Pojok.Net

Pojok.Net layanan jasa akses telekomunikasi KPU/USO Tentang PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) atau layanan Internet Handphone pusat distrik ..

Ini merupakan kelanjutan dari program (Universal Service Obligation) sebelumnya USO atau Internet Service Center Kabupaten. plik ditempatkan di rumah atau koperasi

menjelaskan tentang PLIK pertama. PLIK seperti "warnet" atau warung internet yang disubsidi dari departemen komunikasi dan informasi untuk menyediakan akses internet di seluruh Indonesia, baik di kota atau di desa-desa bahkan di desa t

erpencil. dalam paket ini berisi VSAT (Very Small Aperture Terminal), Notebook 6, 1 server, switch, UPS, kursi, dan meja. VSAT merupakan teknologi komunikasi satelit yang memungkinkan seluruh tempat untuk mendapatkan akses internet tanpa kecuali. VSAT ini adalah menyediakan bit rate 256 Kbps. itu akan dibagi oleh server menjadi CPU. itu sekitar CPU masing-masing mendapatkan 51 Kbps. Hal ini mungkin tampak kecepatan lambat bagi penduduk kota, tapi ini sudah lumayan untuk pedesaan. Dan yang menjadi istimewa adalah di PLIK Jabon sudah menjalin kerjasama dengan Telkom Speddy Gempol sehingga kecepatannya lebih tinggi dari PLIK yang ada di Kecamatan lain


semoga dengan program ini, penduduk di sekitar Kecamatan Jabon pada khususnya dan seluruh Indonesia dapat menikmati internet dan Indonesia dapat bersaing dalam dunia telekomunikasi.

http://tv9.co.id/v1/?p=2185
01/06/2013

http://tv9.co.id/v1/?p=2185

Jombang, TV9 Surabaya - Debat cabup-cawabup Jombang diwarnai kericuhan yang disebabkan puluhan simpatisan masing-masing pendukung calon dengan aparat. Keric

http://tv9.co.id/v1/?p=2127
30/05/2013

http://tv9.co.id/v1/?p=2127

Sidoarjo, TV9 Surabaya - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo dan perwakilan Banser NU luruk kantor Pengawas Pemilihan Umum kabupaten Sidoarjo. Mere

29/05/2013

Nur Ali Akbar (17), gembong geng motor "Tetta" yang tertangkap aparat Reserse Mobile (resmob) Polrestabes Makassar

26/05/2013
26/05/2013

Sekolah Yang Baik dan Menyenangkan

Ada tiga jenis pendidikan, yakni pendidikan formal di sekolah, non formal di tempat kursus dan pendidikan informal oleh lingkungan. Menilai bagus tidaknya pendidikan sering dilakukan untuk pendidikan formal, karena lebih mudah diukur. Banyak sekali ranking-ranking sekolahan, ranking universitas di dalan negeri Indonesia , Asia maupun di dunia. Dan yang paling sering terdengar adalah ternyata pendidikan di Indonesia ini selalu menjadi bulan-bulanan ketika rankingnya dibawah.
Dari bahan dasar dan hasil akhirnya mungkin dapat digambarkan beberapa tipe sekolah: Sekolah Tipe 1 : Nelangsa

