PSRP

PSRP PERHIMPUNAN REVOLUSIOR SOSIALIS PAPUA-PRSP

“Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB”Semangat akan terus perjuangkan melalui Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB  dengan...
03/04/2026

“Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB”

Semangat akan terus perjuangkan melalui Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB dengan metode- tradisi yang secara demokratis tujuannya adalah memajukan kesadaran politik terkhususnya orang Papua.

orientasi dan teori-teori di bhawa Panji Bolshevik, Marxisme ilmiah, sosialisme ilmiah, tujuannya adalah wujudkan manusia tanpa kelas.

a.) Petani berhak berorganisasi di bahwa kolektif.
b.) Buruh berhak berorganisasi di bawah kolektif.
c.) Nelayan berhak berorganisasi di bhawa kolektif.
d.) Pelajar behak berorganisasi di bhawa kolektif
e.) Mahasiswa berhak berorganisasi di bhawa kolektif..

a.) Yang terlarang kolektif Papua belajar bersama adalah Borjuis lokal Papua.
b.) Terlarang Intel antagonis Borjuis kapitalisme.
c.) Terlarang TNI-Polri orang asli Papua.

Syarat masuk dalam kader kolektif adalah:
Tendensi yang sama, ideologi yang sama, metode yang sama, tujuannya adalah menggulingkan sistem imperialisme-kapitalisme kolonialisme mewujudkan Sosialisme ilmiah.

Cerita tentang pergerakan berdirinya kolektif dalam jangka pendek yang sudah lakukan kerja-kerja kolektif adalah sebagai berikut:

Kolektif sejak 14 Mey tahun 2024 nusa tenggara barat banyak masa yang tergabung dengan antusias melalui diskusi bersama, lapak baca bersama, menulis bersama, satu sama lain kontrakan Po nusa tenggara barat di bhawa Aliansi Mahasiswa Papua-AMP komite kota lombok,

Tujuannya adalah mendorong mahasiswa Papua 70 mahasiswa Papua yang di jamin dari Dikti (adik afirmasi)-dengan jumlah yang bertambah banyak itu kami berusaha semaksimal mungkin untuk menarik mereka dengan metode yang kita gunakan adalah, kemauan mereka, agar kolektif tetap membara, semakin hari semakin bertambah dalam 1 Minggu dengan hal itu kami kolektif berhasil merekrut 8 orang masuk dalam kaderisasi AMP sejak 2025 yang bagian dari kami.

Selanjutnya beberapa kawan yang ingin menjadi bagian dari kk-kolektif tapi apakah akan merekrut atau tidak Kawan-kawan yang bergerak dengan taktik yang tepat di dalam kolektif tidak ada membersamai dengan hal lain/ Panji yang berbeda..

Dan kolektif juga punya relasi dan basis yang cukup luas, terutama lombok timur, Lombok Utara, lombok barat.

Maka tentunya kolektif akan tetap konsisten dan membawa nama kolektif dengan apa yang kolektif yakini., kolektif tentunya mencari kader yang baru, tujuannya benar-benar memperjuangkan HMNS tanpa pemikiran yang dualisme, sektarianisme, oportunisme, kiri ke kanan...

Papua akan di usahakan di bentuk secara semaksimal mungkin, karena organisasi yang bernama masa yang luas tapi teori dan orientasinya masih ke kiri-kanan belum tentu semua terumus ke satu arah..

Medan juang 3 April 2026 Wamena Papua

Akar Rumput kaum Muda Revolusioner

01/04/2026

"Orang Papua seperti binatang di mata kolonial Indonesia."

Analisis wene; Brutalitas TNI-Polri Terhadap masyarakat adat Papua tentunya intrusi dari atasannya, tentunya perlu kita analisis secara tepat pelanggaran HAM brutalitas polisi terhadap masyarakat adat di Papua.

