02/12/2025
Minggu pagi Kota Banjarmasin terasa berbeda, tengah riuhnya akhir pekan, sebuah sudut dipenuhi tawa anak-anak yang berfoto bersama orangutan berbulu cokelat bernama Si Pongi, di bantu dari anggota Manggala Agni Doaps Kalimantan VI Tanah Laut dan Manggala Agmi daops Kalimantan V Banjar. Minggu pagi (30/11/2025).
Bukan orangutan sungguhan, melainkan maskot Kementerian Kehutanan RI yang hadir untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Di atas meja booth, terpajang dokumen serius, yaitu Inpres RI No. 3 Tahun 2020 tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, serta Fatwa MUI No. 30 Tahun 2016 yang menegaskan hukum membakar hutan.
Suasana tidak kaku. Balon warna-warni bertuliskan ajakan “Jaga Hutan” dibagikan kepada anak-anak, buku bacaan untuk anak tentang hutan tersedia, dan Si Pongi menjadi magnet yang membuat pesan berat terasa ringan.
“Untuk hutan ya mungkin harus diadakan rehabilitasi. Kita tahu di Kalimantan Selatan hutan lumayan rusak. Jadi perlu penanaman kembali supaya lebih asri,” ujar Lisa Andrianti, warga Kintap yang datang bersama keluarga, tersenyum sambil menggenggam balon untuk anaknya.
Kampanye yang telah berlangsung sejak Jumat (28/11/2025) ini bukan sekadar acara, pengunjung melihatnya sebagai harapan agar anak-anak tumbuh dengan kesadaran menjaga alam.
“Bagus sekali, supaya ada sosialisasi ke masyarakat untuk lebih bisa menjaga hutan Kalimantan,” tambah Lisa.
Kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga merasakan kedekatan dengan isu lingkungan.
“Kami ajak dengan cara persuasi, membagikan merchandise dengan pesan kampanye, dan menghadirkan maskot Sipongi agar lebih mengena ke generasi muda,” jelas Egar Mejupan, S.Hut., M.IL., Ketua Tim Kerja Publikasi Kampanye Pencegahan Kebakaran Hutan, Ditrektorat Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut RI.
Tak hanya edukasi, pengunjung juga diajak memberi kritik dan saran. Hingga hari ketiga, tercatat 378 pengunjung memberikan feedback. 95 persen di antaranya menolak keras praktik membakar hutan dan berharap Kalimantan Selatan tetap bebas asap, sedang sisanya tidak memberikan jawaban namun tetap memberikan komentar.