Exalos Indonesia

Exalos Indonesia komunitas sosial yang bergerak di bidang edukasi dan rescue

Rescue 8 Ekor Anakan Ular Jali di Karangjati, Kalijambe, SragenSnake Rescuer dari EXALOS INDONESIA berhasil mengevakuasi...
14/06/2026

Rescue 8 Ekor Anakan Ular Jali di Karangjati, Kalijambe, Sragen
Snake Rescuer dari EXALOS INDONESIA berhasil mengevakuasi 8 ekor anakan ular jali yang ditemukan di belakang rumah warga di Tegalsari RT 04, Desa Karangjati, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Penemuan tersebut bermula saat warga melihat beberapa anakan ular berada di area belakang rumah dan kemudian melaporkannya untuk dilakukan penanganan.
Setelah menerima laporan, Ruswanto Snake Rescuer EXALOS INDONESIA segera menuju lokasi dan melakukan penyisiran di sekitar area temuan. Dari hasil pemeriksaan, berhasil diamankan 8 ekor anakan ular jali yang berada di sekitar lingkungan rumah warga. Proses evakuasi berlangsung aman dan lancar tanpa menimbulkan korban maupun gangguan bagi masyarakat sekitar.
Ular jali merupakan jenis ular tidak berbisa yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem karena memangsa tikus dan hewan kecil lainnya. Meski demikian, keberadaannya di lingkungan permukiman sering menimbulkan kekhawatiran warga sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat.
Seluruh anakan ular berhasil diamankan oleh Snake Rescuer EXALOS INDONESIA dan selanjutnya akan dilepasliarkan ke habitat yang lebih sesuai, jauh dari kawasan permukiman, guna menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian satwa liar.

Layanan snake rescue dan snake education GRATIS hubungi cp EXALOS INDONESIA 089610404414

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

14/06/2026

Pelatihan Penanganan Ular Tekankan Keselamatan dan Tujuan yang Jelas

EXALOS INDONESIA menjadi narasumber pelatihan penanganan ular bagi mahasiswa pecinta alam Universitas Putra Bangsa Surakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menangani ular secara aman, tepat, dan bertanggung jawab saat berkegiatan di alam liar.
Dalam pelatihan tersebut, setiap langkah penanganan ular dijelaskan dan dipraktikkan sesuai dengan maksud serta tujuan tertentu. Peserta diberikan pemahaman bahwa setiap teknik yang digunakan memiliki fungsi khusus, mulai dari proses identifikasi, pendekatan, pengamanan, hingga pemindahan ular. Penerapan prosedur yang benar menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bagi penangan maupun satwa yang ditangani.
Instruktur dari EXALOS INDONESIA menekankan pentingnya aspek keselamatan (safety) dalam setiap tahapan kegiatan. Selain mengutamakan keamanan peserta, metode yang diajarkan juga memperhatikan kesejahteraan satwa agar ular tidak mengalami cedera atau stres berlebihan selama proses penanganan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa pecinta alam Universitas Putra Bangsa Surakarta diharapkan mampu memahami karakteristik ular, mengenali potensi risiko di lapangan, serta menerapkan teknik penanganan yang sesuai dengan standar keselamatan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya interaksi yang aman dan bijak dengan satwa liar di lingkungan sekitar.

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

Tim EXALOS INDONESIA melaksanakan kegiatan serah terima seekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) yang sebelu...
14/06/2026

Tim EXALOS INDONESIA melaksanakan kegiatan serah terima seekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) yang sebelumnya diamankan di area RSU Jati Husada Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh rescuer Dwi Nur C. dari EXALOS INDONESIA. Saat proses penanganan, rescuer terlebih dahulu membuka plaster yang menutup mulut ular, yang sebelumnya dipasang oleh petugas keamanan (satpam) setempat untuk menghindari risiko gigitan.

Selain melakukan serah terima satwa, EXALOS INDONESIA juga memberikan edukasi singkat kepada pihak terkait mengenai tindakan yang tepat apabila terjadi gigitan oleh ular Malayopython reticulatus. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penanganan satwa liar yang aman serta langkah pertolongan pertama yang benar.

Informasi mengenai keberadaan ular tersebut diperoleh dari Efan R. Pratama dari Pemadam Kebakaran Karanganyar yang kemudian berkoordinasi dengan tim EXALOS Indonesia untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

EXALOS INDONESIA terus berkomitmen memberikan layanan Snake Rescue dan edukasi kepada masyarakat secara gratis sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga keselamatan manusia sekaligus kelestarian satwa liar.