Brutalitas TNI-Polri Terhadap masyarakat adat Papua dengan antusias moncong senjata terhadap masyarakat adat pribumi Papua tentunya reaksi dari kepentingan imperialisme-kapitalisme kolonialisme dengan cara yang terang-terangan agar masyarakat lain diam dalam seksisme, Fasisme, rasisme, diskriminasi, penindasan, penumbuhan, massal, eksplorasi tanah adat dengan berbasis struktural militer yang brutalitas terhadap masyarakat Papua tidak Eran dan kaget, brutalitas polisi terhadap masyarakat karena reaksi Brutalitas muncul semenjak presiden. republik ini Prabowo-gibran dengan tentunya masyarakat Papua akan di musnahkan..

masyarakat adat Papua perlu mempersiapkan diri untuk melawan Militerisme Indonesia diatas tanah Papua, jika masyarakat massal Papua diam dalam penjajahan pembunuhan orang Papua akan di bunuh secara perlahan secara terang-terangan dan tertutup..

Terang-terangan adalah: membungkam ruang demokrasi hak orang Papua dengan mengatasnamakan hegemonisasi--chauvini NKRI Arga mati. Orang Papua menembak mati seperti binatang. Orang Papua dieksplotasi secara bertubi-tubi demi mengatasnamakan menjaga chauvinis NKRI Arga mati. Orang Papua di tangkap dan di melumpukan secara tidak manusiawi. Semuanya ini adalah tentunya reaksinya Kolonialisme terhadap bangsa terjajah maka pentingnya mempersatukan kekuatan untuk mengusir penjajah kolonial Indonesia diatas Tanah Papua.

Secara pelan dan Alus: kolonialisme tentunya mengirimkan perempuan-perempuan yang sudah kena HIV-ADS melalui ( Michat), Melalui minuman alcohol, melalui doktrin secara tekan dan banyak cara taktik dari pada strategi kolonialisme terhadap bangsa terjajah.

Kesimpulan:
melawan militerisme kolonial bertujuan untuk,
Mengakhiri akumulasi modal yang berbasis pada perampasan tanah dan tenaga kerja.

Menyatukan perjuangan pekerja di negara penjajah dengan perjuangan pembebasan di negara jajahan.

Mengusir penjajah sebagai langkah menuju revolusi proletar global.

Wene Karunggu 1 April 2026

25/03/2026

Pilihan yang tepat adalah menghubungkan organisasi yang revolusior di bhawa Panji IMT adalah tepat sesuai perkataan

_karx Marx bersatulah kaum seluruh dunia_

Penyatuan Internasional:
Marx mengajak kaum pekerja/proletar—mereka yang tidak memiliki alat produksi dan menjual tenaga—untuk bersatu tanpa memandang batas negara.

Melawan Penindasan: Slogan ini adalah ajakan revolusioner untuk menggulingkan kelas penguasa (borjuis) yang dianggap mengeksploitasi pekerja.

"Belenggu" yang Dilepaskan: "Kaum proletar tidak akan kehilangan apa pun kecuali belenggu mereka. Mereka memiliki dunia untuk dimenangkan," yang berarti para pekerja tidak akan rugi apa-apa karena hidup mereka sudah tertindas, namun berpotensi mendapatkan kebebasan dan keadilan.

Perubahan Sosial: Tujuan akhirnya adalah terciptanya masyarakat tanpa kelas.

*Literasi_“KPBB”*
_Gagasan Marx_ 🔥
_Percikan api yang tak bisa di padamkan_🔥

TPNPB Bebaskan Tiga Imigran Indonesia Dari Wilayah Perang Di Yahukimo Sebagai Peringatan Terakhir, TPNPB: Tidak Ada Jami...
19/03/2026

TPNPB Bebaskan Tiga Imigran Indonesia Dari Wilayah Perang Di Yahukimo Sebagai Peringatan Terakhir, TPNPB: Tidak Ada Jaminan Keamanan Bagi Imigran Indonesia Di Wilayah Perang Setelah Ultimatum Ini Dikeluarkan

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 19 Maret 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalion Korowai bahwa pada hari Rabu, 18 Maret 2026 pasukan TPNPB dibawa pimpinan Almarhum Mayor Bocor Semut Sobolim dan pasukannya telah melakukan penangkapan dan interogasi terhadap tiga orang warga sipil atau imigran Indonesia yang sedang memasuki wilayah konflik bersenjata di Korowai perbatasan Yahukimo dan Pegunungan Bintang. Dalam interogasi tersebut, tiga imigran Indonesia mengakui kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum di wilayah perang, sehingga ketiga imigran Indonesia tersebut dibebaskan dan dipulangkan oleh pasukan TPNPB dari Batalion Korowai.

