13/03/2026
“ 12 Penyakit Menular Seksual pada Pria yang Perlu Diketahui “
🗣️ Penyakit menular seksual terjadi akibat bergonta-ganti pasangan & seks sesama jenis.
Penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual antara sesama atau lain jenis kelamin. Ini bisa terjadi setelah melakukan seks va**nal, oral, atau a**l.
Meski wanita memiliki risiko lebih tinggi ketimbang pria, beberapa jenis penyakit menular seksual lebih rentan dialami pria. Risikonya lebih tinggi bagi mereka penganut biseksual dan homoseksual.
➡️ Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual pada Pria :
1⃣. Gonore
Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’ ini disebabkan oleh bakteri Gonococcus. Di antara banyaknya penyakit menular seksual pada pria, gonore merupakan salah satu yang paling sering dialami.
Gejala gonore pada pria meliputi:
• Keluarnya cairan yang tidak biasa dari ujung p***s. Cairan ini berwarna putih, kuning atau hijau.
• Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
• Peradangan yang ditandai dengan pembengkakan kulup.
• Rasa sakit atau nyeri di te**is.
Ada berbagai pilihan obat-obatan untuk mengatasi gonore, baca di artikel ini: Ini Daftar Obat Gonore yang Bisa Didapatkan di Apotek.
2⃣. Klamidia
Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Ini dapat menginfeksi pria dan wanita. Klamidia pada pria biasanya di alami di bagian uretra (dalam p***s), rektum, atau tenggorokan.
Gejalanya meliputi:
• Keluar cairan dari p***s.
• Sensasi terbakar saat buang air kecil.
• Sensasi gatal dan terbakar di sekitar lubang p***s.
• Nyeri dan bengkak pada salah satu atau kedua te**is.
Selain itu, Ini Macam Macam Penyakit yang Sangat Mudah Menular.
3⃣. Sifilis
Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menyebar melalui kontak kulit atau selaput lendir. Tanpa pengobatan yang tepat, sifilis dapat merusak organ jantung, bahkan mengancam jiwa.
Gejalanya dibedakan berdasarkan intensitas keparahan penyakit. Ini meliputi:
• Sifilis primer. Ini ditandai dengan luka kecil dan tidak terasa nyeri. Luka ini tersembunyi di dalam rektum.
• Sifilis sekunder. Ini ditandai dengan ruam yang dimulai dari p***s dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini tidak terasa gatal dan biasanya disertai dengan luka di mulut dan area ge***al.
• Sifilis laten. Ini adalah tahap lanjutan dari sifilis sekunder. Penyakit berkembang selama bertahun-tahun.
• Sifilis tersier. Ini adalah tahap lanjutan dari sifilis laten. Penyakit memicu kerusakan pada otak, mata, jantung, hati, persendian, saraf, dan pembuluh darah.
• Neurosifilis. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan sistem saraf, serta mata.
Apabila kamu mengalami gejala sifilis, jangan tunda untuk segera hubungi 5 Pilihan Dokter yang Bisa Bantu Mengobati Sifilis.
4⃣. Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi pada bagian epididimis akibat bakteri Mycoplasma atau Chlamydia. Epididimis merupakan saluran pada bagian belakang te**is yang berfungsi membawa sperma dari te**is menuju uretra.
Gejalanya termasuk:
• Pembengkakan, kemerahan, atau sensasi rasa hangat pada skrotum.
• Sensasi nyeri tekan di salah satu te**is.
• Sensasi terbakar saat buang air kecil.
• Peningkatan frekuensi buang air kecil.
• Keluar cairan dari p***s.
• Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah atau daerah panggul.
• Adanya darah dalam air mani.
• Demam tinggi.
5⃣. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas va**nalis. Trikomoniasis pada pria ditandai dengan:
• Gatal atau iritasi di dalam p***s.
• Sensasi rasa terbakar saat buang air kecil atau setelah ejakulasi.
• Keluar cairan dari p***s.
6⃣. Herpes ge***alis
Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh virus Herpes Simplex (HSV). Gejala yang biasanya muncul antara 3-10 hari setelah berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi.
Gejala tersebut ditandai dengan munculnya lepuh berisi cairan yang kelompok dan ruam kemerahan di area ge***al.
Pengidap kondisi ini umumnya akan merasakan nyeri, rasa terbakar, atau ketidaknyamanan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di daerah selangkangan.
Biasanya dalam waktu 5-10 hari, gejala tersebut akan mereda.
Setelah itu, virus herpes dapat tetap berada dalam tubuh dan dapat kambuh di kemudian hari, terutama pada wanita yang seringkali tidak menyadari infeksi karena lesi dapat muncul di dalam va**na.
