Komplek Sayyidatuna Ruqoyah bin Muhammad Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

  • Home
  • Indonesia
  • Serang
  • Komplek Sayyidatuna Ruqoyah bin Muhammad Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

Komplek Sayyidatuna Ruqoyah bin Muhammad Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Komplek Sayyidatuna Ruqoyah binti Nabi Muhammad SAW Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

14/03/2021

"Menuntut ilmu di masa muda bagai mengukir di atas batu."
- Imam Hasan al-Bashri

KISAH SINGKAT DIBALIK KITAB SHALAWAT DALAIL AL KHAIRATImam Muhammad Aljazuli Al-Hasani penyusun kitab Dalailul Khairat, ...
07/03/2021

KISAH SINGKAT DIBALIK KITAB SHALAWAT DALAIL AL KHAIRAT

Imam Muhammad Aljazuli Al-Hasani penyusun kitab Dalailul Khairat, beliau adalah pengikut thoriqoh imam Abul Hasan As-Syadzili Al-Hasani. Alasan beliau mengarang kitab Dalailul Khairat dikarenakan pernah sekali waktu beliau ingin berwudhu lalu mendatangi sumur, ternyata di Sumur tersebut tidak ada timba dan tali untuk mencinduk air dari sumur tersebut maka beliau pun duduk dalam keadaan kebingungan di depan sumur tersebut karna sudah dekat masuk waktu sholat

Tiba-tiba lewat seorang perempuan pengembala kambing melihat syekh Jazuli di pinggir sumur dalam keadaan bingung, maka perempuan tersebut berkata:" kamu mau air"? Maka syekh Jazuli berkata iya, perempuan tersebut lalu meludah kedalam sumur maka air tersebut naik dengan sendirinya sampai kebibir sumur, maka syekh Jazuli ta'jub dengan apa yang dilakukan oleh perempuan tersebut dan bertanya, bagaimana kamu bisa sampai kederajat ini? Perempuan tersebut menjawab: dengan sholawat kepada Nabi, anda seorang syekh bagaimana bisa tidak mengetahui haqiqat sholawat kepada Nabi..

Maka mendengar jawaban itu syekh Jazuli ber Azam untuk mengumpulkan sholawat kepada Nabi dari berbagai kitab dan di jadikan 1 kitab maka jadilah 1 kitab yang disebutkan dan diterimah oleh sebagian besar muslimin dan tersebar di seluruh dunia...

Beliau wafat dalam keadaan syahid di racun, karna beliau memiliki pengaruh yang sangat besar, tidak kurang dari 20 ribu orang selalu hadir ke majlis beliau hanya untuk membaca sholawat kepada Nabi...

OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS
14/02/2021

OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS

Serang, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Fathaniyah Menyelenggarakan Kaderisasi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama tiga hari dua malam be…

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tid...
30/01/2021

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tidak boleh. Apalagi sesama muslim". (KH. Matin Syarkowi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang)

______________________

21/01/2021

BANYAK JALAN MENUJU SORGA

Hidup menurut Nabi adalah bagaikan sebuah perjalanan dan setiap orang bagaikan pengembara di belantara raya kehidupan bumi. Mereka di sini hanyalah bernaung sesaat saja. Ibnu Mas’ud Seorang sahabat Nabi menceritakan kepada kita :

وعن عبدِاللَّه بنِ مَسْعُودٍ  قَالَ: نَامَ رسولُ اللَّه ﷺ عَلَى حَصيرٍ، فَقَامَ وَقَدْ أَثَّرَ في جَنْبِهِ، قُلْنَا: يَا رَسُولَ الله، لوِ اتَّخَذْنَا لكَ وِطَاءً، فقال: مَا لي وَللدُّنْيَا؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ، ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا رواه الترمذي وَقالَ: حديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

“Nabi tidur di atas tikar. Ketika bangun, tampak di tubuhnya bekas cetakan tikar. Aku mengatakan: “Wahai Nabi, bolehkah kami ambilkan kasur untukmu?”. Nabi menjawab : “Apalah artinya aku dan kehidupan di dunia ini. Di sini aku hanyalah bagaikan pengembara yang bernaung untuk istirahat sementara di bawah pohon. Sesudah itu berangkat lagi dan meninggalkan tempat itu".