Layanan Snake Rescue dan Edukasi Gratis
Hubungi EXALOS Indonesia melalui WhatsApp: 089610404414

Semoga bermanfaat untuk masyarakat.

SATYA LASCARYA WIRA NIRWASITA

Kegiatan edukasi penanganan ular hasil kerja sama EXALOS INDONESIA dan RADAR yang digelar di Desa Dawung, Kecamatan Mate...
13/06/2026

Kegiatan edukasi penanganan ular hasil kerja sama EXALOS INDONESIA dan RADAR yang digelar di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, berlangsung hingga tengah malam dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan para relawan terhadap tingginya kasus konflik antara manusia dan ular di lingkungan permukiman, serta masih banyaknya kesalahpahaman masyarakat mengenai pengendalian hama tikus yang dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem.
Selain memberikan pemahaman tentang peran ular dalam rantai makanan dan hubungannya dengan populasi tikus, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai cara menghadapi keberadaan ular secara aman serta langkah-langkah pertolongan pertama yang benar pada kasus gigitan ular. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi risiko konflik manusia dengan satwa liar sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat akibat gigitan ular.

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

13/06/2026

Fun Game Pererat Kebersamaan Keluarga Besar EXALOS INDONESIA.

Dalam rangka menumbuhkan semangat kebersamaan dan mempererat hubungan antar anggota, keluarga besar EXALOS INDONESIA menggelar kegiatan fun game yang dipandu oleh Agus Surakhman, salah satu relawan yang dikenal ahli dan berpengalaman dalam memandu berbagai acara permainan kelompok.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan keceriaan. Beragam permainan interaktif yang disiapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong kerja sama, komunikasi, dan kekompakan antarpeserta. Suasana hangat dan penuh canda tawa semakin memperkuat rasa persaudaraan di antara anggota keluarga besar EXALOS INDONESIA.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat serta tercipta semangat kebersamaan yang kuat sebagai modal penting dalam mendukung berbagai program dan kegiatan EXALOS INDONESIA di masa mendatang. Fun game yang dipandu Agus Surakhman menjadi salah satu momen berharga yang memperlihatkan bahwa kebersamaan dan kekompakan dapat tumbuh melalui kegiatan yang sederhana namun bermakna.

BANGGA BER EXALOS
BANGGA MENYELAMATKAN

3 laporan masuk EXALOS INDONESIA beruntun, warga tergigit ular di sragen, Wonogiri dan Karanganyar. Ada bnyk kendala kar...
13/06/2026

3 laporan masuk EXALOS INDONESIA beruntun, warga tergigit ular di sragen, Wonogiri dan Karanganyar. Ada bnyk kendala karena kurang update nya nakes dalam penanganan.

UPAYA MENCEGAH TERJADINYA GIGITAN ULAR
Jauh sebelum terjadi gigitan ular, ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan sebagai pencegahan. Terlebih dengan berbagai keterbatasan seperti faskes yang jauh dan kurangnya ketersediaan antivenom. MENCEGAH TERJADINYA GIGITAN ULAR merupakan langkah yang lebih mudah, namun perlu upaya berkelanjutan melalui edukasi secara masif kepada semua kalangan. Risiko tergigit ular dapat terjadi pada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.
Langkah-langkah pencegahan:

1.Mengusir ular dengan aman
Gunakan alat untuk mengusir ular di rumah, hindari menggunakan tangan kosong.
Pukul tanah secara perlahan atau bersihkan semak-semak agar ular menghindar saat kita memasuki habitatnya.
2.Perbaiki pencahayaan
Pastikan pencahayaan baik di dalam maupun di luar rumah agar ular mudah terlihat. Banyak kasus terjadi karena orang tidak melihat pergerakan atau keberadaan ular yang bersembunyi.
3.Gunakan senter saat di luar rumah
Saat berjalan di luar, gunakan senter agar ular dapat terlihat dengan jelas. Ini memberi kesempatan untuk menghindar atau mencegah ular terinjaknya.
4.Gunakan pelindung kaki
Gunakan sepatu dan celana panjang. Sekitar 67% gigitan ular terjadi di kaki. Pelindung kaki dapat mengurangi risiko luka tembus saat digigit.
5.Jaga kebersihan lingkungan
Lingkungan yang bersih dan rapi dapat mengurangi kehadiran tikus di rumah. Tikus adalah mangsa ular, keberadaannya dapat menarik ular masuk ke dalam rumah.
Contoh: simpan makanan dengan baik dan jauhkan dari tempat istirahat, karena tikus sering berada di dapur atau area penyimpanan makanan.
6.Tidur di tempat yang aman
Tidurlah di tempat yang tepat, tidak langsung di lantai. Gunakan kelambu yang dipasang dengan baik untuk mencegah ular masuk. Banyak kasus gigitan terjadi saat orang tidur di lantai.
7.Gunakan toilet/WC di dalam rumah
gigitan ular sering terjadi saat orang pergi ke ladang atau sungai untuk buang air. Oleh karena itu, gunakan fasilitas toilet yang aman di dalam rumah.