Pembebasan ketiga warga imigran Indonesia oleh TPNPB di wilayah perang di Korowai sebagai peringatan terakhir kepada Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Kolonialisme Indonesia agar segera evakuasi seluruh agen intelijen militer kolonialisme Indonesia atau imigran Indonesia dari wilayah perang di Tanah Papua dan secara resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB sampaikan kepada seluruh imigran Indonesia agar mulai detik ini segera keluar dari hutan-hutan dan seluruh wilayah perang di Papua. Tidak ada lagi jaminan keamanan bagi warga imigran Indonesia yang memasuki wilayah perang dan juga kami sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar wajib eksekusi mati imigran Indonesia yang pencuri dan perampok sumber daya alam Papua di tengah-tengah situasi konflik di Papua.

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap bahwa;

1. TPNPB tidak pernah membunuh masyarakat sipil tanpa mengetahui indentitas. Tetapi yang kami bunuh selama ini adalah benar-benar intelijen negara. Buktinya bahwa kemarin TPNPB Korowai dibawa pimpinan Mayor Alm Bocor Semut Sobolim dan pasukannya telah bebaskan tiga imigran Indonesia.

2. TPNPB tidak pernah salah jikalau ada pembunuhan di seluruh Papua lebih khususnya di wilayah perang terhadap imigran Indonesia karena sebelum di eksekusi mati kami telah mengikuti jejak mereka selama 2 atau 3 bulan dan benar-benar terlibat maka eksekusi mati tetap dilakukan.

3. Selama ini aparat militer Indonesia mengatakan di media-media nasional bahwa TPNPB tidak mematuhi hukum humaniter internasional adalah keliru dan hal itu sering kali dikeluarkan oleh Kodam XVII Cenderawasih, Satgas Damai Cartenz, Satgas Habema dan jajarannya. TPNPB secara resmi sudah menjamin keamanan dan perlindungan warga sipil sehingga mengeluarkan pernyataan sikap bahwa seluruh agen intelijen militer pemerintah kolonial Indonesia yang memasuki wilayah perang segera keluar.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan kabinetnya agar segera evakuasi seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang sedang memasuki wilayah perang di Papua yang sedang berada di hutan-hutan yang sedang mencuri kekayaan alam Papua secara ilegal berupa Emas, Gaharu dan lainnya serta imigran indonesia di wilayah konflik tidak ada jaminan keamanan setelah kami keluarkan imbauan ini. Himbauan ini sebagai peringatan penting agar seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia segera keluar dari wilayah perang karena eksekusi mati tetap dilakukan oleh TPNPB di dalam wilayah perang.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 19 Maret 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

‎Jenderal Goliath Tabuni
‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom
‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Terianus Satto
‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Rumput kaum Muda Revolusioner

Perampokan Tanah Adat Papua Itu Siapa?Tanah Papua bukan sekadar hamparan hutan dan pegunungan. Ia adalah ruang hidup, id...
19/03/2026

Perampokan Tanah Adat Papua Itu Siapa?

Tanah Papua bukan sekadar hamparan hutan dan pegunungan. Ia adalah ruang hidup, identitas, dan napas sejarah bagi masyarakat adat. Namun hari ini, tanah itu terus dirampas bukan dengan cara terang-terangan seperti masa kolonial lama, tetapi melalui wajah baru: kapitalisme, imperialisme, dan militerisme.

Kapitalisme masuk dengan bahasa “pembangunan”. Perusahaan-perusahaan besar datang membawa investasi, membuka perkebunan, tambang, dan proyek-proyek raksasa. Tetapi di balik itu, tanah adat yang diwariskan turun-temurun berubah menjadi konsesi. Hutan dibabat, sungai tercemar, dan masyarakat adat dipinggirkan dari tanahnya sendiri. Tanah yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini diperlakukan sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan.