Sebuah syair mengatakan :

هَبِ الدّنْيا تُساقُ إلَيْكَ عَفْواً
أليس مصير ذاك إلى الزوال

ومــــادنــيـاك إلا مــثـل ظـــل .
أظلك حينـاً ثـم آذن بالـــزوال

Biarkan dunia mengantarkanmu kemana saja
Tetapi bukankah pada akhirnya ia akan hilang lenyap
Dunia bagaikan sebuah payung
Ia menanungimu sesaat saja
Lalu membiarkanmu berangkat lagi

Pertanyaan penting kita adalah jalan manakah yang paling baik untuk kita tempuh menuju kembali kepada Allah?. Para ulama dan para bijakbestari (hukama) mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya banyak jalan menuju kepada-Nya. Tetapi jalan yang terbaik, termudah dan tercepat yang dapat mengantarkan kepada tempat persinggahan terakhir kita, kembali kepada Tuhan, tempat kita berasal, dengan nyaman adalah memberikan pelayanan yang baik dan membagikan kegembiraan kepada manusia serta meniadakan atau mengurangi penderitaan mereka. Sufi besar Abu Sa’id Ibn Abi al-Khair (w. 1049) ketika dia ditanya santrinya “Ma ‘Adad al-Thariq Min al-Khalq Ila al-Haqq” (berapa banyakkah jalan manusia menuju Tuhan?), dia menjawab:

سئل شيخنا: ما عدد الطرق من الخلق إلى الحق؟ . فقال: -فى رواية-أكثر من ألف طريق، و قال-فى رواية أخرى-: الطريق إلى الحق بعدد ذرات الموجودات، و لكن ليس هناك طريق أقرب و أفضل و أسرع من العمل على راحة شخص. و قد سرت فى هذا الطريق، و إننى أوصى الجميع به.
أسرار التوحيد في مقامات أبي سعيد

”Ada lebih dari seribu jalan, di tempat lain ia mengatakan jalan itu sebanyak partikel yang ada di alam semesta ini. Akan tetapi jalan yang terpendek, terbaik dan tercepat menuju Dia adalah memberi kenyamanan kepada orang lain. Aku menempuh jalan ini dan aku selalu memesankan ini kepada semua orang”. (Asrar al-Tauhid fi Maqaamaat Abi Sa’id, h. 327-327).

Jawaban Syeikh Abu Sa’id ini tampaknya diinspirasi oleh pernyataan Nabi ketika ditanya siapakah muslim itu?, beliau menjawab : “Al-Muslimu Man Salima al-Muslimun min Lisanihi wa Yadihi” (Seorang muslim adalah dia yang kehadirannya membuat orang lain merasa nyaman, tidak terganggu oleh kata-kata yang melukai dan tindakannya yang menyakitkan).

AHLAN WA SAHLANCHANNEL YOUTUBE : AL-FATHANIYAH OFFICIAL
09/01/2021

AHLAN WA SAHLAN
CHANNEL YOUTUBE : AL-FATHANIYAH OFFICIAL

Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, pada awalnya bernama Al-Ikhlas dengan lokasi hanya beberapa meter dari jalan raya, yaitu tepat berseberangan dengan penziarah...

09/01/2021

Diriwayatkan dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda: ان من افضل ايامكم يوم الجمعة فيه خلق ادم و فيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فاكثروا من الصلاة علي فيه فان صلاتكم معروضة علي
Artinya, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptaan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan dipersembahkan kepadaku".

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/76046/nilai-lebih-baca-sholawat-pada-hari-jumat

Address

Jalan Raya Pandeglang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong
Serang
42126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komplek Sayyidatuna Ruqoyah bin Muhammad Pondok Pesantren Al-Fathaniyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share