20/04/2025
Paguat yang juga dikenal sebagi Bumbulan, merupakan salah satu kota dagang dan pelabuhan di kawasan Tomini bock / Teluk Tomini sejak dahulu kala.
Paguat telah memainkan perannya sejak zaman kerajaan Gorontalo di masa Sultan Amai berkuasa, hingga masa kolonial Belanda, Jepang dan era kemerdekaan.
Paguat saat masih menjadi wilayah administrasi Kabupaten Gorontalo Sulawesi Utara, berkedudukan sebagai Pembantu Bupati Wilayah Empat yang membawahi 5 Kecamatan yakni; Kecamatan Paguyaman, Tilamuta, Marisa dan Popayato.
Kemudian menjadi wilayah administrasi Kabupaten Boalemo saat mekar dari Kabupaten Gorontalo, dan terakhir sejak 2003 berubah lagi menjadi wilayah Kabupaten Pohuwato.
Saat ini Paguat yang dilengkapi dua pelabuhan sekaligus yaitu pelabuhan barang dan pelabuhan penyeberangan di Desa Bumbulan, ditetapkan sebagai koridor ekonomi dan industri pada RTRW dan masuk rencana Proyek Strategi Nasional (PSN) yang sedang digagas dan dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Bumi Paguat yang di masa kolonial, wilayahnya membentang dari Kecamatan Mananggu hingga Popayato Barat menyimpan potensi sumber daya mineral yang berlimpah, terutama emas.
Inilah yang melatarbelakangi wilayah Paguat masuk kekuasaan kerajaan Gorontalo (Hulontalo). Padahal Paguat beririsan langsung dengan wilayah kekuasaan kerajaan Limboto(Limutu).
EXPLORATIE SYINDICAT PAGOAT, Sekitar tahun 1897 yang merupakan salah satu perusahaan berafiliasi kepada perusahaan dagang VOC telah menanamkan sahamnya menambang emas di Paguat, dengan konsesi wilayah tambang dari kawasan Gunung Pani hingga Molosifat.
Berbekal peta titik eksplorasi yang ditinggalkan oleh kolonial Belanda inilah yang menarik perusahaan tambang dunia berdatangan di Pani sejak abad ke 20.
Hingga kini kontrak karya pertambangan Emas Pani telah 5 kali berpindah tangan, dan sekarang sedang digarap oleh perusahaan tambang Nasional yang diperkirakan tahun 2026 akan memulai produksinya, mengeluarkan mineral Emas pertama kali dari Bumi Pohuwato.
Buku ini dibuat dan dicetak tanpa sponsor dari pihak manapun, dukungan pembaca diharapkan menjadi amunisi untuk penerbitan selanjutnya.