Imperialisme bekerja lebih halus namun lebih dalam. Papua yang kaya akan sumber daya alam dijadikan ladang eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Emas, kayu, dan hasil bumi lainnya mengalir keluar, sementara masyarakat asli tetap hidup dalam keterbatasan. Kekayaan diambil, tetapi kesejahteraan tidak pernah benar-benar kembali kepada rakyat Papua. Ini menciptakan paradoks tanah yang kaya, tetapi rakyatnya dimiskinkan.

Ketika perampasan itu mendapat perlawanan, militerisme hadir sebagai penjaga sistem. Aparat keamanan ditempatkan, bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk memastikan bahwa kepentingan ekonomi tetap berjalan. Di banyak tempat, kehadiran militer menciptakan rasa takut, membatasi ruang hidup masyarakat, dan memperdalam luka sosial. Tanah tidak hanya dirampas, tetapi juga dijaga dengan kekuatan.

Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit yang melihat situasi Papua sebagai bentuk kolonialisme modern. Bukan lagi penjajahan dengan bendera asing, tetapi penguasaan yang berlangsung melalui kebijakan, kekuatan ekonomi, dan kontrol keamanan. Masyarakat adat tidak menjadi penentu atas tanahnya sendiri, melainkan menjadi objek dari sistem yang lebih besar.

Dampaknya nyata dan terasa: kehilangan tanah adat, rusaknya lingkungan, konflik sosial, hingga tergerusnya identitas budaya. Bagi orang Papua, tanah bukan sekadar aset ekonomi ia adalah ibu, sejarah, dan kehidupan itu sendiri. Ketika tanah dirampas, yang hilang bukan hanya ruang, tetapi juga masa depan.

Karena itu, perjuangan masyarakat adat Papua bukan sekadar soal mempertahankan lahan, tetapi mempertahankan keberadaan mereka sebagai manusia yang merdeka di atas tanahnya sendiri. Pengakuan wilayah adat, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, dan pembangunan yang berakar pada kebutuhan rakyat menjadi hal yang mendesak.

Tanpa itu, “pembangunan” hanya akan menjadi nama lain dari perampokan yang dilegalkan.

Eko-vinsent

PSRP

“Siapapun yang mengaku diri sebagai aktivis tapi tidak konsisten dalam organisasi maka tandanya berselingkuh dengan dia ...
19/03/2026

“Siapapun yang mengaku diri sebagai aktivis tapi tidak konsisten dalam organisasi maka tandanya berselingkuh dengan dia punya istri pertama”- Nade Lokbere.

Seruan diatas sangatlah penting untuk mempelajari apa itu aktivitas yang tidak konsisten dan tandanya berselingkuh dalam gerakan pemikiran dualisme dan tidak konsisten ayo baca selengkapnya di bawah:

Pernyataan tersebut tampaknya merupakan sebuah analogi atau kiasan (metafora) yang sering digunakan dalam konteks pergerakan atau organisasi untuk menyindir ketidakkonsistenan seseorang.

Dalam budaya organisasi/aktivis, ungkapan itu sering diartikan sebagai berikut:

"Aktivis tapi tidak konsisten"
Merujuk pada orang yang mengaku memperjuangkan sebuah ideologi atau nilai-nilai tertentu, namun tidak disiplin, sering menghilang, atau tidak berkomitmen penuh pada tujuan organisasi.

"Berselingkuh dengan dia punya istri pertama"
Ini adalah bentuk metafora yang bermakna orang tersebut kembali ke zona nyaman, mengutamakan urusan pribadi, kepentingan pragmatis, atau kembali ke "kehidupan lama" (apatis/non-aktivis) dibandingkan berjuang di organisasi.

Secara harfiah, kalimat ini tidak merujuk pada perselingkuhan rumah tangga, melainkan lebih pada ketidaksetiaan terhadap komitmen pergerakan.

Orang tersebut dianggap tidak tuntas atau "gagal" dalam menjiwai peran sebagai aktivis karena membagi fokus (berselingkuh) dengan kepentingan pribadinya (istri pertama analoginya, pemikiran dualisme, tidak tepat konsisten berjuang dalam organisasi.