7⃣. Infeksi jamur kelamin
Infeksi yang disebabkan oleh jamur sering kali berasal dari Candida albicans, yang dikenal juga sebagai Candidiasis.
Pada pria yang tidak disunat, area ge***al bisa mengalami kemerahan dan rasa gatal. Sementara itu, pada wanita, gejala terlihat dalam bentuk keluarnya cairan putih kental mirip keju yang menimbulkan gatal.
Pengobatan untuk infeksi jamur ini dapat dilakukan dengan menggunakan obat anti jamur, baik yang diterapkan secara topikal maupun secara oral.
8⃣. Kutil kelamin
Kutil kelamin diakibatkan oleh Human papillomavirus (HPV) yang ditandai dengan timbulnya benjolan. Gejala tersebut bisa muncul antara satu bulan hingga satu tahun setelah berhubungan seksual.
Kutil ini umumnya sulit terlihat pada wanita karena letaknya di dalam va**na, dan juga mungkin terlalu kecil untuk dilihat pada pria.
Gejala kutil ini mirip dengan kembang kol atau jengger ayam yang muncul di daerah p***s atau a**s. Kutil dapat dites menggunakan larutan cuka.
Penyakit ini berisiko tinggi pada wanita karena dapat mengarah pada kanker serviks, namun dapat diobati, dan disarankan bagi wanita untuk melakukan pap smear ketika mengganti pasangan seksual.
9⃣. Kutu kelamin
Kutu kelamin disebabkan oleh Pedikulosis p***s, yang merupakan kutu berukuran sangat kecil (maksimal 3,2 mm) dengan warna abu-abu kecokelatan.
Kutu ini biasanya hidup di rambut kemaluan. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat cair yang dioleskan pada rambut di area ge***al.
Ada juga infeksi yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabies. Jenis kutu ini bisa menimbulkan luka kecil serta gatal di berbagai area tubuh.
Dokter umumnya meresepkan krim atau lotion yang mengandung permethrin atau sulfur untuk digunakan seminggu sekali.
Selain itu, cuci pakaian, seprai, dan handuk setelah melakukan pengobatan, karena tungau dapat bertahan pada kain.
🔟. Balanitis
Kondisi ini rentan menyasar pria yang tidak disunat. Balanitis ditandai dengan kemerahan, gatal, atau nyeri, serta pembengkakan pada kepala p***s akibat infeksi oleh jamur atau bakteri.
11. Orchitis
Orchitis adalah infeksi pada kelamin pria akibat bakteri. Mereka yang mengidap infeksi saluran kemih, serta penderita klamidia, gonore, sifilis, dan epididimis berisiko tinggi untuk mengalami orchitis.
Gejala orchitis meliputi pembengkakan salah satu atau kedua te**is yang disertai nyeri, serta gejala lain seperti pegal, kelelahan, mual, sakit kepala, detak jantung yang cepat, demam, dan menggigil.
12. HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang paling serius karena merusak sistem kekebalan tubuh.
HIV adalah infeksi yang sangat berbahaya karena dapat merusak imunitas, sehingga pengidapnya rentan terhadap berbagai penyakit.
Sering kali, tidak ada gejala yang jelas tanpa pemeriksaan darah, dan infeksi ini bisa berujung pada kematian setelah sepuluh tahun. Penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik yang sama.
⚠️ Fakta Tentang Penyakit Menular Seksual pada Pria
Penyakit menular seksual tidak hanya menyerang organ kelamin, tetapi juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lainnya seperti mulut, tenggorokan, dan bahkan otak.
Sifilis misalnya, kondisi ini dapat menyebar ke seluruh tubuh dan merusak organ-organ vital, termasuk otak apabila tidak diobati.
⚖️ Apa Kata Riset?
Penelitian yang terdapat dalam Journal of Community Health Nursing, meneliti faktor-faktor risiko yang terkait dengan penularan penyakit menular seksual (PMS) pada masyarakat di suatu wilayah perkotaan.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan antara pria dan wanita dalam perilaku seksual. Pria yang sering menggunakan kondom namun memiliki lebih banyak pasangan, lebih rentan terhadap gonore.
📢 Sedangkan kelompok wanita lebih sering terkena chlamydia. Secara sederhana, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti penggunaan kondom, jumlah pasangan seksual, dan riwayat infeksi sebelumnya merupakan faktor-faktor penting yang mempengaruhi risiko seseorang terkena PMS.
Referensi:
halodoc/artikel/12-penyakit-menular-seksual-pada-pria-yang-perlu-diketahui
______________________
📝 Kreator Pemula Rrd
semua orang pengikut SEMUA ORANG