19/09/2024
Sepak Bola di kota Surabaya dimasa HIndia Belanda
John Edgar, siswa HBS (Hollandsche Burgere School) membentuk tim sepakbola bernama Victoria di Surabaya ditahun 1894. Victoria menjadi klub resmi pertama dibentuk lalu disusul dengan dibentuknya klub Spartan, SIOD ( Scorns InOns Doel ) , Rapiditas dan THOR ( Thot Heil Onzer Ribben ) , klub Thor ini yang tempat latihanya sekarang menjadi Lapangan Thor.
Semua klub bernaung di Oost Java Voetbalbond ( OJVB ) ditahun 1907 dan ditahun 1909 berganti nama menjadi Soerabjasche Voetbalbond ( SVB ) dan mengelar pertandinga antar klub.
Ditahun 1914 Oei Kim Liem mendirikan klub Tiong Hoa Soerabaja, Disusul tahun 1927 oleh R. Pamoedji dan Paidjo mendirikan Soerabajasche Indonesische VoetbalBond ( SIVB) pada tanggal 18 Juni 1927 dalam perkembangnya menjadi PERSEBAYA.
Tahun 1930 Yislam Murtak, Salim Barmen, Mohammad bin Said Martak, dan Mohammad Bahalmar membentuk klub Bernama Annasser ( artinya Kemenangan ) dan dalam perkembangannya menjadi klub Assyabaab.
Kompetisi antar Klub
Klub klub bola milik orang eropa seperti Victoria Spartan, SIOD , Rapiditas dan THOR, klub bola milik bangsa Timur Jauh seperti SV Tionghoa Soerabaja dan SV Annasser berkompetisi di SVB sedang SIVB memiliki kompetisi sendiri berisi klub milik orang orang pribumi.
Adanya dua poros dipersepak bolaan kota Surabaya pada waktu itu yakni SVB dan SIVB secara tidak langsung adanya " Persaingan" antar dua ornaisasi ini.
Kemudian muncul 1 poros lagi yakni SKVB ( Soerabajasche Kantoor VoetbalBond ) yang berisikan klub klub yang dirikan oleh pegawai perusahaan semisal SV Douane. SV Factorij, SV Internatio, SV Handlesbank, SV Marine Karzene Goebeng dll.
Tetapi dalam perkembangnya poros poros itu akur dan saling tukar pemain walau pun berkompetisi dijalur yang berbenda . SVB di kompetisi antar kota ( Strendenwedstrijden ) sedangan SIVB di perserikatan.
Kultur sepak bola seakan akan menjadi jalinan komunikasi dan persabahatan dimana SVB yang mayorital pemain dan pemiliknya orang Belanda / Eropa dan Timur jauh sedangan SIBV merupakan berisi klub klub milik pribumi tetapi mereka sering berbagi lapangan, sparing / pertandingan persahabatan . Mereka bersaing secara Fair dan saling menghargai. Sedangan SIVB bisa tetap menjaga Jiwa Nasioanlis melalui olah raga Sepak Bola.
Foto: KITLV : Klub dari Soerabajasche VoetbalBond mengikuti kompetisi di acara pameran dagang dikota Semarang tahun 1914