12/06/2026
Workshop Tari Saureka-Reka di Kabupaten Buru, Langkah Regenerasi dan Pelestarian Budaya Maluku
Namlea, 9 Juni 2026 – Workshop Kebudayaan Saureka-Reka “Maluku Baku Genggam Budaya” resmi dibuka di Auditorium Universitas Iqra Buru, Kabupaten Buru. Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Budaya Maluku Sebagai Warisan Leluhur untuk Generasi Masa Depan” ini menjadi salah satu upaya pelestarian dan penguatan warisan budaya Maluku bagi generasi muda.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Buru, Kepala BNN Kabupaten Buru, serta civitas akademika Universitas Iqra Buru. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, Juana Umarternate, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Bupati Kabupaten Buru, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.
Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku turut melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan melalui Pamong Budaya Ahli Pertama, Bapak Hapsoro Ari Widyatama, S.S., yang hadir sebagai verifikator lapangan. Kehadiran tim verifikator bertujuan memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tari Saureka-Reka, yang identik dengan ketangkasan permainan bambu (gaba-gaba) dan iringan musik tradisional seperti tifa dan toto buang, merupakan salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang memiliki nilai spiritualitas dan historis mendalam bagi masyarakat Maluku.
Melalui fasilitasi ini, sebanyak 24 penari muda di Namlea mendapatkan pembinaan intensif untuk mempelajari dan mengembangkan Tari Saureka-Reka, salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting bagi masyarakat Maluku.
Dukungan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) dari BP Kebudayaan Maluku diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebudayaan di Pulau Buru serta mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu menjaga dan mengembangkan warisan budaya Maluku.