10/12/2019
MTA MINTA KEADILAN KRPADA PEMKAB KEBUMEN
Majelis Tafsir Alquran (MTA) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) atau pihak berwajib bersikap adil terhadap lembaga dakwah yang diijinkan pemerintah ini.
Saat ini, Pemkab Kebumen tidak berdaya menghadapi gejolak demo menolak adanya pengajian MTA di wilayahnya. Bahkan sekarang dinilai cenderung memihak kepada pendemo dengan mengeluarkan surat imbauan untuk mengalihkan kegiatan pengajian MTA ke tempat lain.
Ketua Cabang MTA Adimulyo Kabupaten Kebumen, Hartono mengatakan, selama ini dia dan anggota pengajianya juga seringkali mengalami intimidasi dari warga yang mendemo dan perangkat desa maupun aparat agar menghentikan kegiatan pengajiannya. Padahal, selama ini pengajian MTA tidak ada yang menyimpang karena berdasarkan Alquran dan Hadits.
“Alasan mereka agar saya menghentikan kajian tidak masuk akal. Masyarakat tidak menerima pengajian MTA karena MTA tidak berasal dari kelompok mereka,” katanya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Minggu (8/12/2019).
Ia mengaku, MTA merupakan lembaga resmi yabg berbadan hukum dan bergerak di bidang dakwah Islamiyah. Tapi di sini MTA ditolak hanya karena perbedaan paham.
“Kenapa mereka tidak menolak atau menutup tempat maksiat? Kenapa kami yang ngaji ikuti perintah Allah tidak diberi perlindungan? Sedang hak kami dalam beragama dijamin oleh undang-undang, lantas Pancasila apa tidak berlaku di Kebumen?” tanyanya.
Sejak diresmikan Cabang MTA di Adimuyo Kebumen pada silaturahmi nasional (Silatnas) MTA ke-3 oleh Presiden Joko Widodo, MTA Adimulyo sudah empat kali diusir dan dirusak tempat kajiannya oleh warga yang menolak.
Bahkan sempat nyaris bentrok antara masa dan simpatisan MTA dengan para pendemo saat kajian dipindah di Sidomukti. Tak hanya itu, masih banyak hal lain yang terjadi, mulai dari pelemparan telur busuk ke lokasi pengajian hingga pemblokiran jalan menggunakan balok dan batu.
Yang disayangkan MTA di sini, bukan pelaku yang diamankan, melainkan penghuni rumah yang dievakuasi hingga masa leluasa melakukan perusakan. Saat ini, di lokasi pengajian dipasang papan imbauan agar MTA memindahkan pengajiannya ke tempat lain. Imbauan itu ditandatangani para pemangku kebijakan di Pemkab Kebumen.