Belajar Merdeka untuk Masa Depan BangsaPendidikan gratis dan kesehatan gratis merupakan investasi strategis bagi kemajua...
06/03/2026

Belajar Merdeka untuk Masa Depan Bangsa

Pendidikan gratis dan kesehatan gratis merupakan investasi strategis bagi kemajuan suatu bangsa. Kedua sektor ini bukan sekadar layanan sosial, tetapi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Pendidikan gratis membuka akses yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. Bagi keluarga miskin, pendidikan sering kali menjadi satu-satunya jalan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Melalui pendidikan, masyarakat memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, serta kemampuan berpikir kritis dalam memahami realitas sosial di sekitarnya. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menciptakan tenaga kerja yang produktif, tetapi juga melahirkan warga yang sadar, kritis, dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.

Di sisi lain, kesehatan gratis merupakan syarat dasar agar manusia dapat hidup dan bekerja secara optimal. Masyarakat yang sehat memiliki daya tahan tubuh yang baik, kemampuan belajar yang maksimal, serta produktivitas yang lebih tinggi. Tanpa jaminan kesehatan, keluarga miskin sering terjebak dalam beban biaya pengobatan yang mahal, yang pada akhirnya memperdalam ketimpangan sosial.

Ketika pendidikan dan kesehatan dapat diakses secara luas oleh seluruh rakyat, negara sebenarnya sedang membangun fondasi masa depan yang kokoh. Investasi pada manusia akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memperkuat stabilitas sosial, memperluas kesempatan ekonomi, dan mendorong kemajuan bangsa secara berkelanjutan.

Belajar merdeka bukan hanya tentang kebebasan memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang keberanian untuk berpikir, berdiskusi, dan mencari solusi atas persoalan masyarakat. Oleh karena itu, ruang-ruang belajar kolektif seperti lapak baca, diskusi komunitas, dan gerakan literasi rakyat menjadi sangat penting. Dari ruang-ruang sederhana inilah kesadaran sosial tumbuh dan perubahan mulai digerakkan.

Sebagaimana dikatakan oleh Karl Marx, pengetahuan yang tidak dimiliki tidak akan mampu menolong siapa pun. Artinya, masyarakat yang tidak belajar akan sulit membebaskan dirinya dari ketertinggalan.

Karena itu, belajar bersama dan bergerak bersama adalah langkah awal untuk membangun masyarakat yang sadar, merdeka dalam berpikir, dan mampu menentukan masa depannya sendiri.

Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire
“Belajar Bersama dan Bergerak Bersama”

Tanah Air West Papua Barat
6 Februari 2026

Eko-Vinsent

REVOLUSI DAN PEMBEBASAN PEREMPUAN“Kaum Marxis percaya bahwa laki-laki dan perempuan harus berjuang untuk mengubah hidup ...
27/02/2026

REVOLUSI DAN PEMBEBASAN PEREMPUAN

“Kaum Marxis percaya bahwa laki-laki dan perempuan harus berjuang untuk mengubah hidup mereka dan menciptakan masyarakat yang benar-benar manusiawi yang akan memungkinkan umat manusia bangkit ke sifat aslinya. Kami percaya bahwa laki-laki dan perempuan hanya memiliki satu kehidupan dan harus mengabdikan diri untuk menjadikan hidup itu indah. Kami berjuang untuk surga dalam hidup ini karena kami tahu tidak ada kehidupan yang lain. Saat kita hidup dan berjuang untuk dunia yang lebih baik kita juga sedang mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk anak cucu kita. Dan bahkan jika setiap individu memiliki kehidupan yang terbatas spesies manusia akan terus berlanjut dan kontribusi individu kita untuk tujuan kemanusiaan juga dapat berlanjut setelah kita tidak ada lagi. Kita dapat mencapai keabadian bukan dengan menyangkal hukum alam tetapi dengan bertahan dalam ingatan generasi mendatang, satu-satunya keabadian yang dapat dicita-citakan oleh manusia.” (Revolutionary Communist International)

https://percikanapi.data.blog/2023/04/06/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-1/

https://percikanapi.data.blog/2023/04/09/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-2/

https://percikanapi.data.blog/2023/04/27/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-3/

https://percikanapi.data.blog/2023/05/14/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-4/

https://percikanapi.data.blog/2025/01/28/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-5/

https://percikanapi.data.blog/2025/02/03/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-6/

https://percikanapi.data.blog/2025/02/09/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-7/

https://percikanapi.data.blog/2025/02/16/revolusi-dan-pembebasan-perempuan-bagian-8/

https://percikanapi.data.blog/2023/08/16/revolusi-oktober-lenin-perempuan-dan-bolshevik-bagian-1/

https://percikanapi.data.blog/2023/08/27/revolusi-oktober-lenin-perempuan-dan-bolshevik-bagian-2/

https://percikanapi.data.blog/2023/09/10/revolusi-oktober-lenin-perempuan-dan-bolshevik-bagian-3/

