Kantor Wali Nagari Kapelgam Koto Berapak

  • Home
  • Kantor Wali Nagari Kapelgam Koto Berapak

Kantor Wali Nagari Kapelgam Koto Berapak Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kantor Wali Nagari Kapelgam Koto Berapak, Government Organization, jl pasar baru asam kumbang, .

17/02/2015
22/01/2013

Jadwal Musrenbang Nagari semakin dekat, tapi dokumen RPJM blm kelar.... arrggghhhhh

02/01/2013

Persiapan pindah gedung kantor...

01/01/2013

Asal usul nama Lubuk Gambir

Konon menurut penuturan Tambo Bayang yang ditulis tahun 1915, nama Lubuk Gambir mengandung dua kata yakni Lubuk dan Gambir. Mungkin orang akan menduga bahwa nama Lubuk Gambir diberikan karena di desa ini ada lubuk tempat tumbuhnya pohon gambir. Orang-orang tua di Lubuk Gambir memang ada juga yang menceritakan demikian bahwa dulu yang disebut Koto (perkampungan) pertama kali adalah daerah sekitar Lubuk sekarang yang diberada di dusun Koto Tuo dan menurut mereka leluhur orang Lubuk Gambir banyak menanam gambir di ladang-ladang hutan sekitar lubuk tersebut yaitu dekat Baluka dan Ngalau. Tapi Tambo bercerita lain bahwa nama Lubuk Gambir diberikan karena di tanah di pinggir lubuk di Koto Tuo ditemukan tanah liat yang bergetah dan putih seolah-olah seperti gambir. Kenyataannya memang hingga sekarang tidak ditemukan lagi pohon gambir di desa ini. Pohon gambir malah banyak terdapat di Nagari Siguntur Tarusan.

01/01/2013

Relokasi ma­kam pah­­­lawan nasional, H Ilyas Ya­kub dari de­­­pan Masjid Al-Mu­na­w­arah Ka­pen­cong ke Ta­man Ma­kam Pah­lawan (TMP), Na­gari Kapelgam Kecamatan Ba­­­­­­yang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pes­­­­sel), berlangsung khidmat, Ming­gu (4/11).

Suksesi pemindahan makam yang dilaksanakan secara militer itu, di­hadiri Gubernur Sumbar, Ir­wan Pra­­yitno (inspektur upa­ca­ra).

H Ilyas Yakub adalah putra asli Pes­sel, kelahiran Asam Kumbang, Nagari Ka­pelgam, Kecamatan Bayang tahun 1903. Ia memiliki jasa besar pada masa per­juangan kemerdekaan.

Banyak hal yang patut dike­nang dan diteladani dari per­juangan H. Ilyas Yakub. Atas jasanya, ia di­angkat se­bagai pahlawan na­sio­nal ber­dasarkan SK Men­sos RI Nomor: Pol-61/PK/1968, tang­gal 16 De­sember 1968 dan diku­kuh­­kan kem­bali dengan Kepu­tu­san Pre­siden RI (Kepres RI) No­mor 074/TK/1999 tanggal 13 Agus­tus 1999.

Pejuang yang selama hidup­nya memiliki peran besar mem­ba­kar semangat anak bang­sa me­lalui berbagai tulisan dan se­ruan ajakan jihad ini, memiliki ri­­wayat perjuangan yang pan­jang.

Bahkan risiko ditangkap dan di­buang penjajah ke Digul ber­sa­ma istri dan seorang anaknya pa­da tahun 1934, juga pernah be­liau jalani.

”Termasuk pengasingan se­cara diam-diam setelah ditan­g­kap di atas kapal sewaktu dipu­langkan dari Digul oleh tentara Se­kutu ke Kucing Malaysia, S­­i­ngapura, Sekujang dan Si­mau,” kata Amrin Imran, salah seorang ke­menakan (alm) H Ilyas Yakub kepada Padang Ekspres, usai upa­cara pemindahan makam, kemarin.

Ilyas Yakub menamatkan se­kolah Government tahun 1917, dan menamatkan kuliah di Al-Az­har University, Kairo tahun 1929. “Di samping aktif menulis di Majalah Major tahun 1933 dan surat kabar Medan Rakyat yang beliau dirikan pada 1931, Il­yas Yakub juga ikut mem­be­rikan pe­lajaran politik bagi­ anak bang­sa. Ini dilakukannya me­lalui pen­dirian Partai Politik Persa­tuan Muslim Indonesia (Permi) pada 1930,” jelasnya.

Karena sepak terjangnya di­nilai sangat membahayakan ba­gi penjajah, beliau diawasi se­cara ketat hingga berujung de­ngan pembuangan ke berb­a­gai wila­yah di tanah air, bahkan hingga ke ­negara tetangga. “Be­liau (Ilyas Y­a­kub, red), biarlah menjadi peng­khianat bagi penjajah dar­i­pada hidup terus dijajah dan berguna bagi nusa dan bangsa. Itu prinsip­nya dan selalu dita­nam­kan kepada generasi pe­juang beserta anak dan keluar­ga,” jelasnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Pra­yitno usai upacara pemin­dahan makam, mengatakan generasi penerus wajib menge­nang dan menghayati nilai luhur perjuangan para pahlawan. “Ilyas Yakub juga dianugerahi tanda kehormatan Bintang Ma­ha­putra Adipradana atas jasanya mempertahankan prin­sip-prin­sip kemerdekaan dari anca­man kolonialisme Belanda dan juga menggerakkan kemer­dekaan RI. Di samping itu, ia juga ulama dan tokoh pendidikan Islam serta pernah bekerja sebagai wartawan, dan berjuang men­dirikan lembaga pers sejak masa pendidikan di perguruan tinggi di Timur Tengah,” tutur Irwan.

Ilyas pernah menjadi Ketua DPR Sumatera Tengah dan pe­na­­si­­hat gubernur Sumatera Ta­ngah. Upa­cara pemindahan ma­kam se­cara militer ini, juga di­ha­di­ri Bupati Pessel, Nasrul Abit, Wa­­kil Bupati Editia­warman, Dan­dim 0311 Pes­sel, Kapolres Pes­sel dan Ke­men­trian Sosial RI, ke­pala SKPD dan ratusan ma­s­yarakat.

Address

Jl Pasar Baru Asam Kumbang

25652

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kantor Wali Nagari Kapelgam Koto Berapak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kantor Wali Nagari Kapelgam Koto Berapak:

  • Want your organization to be the top-listed Government Service?

Share