10/09/2026
Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Diskusi Strategi Kebijakan, Bahas Implementasi Layanan Jaminan Fidusia
Pangkal Pinang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Diskusi Strategi Kebijakan (DSK) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung secara hybrid, Kamis (10/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Analisis Implementasi Permenkumham Nomor 25 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pendaftaran, Perubahan dan Penghapusan Jaminan Fidusia”.
Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung, diwakili Plh. Kepala Kantor Wilayah sekaligus Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Rahmat Feri Pontoh, bersama jajaran Tim Kerja Badan Strategi Kebijakan Hukum mengikuti kegiatan secara daring. Kegiatan juga diikuti jajaran Badan Strategi Kebijakan Hukum, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi, serta jajaran Kementerian Hukum se-Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum Kementerian Hukum. Dalam arahannya ditegaskan pentingnya menghasilkan analisis dan rekomendasi kebijakan berbasis data serta kebutuhan masyarakat. Hasil diskusi diharapkan menjadi masukan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi Jaminan Fidusia.
Analis Kebijakan Ahli Madya, Yogi Tracka, membahas efektivitas AHU Fidusia Online dalam mewujudkan pelayanan yang efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum. Sejumlah kendala yang ditemukan antara lain masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pendaftaran dan penghapusan atau roya Jaminan Fidusia, kendala teknis aplikasi, serta belum optimalnya mekanisme pengawasan dan evaluasi.
Akademisi Universitas Lampung, Selvia Oktaviana, menjelaskan perkembangan Jaminan Fidusia dari konsep kepercayaan menuju kepastian hukum. Sementara itu, Analis Hukum Ahli Pertama Ditjen AHU, Risbina, memaparkan dasar hukum, subjek dan objek, serta prosedur layanan Jaminan Fidusia mulai dari pendaftaran, perubahan, perbaikan hingga penghapusan melalui AHU Online.
Plh. Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Rahmat Feri Pontoh, menyampaikan bahwa Diskusi Strategi Kebijakan menjadi sarana penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dalam implementasi regulasi. Hasil kajian dan masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi peningkatan pelayanan Jaminan Fidusia.
“Evaluasi terhadap implementasi kebijakan diperlukan agar regulasi tidak hanya baik secara normatif, tetapi juga efektif ketika diterapkan. Masukan dari daerah menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi kendala sekaligus merumuskan langkah perbaikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rahmat.
Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung penguatan kebijakan dan peningkatan kualitas layanan Jaminan Fidusia. Menurutnya, transformasi pelayanan berbasis digital perlu diiringi dengan penguatan sistem, peningkatan pemahaman masyarakat, serta koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan Kantor Wilayah.
“Pelayanan Jaminan Fidusia harus terus diperkuat agar semakin mudah, cepat, transparan, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Johan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas implementasi layanan Jaminan Fidusia.
KANWIL KEMENKUM BABEL
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung
🌐 babel.kemenkum.go.id
📞 0811-717-469 (WA)
Kanwil Kemenkum Babel
Kanwil Babel Pasti Kredibel