- Front Muda Revolusioner Mataram

Bangun Bolshevisme sekarang juga: https://revolusioner.org/bergabung/

“Dunia lama berada dalam proses pembusukan yang cepat dan tidak dapat diperbaiki. Laki-laki dan perempuan tercabik-cabik oleh kecenderungan yang kontradiktif. Keyakinan mereka hancur dan mereka ter…

TELAH TERBIT! "KRISIS KEPEMIMPINAN REVOLUSIONER"Karya ini kami dedikasikan untuk seluruh angkatan politik proletar dan m...
16/02/2026

TELAH TERBIT! "KRISIS KEPEMIMPINAN REVOLUSIONER"

Karya ini kami dedikasikan untuk seluruh angkatan politik proletar dan muda, yang hidup dan berjuang di tengah dunia kapitalisme yang sedang runtuh:

“Tidak ada dunia yang merintangi jalannya guntur; percikan akan mengobarkan api!”

Kami bukan penipu! Kita harus mendasarkan diri kita hanya pada kesadaran massa. Sekalipun perlu setiap saat menjadi minoritas, biarlah begitu. Kita tidak boleh takut menjadi minoritas. Kami akan terus melakukan kerja kritik untuk membebaskan massa dari tipu daya. Garis kami akan terbukti benar. Semua yang tertindas akan datang kepada kami. Mereka tidak punya jalan keluar lain.

- V.I. Lenin

“Api yang melelehkan sutera dan membengkokkan besi akan mengeraskan baja: bangun Bolshevisme sekarang juga!”

Tidak pernah ada tugas yang lebih besar di dunia ini, partai kami menuntut dari kami agar kami memberikan diri kami sepenuhnya dan secara keseluruhannya. Tapi sebagai gantinya, itu memberi kita pemenuhan tertinggi. Kesadaran bahwa seseorang berpartisipasi dalam membangun masa depan yang lebih baik, di pundaknya terletak partikel harapan umat manusia, dan agar hidup kita tidak sia-sia.

- Leon Trotsky

***

KRISIS KEPEMIMPINAN REVOLUSIONER

(https://drive.google.com/file/d/1nlN7aBOj2ycOQ5dqz7Fk8Ti7UPkvOlOL/view?usp=drivesdk)

Diterbitkan dalam versi PDF oleh : Independent Movement

Tebal : 660 halaman
Ukuran : 15 x 23 cm

Terbitan Pertama, Februari 2026

“Tidak ada Hak Cipta:
bebas dicetak, digandakan dan disebarkan!”

Tulisan ini di tulis oleh:Kamrd Anonim Viktor FMR semoga bisa bermanfaat bagi siapapun

21/12/2025

Kita harus ingat bahwa imperialisme adalah sebuah sistem dunia, tahapan tertinggi dari kapitalisme—dan harus dikalahkan dalam konfrontasi dunia. Tujuan strategis dari perjuangan ini adalah penghancuran imperialisme. Bagian kita, tanggung jawab kita sebagai bangsa yang dieksploitasi dan terbelakang di dunia adalah untuk melenyapkan fondasi imperialisme: bangsa-bangsa kita yang tertindas, dan penindas, dari mana mereka mengekstrak modal, bahan mentah, teknisi, dan tenaga kerja murah, dan ke mana mereka mengekspor modal baru—instrumen dominasi—senjata dan segala macam barang; sehingga menenggelamkan kita dalam ketergantungan absolut.”(Kaum Bolshevik)

Address

Perhimpunan Revolusioner Sosialis
Wamena
99511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PSRP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share