Balai Karya Mulya Jaya Jakarta

  • Home
  • Balai Karya Mulya Jaya Jakarta

Balai Karya Mulya Jaya Jakarta Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Balai Karya Mulya Jaya Jakarta, Government Organization, Jalan Tat Twam Asi Nomor 47, Komplek Depsos, Kelurahan Gendong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, .

Kemensos Respon Kasus Satu Keluarga Yang Tinggal Di Kebun WargaMAJALENGKA, (15 April 2021) - Kementerian Sosial melalui ...
15/04/2021

Kemensos Respon Kasus Satu Keluarga Yang Tinggal Di Kebun Warga

MAJALENGKA, (15 April 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta menerima laporan permasalahan sosial dari Kepala Desa Patuanan yang terjadi di Desa Parung Jaya, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Mawar Persada yang merupakan mitra Balai Karya "Mulya Jaya" menyampaikan bahwa terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri, Jeni dan Melani serta empat orang anaknya yang hidup memprihatinkan dengan menempati sebuah rumah gubuk satu petak di kebun milik Dullah, salah seorang warga Desa Patuanan.

Sesuai arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini agar seluruh Balai Besar/Balai/Loka di lingkungan Kementerian Sosial dapat merespon secara cepat apapun permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pekerja Sosial Balai Karya "Mulya Jaya", Suroso dan Hasan Otoy langsung menuju rumah keluarga tersebut yang terletak di lereng Gunung Lindu.

Setelah dilakukan asesmen diketahui bahwa Jeni dan Melani tidak memiliki pekerjaan dan sehari-harinya memenuhi kebutuhan keluarganya dengan memakan hasil kebun sekitar rumah dan menjual daun pisang di pasar untuk dapat membeli beras seadanya.

"Sehari-hari saya hanya makan apa yang ada saja Pak, seperti daun singkong, ya hasil kebun disini Pak", ungkap Melani.

"Karena makan seadanya, anak ketiga saya jadi busung lapar, kurang gizi Pak", tambahnya.

Sebelum menikah, Melani bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan membayar hutang-hutang keluarganya. Setelah bertahun-tahun sebagai PMI, Melani merasa lelah dengan hutang tersebut karena belum kunjung lunas, akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan menikah dengan Jeni.

Berharap memiliki pernikahan yang sesuai keinginannya, sayang orang tua tidak merestui mereka. Namun, masalah tersebut tidak menghalangi niat baik mereka untuk menikah. Jeni dan Melani memutuskan untuk menikah siri yang tidak dihadiri keluarganya.

Kemensos Serahkan Bantuan ATENSI Bagi Korban Banjir NTTALOR, (15 April 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Karya "M...
15/04/2021

Kemensos Serahkan Bantuan ATENSI Bagi Korban Banjir NTT

ALOR, (15 April 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta terus berikan perhatian melalui pendampingan secara langsung bagi para korban banjir di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini agar seluruh Balai Besar/Balai/Loka dilingkungan Kementerian Sosial memberikan layanan yang komprehensif saat terjadi bencana maupun pasca bencana.

Sejak tanggal 12 April lalu, Balai Karya "Mulya Jaya" menurunkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di Desa Waisaka, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, NTT. Bersama dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (Dit. RSTS dan KPO), Balai Karya "Mulya Jaya" melakukan asesmen kepada 70 orang yang mengungsi di Posko Gereja Yakobus. Asesmen ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan korban selama berada di pengungsian. Tidak hanya melakukan asesmen, tim LDP juga memberikan dukungan psikososial selama berada di pengungsian bagi anak-anak.

Kegiatan yang diberikan berupa mengajak bermain anak melalui games, music therapy, dan juga kuis yang berhadiah peralatan sekolah. Anak-anak korban banjir terlihat begitu senang dan menikmati permainan yang mereka ikuti.

"Saya senang dapat peralatan sekolah, terimakasih Pak", kata salah seorang anak sambil menggandeng hadiahnya.

Direktur RSTS dan KPO, Waskito Budi Kusumo, Kepala Sub Direktorat Tuna Sosial dan HIV/AIDS, Cecep Sutriatman juga turut memberikan dukungan psikosial ini yang berlangsung sejak 12 April sampai dengan 15 April 2021.

"Ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Sosial dalam memberikan layanan tanggap bencana bagi para korban. Dari hari pertama kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Alor, membangun jejaring kerjasama agar sinergitas saat di lapangan dapat berjalan dengan baik", tutur Budi.

14/04/2021


Halo !
Hari ini Penerima Manfaat dan pegawai Balai Karya "Mulya Jaya" memanen kangkung yang ditanam dengan metode hidroponik.
Yuk kita intip bareng-bareng keseruannya 🥰


https://youtu.be/KXayfFVLrDk

  Halo  😊 Masih ingat Tati Si Manusia Silver yang merupakan hasil jangkauan Menteri Sosial, Tri Rismaharini di daerah Pe...
12/04/2021


Halo 😊
Masih ingat Tati Si Manusia Silver yang merupakan hasil jangkauan Menteri Sosial, Tri Rismaharini di daerah Petojo, Jakarta Pusat ?
Sejak 26 Maret lalu, Tati mendapat layanan asistensi rehabilitasi sosial di Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta.
Saat kedatangan pertama kali, kondisi mata sebelah kiri Tati mengalami infeksi akibat terkena cairan kimia dari cat silver yang biasanya ia gunakan untuk bekerja sehingga sangat membutuhkan pelayanan kesehatan segera kemudian Tati mendapatkan pendampingan oleh Perawat dan Pekerja Sosial Balai Karya "Mulya Jaya" untuk dirujuk ke Rumah Sakit
Gambar 1 : (26/3) Tati pertama kali menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Harapan Bunda. Dokter menerangkan bahwa kondisi mata Tati harus segera diangkat agar infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Gambar 2 : (3/4) Tati menjalani pemeriksaan awal untuk persiapan operasi di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangun Kusumo Jakarta.
Gambar 3 : (6/4) Tati menjalani pemeriksaan laboraturium darah, rontgen, dan swab PCR.
Gambar 4 dan 5 : (9/4) Tati usai menjalani operasi pengangkatan bola mata.
Setelah menjalani operasi dan dalam kondisi sehat pasca operasi, Tati akan melanjutkan layanan asistensi rehabilitasi sosial di Balai Karya "Mulya Jaya".

 Halo Selamat Pagi  😊 Pada tanggal 8 April lalu, Balai Karya "Mulya Jaya" menerima rujukan korban terlantar dari Dinas S...
12/04/2021


Halo Selamat Pagi 😊
Pada tanggal 8 April lalu, Balai Karya "Mulya Jaya" menerima rujukan korban terlantar dari Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung. Korban tersebut berinisial J, seorang anak usia 13 Tahun yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Setelah dilakukan asesmen, J mendapatkan kekerasan fisik dan verbal dari ibu kandungnya yang berdomisili di Pangkal Pinang. Akibat menerima perlakuan kasar secara terus menerus, J kabur dari rumahnya dan ditemukan oleh petugas kepolisian setempat. J dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung lalu dirujuk ke Balai Karya "Mulya Jaya" untuk direintegrasi kepada pihak keluarga yang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dalam pelaksanaan reintegrasi ini, Balai Karya "Mulya Jaya" melakukan pendampingan ke daerah asal J melalui kerjasama dengan Balai Anak "Naibonat" di Kupang.
J mengatakan bahwa dirinya merasa lebih nyaman untuk kembali ke rumah karena bisa tinggal bersama ayah kandungnya.

"Saya mau pulang karena lebih senang tinggal deng Papa. Papa tidak pernah pukul saya", ucap J.
Untuk layanan lebih lanjut, J akan terus mendapatkan pendampingan dari Balai Anak "Naibonat".

