08/30/2019
Dari Diplomasi Ekonomi Hingga Society 5.0 Dibedah di Diplofest Semarang
Kemarin hadir di Public Lecture ? Pembahasan kemarin sangat beragam, mulai Diplomasi Ekonomi Hingga Society 5.0!
Kuliah umum dibuat semenarik mungkin agar lebih menumbuhkan minat para mahasiswa untuk berdiskusi. Sesi tanya jawab dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan kristis tentang masa depan Indonesia dan peran diplomat di dalamnya. Menurut Dirjen Cecep, tidak sedikit mahasiswa yang mengutarakan keinginannya menjadi diplomat di masa yang akan datang.
Plt. Dirjen Amerop, Teuku Faizahsyah, menyampaikan 4 strategi Diplomasi Ekonomi RI di Universtas Muhammadiyah Semarang, sedangkan Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Ina Krisnamurthi lebih memaparkan tantangan Ekonomi Indonesia mendatang kepada para mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung.
Di Universitas Negeri Semarang, Dirjen Multilateral Febrian Alphyanto Ruddyard mengajak para mahasiswa memperoyeksikan tantangan dan peluang Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andri Hadi yang hadir di Universitas Wahid Hashin menjelaskan berbagai upaya perlindungan WNI di luar negeri.
Peran ASEAN dan perkembangan kondisi kawasan yang semakin maju dipaparkan oleh Dirjen Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares di Universitas Katolik Soegijapranata. Sementara, Direktur Jenderal Hukum Perjanjian Internasional, Damos Dumoli Agusman mengajak mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga mengenal berbagai peran diplomasi Indonesia di bidang Hukum Internasional.
Diplofest Semarang merupakan kegiatan yang keenam yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri. Diplofest bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat para generasi muda terhadap isu-isu diplomasi dan kebijakan luar negeri. (sumber: Kementerian Luar Negeri)