29/08/2026
Awal Maret 2026. Menjelang Lebaran, sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap dikumpulkan.
Pembicaraan soal THR Lebaran muncul.
Dalam berita acara pemeriksaan yang dibacakan jaksa di persidangan, dinas tersebut awalnya disebut diminta mengumpulkan Rp75 juta.
Angka itu membuat sejumlah pejabat keberatan.
Nominalnya kemudian berubah menjadi Rp35 juta. Beban itu dibagi antara kepala dinas, sekretaris dinas, dan para kepala bidang.
Seorang pejabat dari Bidang Sarana dan Prasarana mendapat bagian Rp6,5 juta.
Ia tidak membayarnya sendiri.
Rp2,5 juta dari uang pribadinya. Dua kepala seksi di bawah bidangnya masing-masing menyumbang Rp2 juta.
Sampai di sini, jaksa kemudian mengajukan pertanyaan.
Kenapa tetap membayar kalau sejak awal keberatan?
âYa merasa tidak enak aja.â
Saksi mengaku tidak mendapat ancaman atau tekanan secara langsung.
Tetapi dalam BAP, ia sebelumnya menerangkan adanya kekhawatiran penolakan dapat membuat hubungan kerja tidak nyaman dan menjadi bahan pembicaraan di lingkungan kantor.
Lalu jaksa bertanya lagi apakah uang itu diberikan secara ikhlas.
Jawabannya: âIkhlas, Pak.â
Percakapan itu bagian kecil dari persidangan dugaan korupsi pengump**an dana THR yang menjerat Bupati nonaktif Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda nonaktif Sadmoko Danardono.
Jumat 28 Agustus 2026, KPK menghadirkan 11 saksi. Bukan hanya dari Dinas Pendidikan, tetapi juga sejumlah kepala dinas, kepala bidang, pihak ketiga, hingga saksi dari perbankan.
Mekanisme pengump**an dana dari lingkungan rumah sakit daerah juga ikut dibuka.
Ada kebutuhan dana yang disebut mencapai Rp40 juta. Kemudian nominal tersebut dibagi kepada sejumlah pejabat:
Rp3 juta untuk Plt direktur
Rp2,5 juta untuk masing-masing wakil direktur
Rp2 juta untuk kepala bagian dan kepala subbagian
Rp1,5 juta untuk pejabat di bawahnya.
Lalu, seberapa sukarela pemberian ketika seseorang merasa perlu membayar demi menjaga hubungan?
Jawabannya tentu akan diuji dalam persidangan.
Karena tugas pengadilan bukan menilai perasaan, tapi membuktikan fakta.