30/03/2026
Minggu, 29 Maret 2026
Om Swastyastu.
Dalam rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lombok Tengah menggelar kegiatan Dharma Santi yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Politeknik Pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 29 Maret 2026, dimulai pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mempererat rasa persaudaraan sekaligus menguatkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan keseharian.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah unsur, antara lain perwakilan Gubernur NTB, perwakilan Bimas Hindu Kementerian Agama Provinsi NTB, Ketua PHDI Provinsi NTB, perwakilan IAHN Gde Pudja Mataram, serta lembaga-lembaga keagamaan Hindu tingkat provinsi seperti WHDI, PSN, RBKS, dan Krama Pura. Turut hadir p**a jajaran Forkopimda Lombok Tengah dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Tengah diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Lombok Tengah, para Ketua PHDI se-Pulau Lombok, lembaga keagamaan Hindu tingkat kabupaten, Camat Praya dan Jonggat, Kapolsek Jonggat dan Praya, Lurah Praya, Kepala Desa Puyung serta Kepala Dusun Waker, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat Hindu di Lombok Tengah. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat sekaligus panglingsir Lombok Tengah, Bapak H. Lalu Wiratmaja (Mamiq Ngoh).
Sebelum rangkaian acara dimulai, Bapak H. Lalu Wirajaya, S.Sos., selaku Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB, menyempatkan hadir di tengah kesibukannya guna memberikan sepatah dua patah kata. Namun, beliau tidak dapat mengikuti jalannya acara hingga selesai.
Kegiatan Dharma Santi diisi dengan berbagai agenda, seperti tarian pembuka, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan ketua panitia, penyampaian sambutan (Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah, Ketua PHDI Provinsi NTB, serta Bupati Lombok Tengah yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Lombok Tengah), Dharma Wacana, dan pertunjukan seni budaya yang merefleksikan kearifan lokal serta nilai spiritualitas umat Hindu. Melalui sesi Dharma Wacana, umat diajak untuk memahami lebih dalam hakikat Nyepi sebagai momen transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik.
Dharma Santi tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan wadah untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan sosial, dan membangun harmoni antarumat. Nilai-nilai seperti toleransi, introspeksi, dan pengendalian diri yang telah dijalankan selama Nyepi diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu momen yang sangat berkesan dalam acara ini adalah ketika di akhir sambutan yang disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Lombok Tengah (mewakili Bupati Lombok Tengah) menyerahkan berupa aset daerah kepada PHDI Kabupaten Lombok Tengah untuk digunakan sebagai kantor sekretariat bersama lembaga dan organisasi Hindu di Lombok Tengah.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman sebagai wujud saling memaafkan. Harapannya, semangat Nyepi yang sarat dengan kedamaian dapat senantiasa terpelihara dan menjadi landasan dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, seimbang, serta penuh kasih di tengah-tengah masyarakat.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.