Sekolah ini memang rada nelongso. Bahan dasarnya bukanlah barang bagus yang KW-1. Makanya kondisi awalnya rendah. Tentunya mendidik atau meningkatkan mutu dan harga jualnya juga tidak mudah. Dengan demikian tentunya kemajuannya akan memulai sudut yang landai, selama masa pendidikan hanya meningkatkan sedikit saja prestasi. Jargon paling nyebeli di dunia “garbage in – garbage out” sulit sekali dilawan.
Sekolah tipe-1 ini merupakan sekolah yang patut dibantu, tentu saja meningkatkan mutu individu manusia ini menjadi mahal. Kalau sambil mengusung HAM maka mereka yang bodoh pun memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan.
Sekolahan Tipe 2 : Ideal
Ini sekolah paling enak dan biasanya termasuk sekolah favorit . Sekolah ini mensyaratkan murid pintar untuk masuk. Itulah sebabnya sekolah jenis ini akan menyaring murid-murid yang sudah memiliki NEM tinggi, dan nantinya akan memperoleh murid-murid yang “mudah” dididik dan ditambah kemampuan. Sekolah ini juga memerlukan guru yang juga pintar. Sehingga murid dapat dibuat maju disesuaikan dengan kemampuannya.Di sekolah ini tingkat kemahiran guru juga menentukan nilai tambah dari bahan dasar serta lingkungan. Juga fasilitas sekolah tentu saja. Namun yang perlu diperhatikan antara pentingnya guru dan proses belajar bahwa proses belajar mengajar itu sebuah siklus, maka peran guru menjadi penting. Siapa yang menjadi guru, apakah yang juga harus murid yang terbaik sebelumnya ?
Sekolahan Tipe 3: Hebat
Ini merupakan sekolah yang mampu mengubah murid dengan “bahan dasar” jelek menjadi bagus. Jika di Indonesia maka ini adalah sekolah plus. Biaya masuknya di atas rata-rata sekolah biasa. Tidak harus pintar untuk masuk, namun setelah digembleng di sekolah ini, maka siswa bisa berubah jadi unggul. Kurikulum dan metodenya meniru negara maju.
Tentunya negara yang memiliki sekolah tipe ini akan sangat cepat maju. Malaysia yang dulu justru dibelakang Indonesia, sekarang sudah mendahului Indonesia dari sisi ekonominya. Apakah pendidikannya juga lebih maju ? Tentunya tidak mudah menjawabnya. Kalau dari sisi pemerataan pendidikan memang barangkali memang benar. Negara berpenduduk hanya sepersepuluh Indonesia ini lebih merata pendidikannya.Pengambil kebijakan serta pejabat yang top-top saat ini adalah mereka-mereka yang dahulu kuliahnya di negara-negara lain, bukan universitas lulusan lokal. Bahkan hingga saat inipun sejak SMU banyak orang lokal Malaysia ini belajar ke London, Australia dan sebagainya. Bahkan Petronas mengakui para lulusan Indonesia cukup bagus.
Sekolah tipe 4 : Favorit
Sekolah tipe ini memberikan hasil yang merata untuk semua muridnya. Peranan guru akan sangat menentukan seperti yang ditulis Pak Satria Dharma. Bisa jadi sekolah tipe ini sangat ditentukan oleh guru yang pandai mengajar satu kelas dengan 50 murid. Sehingga ke 50 murid yang beragam akan memiliki kemajuan yang seragam.
Sekolah tipe ini seperti sekolah favorit juga di Indonesia yang memberikan bahan ajar yang sama untuk masing-masing anak.
Perbedaan sekolahan tipe 4 dan tipe 2 diatas adalah keberagaman hasil. Sekolahan tipe 2 yang dapat memberikan kemajuan optimal masing-masing anak ini tentunya akan sangat bagus apabila ada anak yang ekstra ordinary. Masing-masing anak akan diberi pelajaran sesuai kemampuan daya serapnya dan hasilnya akan optimum untuk masing2 anak didik.
Sekolah Tipe 5
Ini mungkin tipe sekolah yang secara umum dijumpai. Kemajuan masing-masing anak didik sangat tergantung dari awalnya. Barangkali gurunya tidak repot kalau targetnya seperti ini. Si murid pintar yang biasanya rajin akan juga mendapatkan hasil lebih ketimbang murid kurang pandai dan mungkin juga malas. Tetapi memiliki sekolah yang bisa menerima berbagai ragam murid bukanlah pekerjaan ringan. Keberagaman kadang lebih banyak memerlukan tenaga, waktu, biaya serta pikiran. Lalu, bagaimana pendidikan atau sekolahan yang bagus itu? Kedudukan dan tingkat prestasi seseorang tentu saja merupakan hasil gabungan dua hal, memang pintar dari awal atau dari proses belajarnya. Sekolah tipe 2 dan 4 tentunya hanya bagus untuk anak pintar.Jika benar bahwa anak yang pintar dari sononya lebih mudah dididik, maka menunjukkan bahwa menjadi guru di negara-negara berkembang itu tidak semudah yang di negara maju. Karena jumlah anak pintar di negara berkembang itu relatif sedikit. Kalau dengan melihat tingkat kesulitannya maka guru-guru serta dosen kita di Indonesia ini memang benar-benar pahlawan yang tidak kalah dengan guru-guru di negara-negara maju sana.
Penulis : ROVICKY PUTROHARI