Halo  😊Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta mengerahkan tim reaksi cepat atas bencana banjir yang terjadi di Nusa Tenggar...
11/04/2021

Halo 😊

Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta mengerahkan tim reaksi cepat atas bencana banjir yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.
Pada kegiatan ini, tim Balai Karya "Mulya Jaya" bersama dengan tim Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang melakukan asesmen kebutuhan terhadap kurang lebih 70 Kepala Keluarga yang menjadi korban banjir di Desa Waisaka dan Desa Nailang Kecamatan Alor Timur Laut.
Selain itu, tim Balai Karya "Mulya Jaya" dan tim Direktorat RSTS dan KPO juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Alor untuk persiapan Layanan Dukungan Psikososial bagi para korban banjir.
Direktur RSTS dan KPO, Waskito Budi Kusumo didampingi Cecep Sutriatman, memberikan arahan mengenai pelaksanaan kegiatan berupa maping data By Name By Address para korban, prioritas bantuan yang diperlukan, penguatan psikososial dan lain-lain secara terjadwal.
Saat ini para korban yang berjumlah 47 Kepala Keluarga mengungsi di Gereja Katolik Santo Yakobus dan sisanya mengungsi di rumah keluarga yang masih bisa ditinggali.

Humas Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta

 Penerima Manfaat mengikuti kegiatan morning meeting. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk terapi psikososial yang b...
05/04/2021



Penerima Manfaat mengikuti kegiatan morning meeting. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk terapi psikososial yang bertujuan untuk melatih rasa tanggungjawab, kepekaan sosial, keterampilan sosial, dan meningkatkan motivasi Penerima Manfaat.
Pada morning meeting pagi ini, dihadiri oleh seluruh PM yang berjumlah 25 orang yang didampingi Pekerja Sosial dan siswa jurusan Pekerjaan Sosial yang sedang berpraktik di Balai Karya "Mulya Jaya".

Balai Karya "Mulya Jaya" Selenggarakan Bimbingan Teknis ATENSI Berbasis KomunitasBEKASI, (1 April 2021) - Dalam rangka p...
02/04/2021

Balai Karya "Mulya Jaya" Selenggarakan Bimbingan Teknis ATENSI Berbasis Komunitas

BEKASI, (1 April 2021) - Dalam rangka pengimplementasian program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berbasis komunitas, Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menjadi mitra kerjanya.

ATENSI berbasis komunitas merupakan salah satu pendekatan dasar untuk memberikan layanan kepada Penerima Manfaat (PM) apabila tidak dapat ditangani di dalam keluarga atau tidak memungkinkan untuk mendapatkan layanan residensial, sehingga dalam pengaplikasiannya, Balai Karya "Mulya Jaya" menggandeng para LKS untuk turut andil dalam peranan sebagai pendamping Penerima Manfaat di komunitas.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat dalam arahannya melalui virtual meeting menjelaskan bahwa program ATENSI tertuang pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 16 Tahun 2020 dan ditindaklanjuti melalui Peraturan Dirjen tentang Pedoman ATENSI.

"Sesuai dengan arahan Menteri Sosial, dalam memberikan layanan kepada PM tidak hanya fokus pada rehabilitasi sosialnya saja tetapi harus dipastikan mereka memiliki akses lapangan pekerjaan baik yang sudah ada maupun yang kita ciptakan sendiri. Tidak ada jaminan bagi PM untuk mendapatkan penghasilan ekonomi secara mandiri sehingga bisa saja PM tersebut kembali ke dunianya yang sebelumnya. Oleh karena itu, untuk memberikan harapan bagi masa depan mereka agar terhindar dari mafia-mafia yang membuat mereka kembali lagi maka perlu ada kemitraan bersama LKS", jelas Harry.

"Program ATENSI Tahun 2021 telah diatur pada Permensos Nomor 16 Tahun 2020 yang didalamnya termasuk mengenai tugas dan fungsi Balai Karya Mulya Jaya. Balai ini yang sebelumnya bernama Balai Rehabilitasi Sosial Eks Wanita Tuna Susila Mulya Jaya perlu kita sesuaikan karena nama tersebut belum memenuhi hak bagi WTS karena masih memberikan stigma, sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Permensos yang berkaitan dengan pendekatan Hak Asasi Manusia nama balai ini menjadi Balai Karya Mulya Jaya di Jakarta", tambahnya.

