22/08/2025
𝘈𝘗𝘉𝘕 2026 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩, 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘩𝘵𝘦𝘳𝘢.
Presiden siang tadi telah menyampaikan Pidato Pengantar RUU tentang APBN TA 2026 beserta Nota Keuangan pada Rapat Paripurna di .
Saya bersama Menko Perekonomian , Menko Pangan .hasan, Mendagri Tito Karnavian, Menkes , Menteri Investasi , Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Mentan .amran_sulaiman, Mendiktisaintek dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti melakukan konferensi pers sore harinya.
Ini merupakan RAPBN pertama masa pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden . Sebagaimana disampaikan Presiden, APBN 2026 akan menjadi instrumen yang sangat diandalkan untuk mewujudkan amanat konstitusi Indonesia, yaitu mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur melalui 8 program prioritas:
1. Ketahanan Pangan;
2. Ketahanan Energi;
3. Makan Bergizi Gratis;
4. Program Pendidikan;
5. Program Kesehatan;
6. Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM;
7. Pertahanan Semesta; dan
8. Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global.
Perekonomian Indonesia yang terjaga baik hingga paruh pertama tahun 2025—pertumbuhan ekonomi Q2 mencapai 5,12% yoy, inflasi terkendali 2,4% yoy, menjadi modal yang baik untuk memasuki tahun 2026 dan mewujudkan Asta Cita Presiden .
Postur RAPBN 2026:
* Pendapatan Negara Rp3.147,7 triliun
* Belanja Negara Rp3.786,5 triliun
* Defisit APBN 2,48% PDB
Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 5,4% yoy, inflasi dijaga tetap rendah 2,5% yoy, suku bunga SBN 10 tahun 6,9% yoy, nilai tukar di kisaran Rp16.500/USD.
APBN 2026 juga didesain tetap adaptif dan responsif untuk menghadapi berbagai risiko dan tantangan di tahun depan. Semoga berbagai ikhtiar ini mampu mewujudkan cita-cita menjadi negara yang maju, adil, dan sejahtera.
Dari Konferensi Pers RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026
Jakarta, 15 Agustus 2025
Sumber :