24/05/2013

Nilai UN Tertinggi (SMA/SMK/MA)

Dalam kesempatan itu, Kadisdik Jatim Harun menjelaskan peraih nilai UN tertinggi untuk SMA (Bahasa) adalah Nuril Huda (SMAN II Genteng, Banyuwangi) dengan 56,20, Abdullah Maftukh (SMAN I Manyar, Gresik) dengan nilai 56,10, dan Andriyanti Dwi Putri (SMAN I Bangil, Pasurun) dengan nilai 55,65.

Untuk SMA (IPA) adalah Alvinura Fajrin (SMAN Mojoagung, Jombang) dengan nilai 58,15, Dzaky Ramadhan (SMAN I Sidoarjo) dengan nilai 58,10, dan M Thohirin Ramadhani (SMAN I Sooko, Mojokerto) dengan nilai 58,10.

Sementara itu, untuk SMA (IPS) adalah Kevin Gozali (SMA Ciputra Surabaya) dengan nilai 56,05, M Efril Maulana (SMAN III Malang) dengan nilai 55,90, dan Achmad Duwi Effendi (SMAN I Kedamean, Gresik) dengan nilai 55,50.

Peraih nilai UN tertinggi untuk MA (Bahasa) adalah Nurina Mahfudhoh (MAN II Kediri) dengan nilai 53,95, Eni Dwi Lestari (MAN Tlogo, Blitar) dengan nilai 53,65, dan Puji Linda Sari (MAN I Gresik) dengan nilai 53,60.

Untuk MA (IPA) adalah M Zainur Rohman (MA Matholi`ul Anwar, Lamongan) dengan nilai 57,00, Teguh Ari Wibowo (MA Abu Darrin, Bojonegoro) dengan nilai 56,85, dan M Masrur Hamidi (MA Unggulan Amantul Ummah Surabaya) dengan nilai 56,80.

Sementara untuk MA (IPS) adalah Alif Kholifah (MA Nurul Huda, Suci, Lamongan) dengan nilai 55,40, M Hadiy As Sada`iiy (MAN Sidoarjo) dengan nilai 55,10, dan M Faishol Amrulloh (MA Ittaqu Surabaya) dengan nilai 54,90.

Untuk MA (Agama) adalah Novi Octavia (MA Tarbiyatul Tholabah, Lamongan) dengan nilai 55,35, Mahmiatun Nabila (MAN III Malang) dengan nilai 55,30, dan Himatul Mukarromah (MA Tarbiyatul Tholabah, Lamongan) dengan nilai 55,30).

Peraih nilai UN tertinggi untuk SMK adalah Achmad Syafi`i (SMKN I Tuban) dengan nilai 38,20, Ardi Pranata (SMK NU I Karanggeneng, Lamongan) dengan nilai 38,20, dan Elly Fatmawati (SMKN VIII Malang) dengan nilai 38,10.

Lain halnya dengan sekolah peraih nilai UN tertinggi adalah SMAN I Manyar, Gresik (SMA Bahasa), SMA dr Mustain Romly, Lamongan (SMA IPA), SMAN III Lamongan (SMA IPS), MA Tarbiyatut Tholabah, Lamongan (MA Bahasa), MA Ihyaul Ulum, Canga`an, Gresik (MA IPA), MA Miftahul Jinan, Deket, Lamongan (MA IPS), dan MA Tarbiyatut Tholabah, Lamongan (MA Agama).

22/05/2013
20/05/2013

Dari sisi demografi, Atlantis sangat mirip dengan Indonesia.

Address

Kedungcangkring
Sidoarjo
61276

Opening Hours

Monday 08:00 - 23:00
Tuesday 08:00 - 23:00
Wednesday 08:00 - 23:00
Thursday 08:00 - 23:00
Friday 08:00 - 23:00
Saturday 08:00 - 23:00
Sunday 08:00 - 23:00

Telephone

085649461442

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pojok.Net posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pojok.Net:

Share