Kemensos Ulurkan Bantuan Untuk Tati Si Manusia SilverJAKARTA, (28 Maret 2021) - Menteri Sosial, Tri Rismaharini pada (26...
29/03/2021

Kemensos Ulurkan Bantuan Untuk Tati Si Manusia Silver

JAKARTA, (28 Maret 2021) - Menteri Sosial, Tri Rismaharini pada (26/3) mendapati seorang perempuan yang tengah tidur di pinggir jalan kawasan Petojo, Jakarta Pusat. Dengan sifat keibuan dan kelembutan Mensos Risma, Tati bersedia mendapatkan layanan di Balai milik Kementerian Sosial. Tak berselang lama saat dijumpai, Tati usia 34 tahun, perempuan berpenampilan maskulin ini dibawa ke Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta oleh Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial.

Diterima oleh Koordinator Seksi Asesmen dan Advokasi Sosial, Agung Santoso, Tati langsung menjalani registrasi dan asesmen oleh Pekerja Sosial.

Dengan tujuh bersaudara dan menjadi anak bungsu, Tati merupakan anak yang paling disayangi oleh orang tuanya. Mereka pernah tinggal di salah satu tanah milik PT. Kereta Api Indonesia dibilangan Jakarta Barat. Namun naas karena mengalami kebakaran dan ibunya meninggal, satu per satu anggota keluarganya berpindah tempat tinggal, ada yang di jalan, ada yang menjadi pemulung, dan ada juga yang menumpang tinggal di tanah milik orang lain.

Semenjak merasa kehilangan ibunya yang teramat dalam terlebih ditinggal tanpa kejelasan oleh suaminya, ia lebih banyak bergaul dijalan dengan komunitas jalanan. Surat- surat legalitas seperti  KTP, Kartu Keluarga, dan kartu BPJS kesehatan, hilang saat ia menempati pinggiran Kali Cideng Jakarta Pusat.

Selain itu, nampak mata sebelah kirinya bermasalah dan Tati mengeluh matanya sakit sejak dua bulan yang lalu. Kemudian Pekerja Sosial, Dwi Ana Sofianti merekomendasikan agar Tati segera mendapatkan layanan kesehatan karena dikhawatirkan akan semakin parah jika terus dibiarkan.

Pukul 10.00 WIB, Dwi Ana bersama perawat Balai Karya "Mulya Jaya", Ihda Ulfia membawa Tati ke Poli Mata Rumah Sakit Harapan Bunda.

Ihda menjelaskan penuturan dokter bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat infeksi pada bola mata Tati yang diakibatkan oleh cairan kimia yang tidak sengaja masuk ke mata dari cat silver yang setiap hari menutupi seluruh tubuhnya.

Selengkapnya di Facebook : Balai Mulya Jaya 👇

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=279464290476624&id=100052391661278

Penerima Manfaat mengikuti kegiatan morning meeting bersama Pekerja Sosial.Kali ini, morning meeting menjadi ajang perke...
22/03/2021

Penerima Manfaat mengikuti kegiatan morning meeting bersama Pekerja Sosial.
Kali ini, morning meeting menjadi ajang perkenalan Penerima Manfaat yang baru mengikuti rehabilitasi sosial di Balai Karya "Mulya Jaya" 😊

Tanggulangi Banjir, Balai Karya "Mulya Jaya" Gandeng Sudin Sumber Daya Air Jakarta TimurJAKARTA, (18 Maret 2021) - Balai...
19/03/2021

Tanggulangi Banjir, Balai Karya "Mulya Jaya" Gandeng Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur

JAKARTA, (18 Maret 2021) - Balai Karya "Mulya Jaya" berlokasi di Jalan Tat Twam Asi, Komplek Depsos, Kecamatan Pasar Rebo dengan luas keseluruhan 19.378 meter persegi. Lokasi balai yang berada di tengah-tengah komplek dan berbentuk cekungan menyebabkan kerap kali terjadi banjir. Selain itu, saluran air yang kecil tidak dapat menyalurkan air dengan intensitas yang tinggi. Di tambah lagi dengan salauran air di luar balai pun mengecil. Balai Karya "Mulya Jaya" memiliki 2 kolam yang berfungsi sebagai penampungan air, namun saat ini kondisinya kolam tersebut semakin dangkal.

Berdasarkan permasalahan yang dialami, Balai Karya "Mulya Jaya" bekerjasama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur untuk melakukan normalisasi atau pengerukan kolam resapan. Pada (15/3), Staf Satuan Pelaksana SDA didampingi staf perencana dan tim, melakukan peninjauan terhadap kolam resapan tersebut.

