isoeugenol, Musk ambrette, Oak moss absolute, Sandalwood oil, Wood tars.
Pelarut yang paling umum digunakan untuk mengencerkan minyak parfum adalah etanol atau campuran etanol dan air. Penggunaan metanol sebagai pelarut dalam produk parfum tidak diizinkan karena metanol adalah bahan yang dilarang dalam peraturan kosmetika. Metanol masuk ke tubuh melalui saluran pernafasan, bukan melalui kontak dengan kulit. Apabila metanol terhirup dan masuk ke dalam tubuh, akan diubah menjadi formaldehid/ formalin yang berbahaya bagi tubuh dan dapat memicu terjadinya kanker.
Formalin yang terdapat dalam tubuh sebagian akan tersimpan di dalam hati sehingga dapat memicu terjadinya kanker hati. Gejala yang ditimbulkan dalam jangka waktu singkat antara lain adalah pusing, sakit kepala, mual, sakit perut, dan gangguan penglihatan.
Tips memilih dan menggunakan parfum
Cermat membaca informasi pada label kemasan parfum. Jangan gunakan parfum yang label nya tidak lengkap. Label pada parfum minimal harus mencantumkan:
nama
kegunaan
cara penggunaan
komposisi
nama dan negara produsen
nama dan alamat lengkap pemohon notifikasi
nomor bets
ukuran, isi, berat bersih
tanggal kedaluwarsa
peringatan, perhatian, dan keterangan lain
Pilihlah parfum yang telah memiliki nomor notifikasi dari BPOM. Daftar produk parfum dan kosmetika yang sudah ternotifikasi bisa dilihat di www.pom.go.id
Pakailah parfum dengan benar. Cara yang baik memakai parfum adalah dengan menyemprotkannya secara langsung ke kulit, terutama pergelangan tangan, siku, lutut.
Simpanlah parfum di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Parfum yang terkena sinar matahari langsung bisa membuat kulit semakin sensitif. Tempat bertemperatur tinggi juga dapat menyebabkan perubahan komponen kimia dalam parfum.
Demi kesehatan Anda, berhati-hati dengan parfum palsu. Parfum yang palsu belum diketahui dengan pasti zat apa yang dikandungnya.
Sumber : Badan Pengawas Obat & Makanan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Badan POM RI, BPOM RI, National Agency of Drugs AND Foods Controls