Kepala Balai, Ai Herliyah bersama dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Muchyidin, dan Perencana, Isti Maimunah menjelaskan bahwa lingkungan Balai Karya "Mulya Jaya" sangat sering terjadi banjir terlebih pada curah hujan yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya proses pemberian layanan rehabilitasi sosial.

"Kami sudah sering sekali mengalami banjir disini Pak. Kalau hujan dengan intensitas tinggi genangan air sudah masuk ke seluruh area balai. Kita punya dua kolam Pak sebagai penampungan air tapi karena sudah lama sekali jadi sekarang kondisinya sudah semakin dangkal. Kalau kami tidak segera tangani, proses layanan rehabilitasi sosial tidak bisa berjalan dengan baik seperti biasanya", jelas Ai.

Sudin SDA Jakarta Timur meninjau langsung kondisi saluran air dan kolam penampungan air yang akan dinormalisasi. Staf Satuan Pelaksana SDA, Edy Susanto memberikan rekomendasi terkait penanganan banjir di Balai Karya "Mulya Jaya".

*Usai Metode Hidroponik, Kini Aquaponik dan Organik* *JAKARTA, (18 Maret 2021)* - Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta mi...
19/03/2021

*Usai Metode Hidroponik, Kini Aquaponik dan Organik*

*JAKARTA, (18 Maret 2021)* - Balai Karya "Mulya Jaya" di Jakarta milik Kementerian Sosial terus mengembangkan inovasi layanan terutama dalam rehabilitasi sosial bagi eks wanita tuna susila, wanita korban tindak kekerasan, dan wanita korban perdagangan orang. Salah satunya melalui pelatihan vokasional dan pengembangan kewirausahaan. Kali ini, pelatihan budidaya sayuran melalui metode hidroponik, aquaponik, dan organik akan dikembangkan sebagai peningkatan _skill_ para Penerima Manfaat.

Pada (17/3), Balai Karya "Mulya Jaya" mengundang narasumber penggiat budidaya tanaman, Erniyati untuk memberikan pelatihan mengenai budidaya sayuran kepada ASN dan PPNPN. Erniyati menjelaskan bahwa budidaya sayuran melalui metode hidroponik, aquaponik, dan organik sebenarnya hal yang mudah karena dengan memanfaatkan lahan yang terbatas mampu menghasilkan sayuran yang berkualitas untuk dapat dikonsumsi.

"Menanam tidak perlu di lahan yang luas, tapi bisa dilakukan di lahan yang kecil  atau juga dengan memanfaatkan media-media tanam yang ada, diantaranya memanfaatkan botol air mineral bekas yang ada di rumah", kata Erniyati.

"Aquaponik saat ini sedang banyak diminati di berbagai kalangan karena dapat memberikan 2 manfaat sekaligus, yaitu menanam sayuran dan budidaya ikan. Adapun untuk organik, yaitu dengan memanfaatkan tanah yang ada, untuk ditanami. Tentunya dengan melihat jenis tanah yang harus bagus untuk bisa ditanami. Sedangkan untuk hidroponik, metode yang lebih memerlukan biaya lebih karena tanaman tersebut memerlukan nutrisi yang harganya lumayan mahal", jelasnya.

Usai Erniyati memberikan materi, Kepala Balai, Ai Herliyah didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Muchyidin, Koordinator Asesmen dan Advokasi Sosial, Agung Santoso, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Edy Santoso mengajak untuk melihat hasil budidaya hidroponik yang sebelumnya telah dibuat di Balai Karya "Mulya Jaya".

"Ini sudah bagus-bagus hasilnya ya Bu tinggal nanti kita coba di metode aquaponik yang menanam bersamaan dengan ikan. Jadi panennya bisa dua nanti, panen sayur dan panen ikan", kata Erniyati.

Address

Jalan Tat Twam Asi Nomor 47, Komplek Depsos, Kelurahan Gendong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Karya Mulya Jaya Jakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Balai Karya Mulya Jaya Jakarta:

  • Want your organization to be the top-listed Government Service?

Share