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

Iksan snake Rescuer EXALOS Indonesia Regional Sragen kembali berhasil mengevakuasi seekor ular kobra Jawa yang masuk ke ...
13/06/2026

Iksan snake Rescuer EXALOS Indonesia Regional Sragen kembali berhasil mengevakuasi seekor ular kobra Jawa yang masuk ke area permukiman warga di wilayah Jantran, Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Laporan diterima dari Ibu Puput, pemilik rumah, yang menghubungi tim melalui telepon setelah menemukan seekor ular berada di dalam rumahnya. Setelah dilakukan pengecekan lokasi, petugas menemukan ular kobra Jawa yang menyelinap dan terjepit di sela sempit antara lemari dapur dan tembok rumah.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat ruang gerak yang sangat terbatas serta karakter ular kobra yang memiliki bisa berbahaya. Dengan ketenangan, kesabaran, dan teknik penanganan yang tepat, tim berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa kendala.

proses rescue berjalan lancar, ular berhasil diamankan, dan pelapor beserta penghuni rumah tetap dalam kondisi aman.

EXALOS INDONESIA mengimbau masyarakat untuk tetap tenang apabila menemukan satwa liar, khususnya ular, di lingkungan sekitar serta segera menghubungi petugas yang berkompeten untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Layanan Snake Rescue dan Edukasi Gratis:
wa.me/6289610404414

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

Dua Ekor Ular Koros Berhasil Dievakuasi, Warga TenangMenindaklanjuti laporan dari Bapak Kardi, warga Dukuh Dempul, Desa ...
13/06/2026

Dua Ekor Ular Koros Berhasil Dievakuasi, Warga Tenang

Menindaklanjuti laporan dari Bapak Kardi, warga Dukuh Dempul, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, terkait keberadaan dua ekor ular koros di belakang rumahnya, relawan EXALOS INDONESIA segera melakukan penanganan.

Saudara Puryanto dengan sigap melakukan proses evakuasi terhadap kedua ular tersebut. Berkat tindakan yang cepat dan tepat, dua ekor ular koros yang diketahui tidak berbisa berhasil diamankan dengan selamat.

Ular koros merupakan salah satu jenis ular yang bermanfaat bagi ekosistem pertanian. Ular ini tidak berbisa dan berperan sebagai predator alami berbagai hama, seperti tikus, cicak, dan hewan kecil lainnya yang dapat merugikan petani. Karena manfaatnya tersebut, ular koros sering disebut sebagai "sahabat petani" yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan secara alami.

Proses rescue berjalan lancar tanpa kendala. Kedua ular berhasil dievakuasi dalam kondisi aman untuk selanjutnya dilepasliarkan ke habitat yang sesuai. Situasi lingkungan kembali kondusif dan warga merasa tenang setelah penanganan selesai dilakukan.

Tetap waspada terhadap keberadaan satwa liar di sekitar lingkungan, namun hindari tindakan yang dapat membahayakan satwa maupun manusia. Segera hubungi petugas atau relawan yang berkompeten apabila menemukan ular atau satwa liar lainnya di permukiman.

Layanan snake rescue dan snake education GRATIS hubungi cp EXALOS INDONESIA 089610404414

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

Jangan memburu biawakHimbauan untuk tidak memburu dan memakan biawak didasari oleh beberapa alasan yang sangat logis, da...
13/06/2026

Jangan memburu biawak

Himbauan untuk tidak memburu dan memakan biawak didasari oleh beberapa alasan yang sangat logis, dari segi ekologi dan keselamatan diri. Berikut adalah penjelasan nya
1. Alasan Ekologi dan Lingkungan (Paling Utama) Biawak memainkan peran yang krusial dalam rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Sebagai Pengendali Hama Alami, biawak adalah predator utama untuk hewan berbisa dan pengerat seperti tikus. Satu biawak dapat memakan banyak tikus dan telur ular. Jika populasi biawak dibunuh, maka populasi ular dan tikus akan meledak. Tikus dapat merusak hasil panen, menyebarkan penyakit, dan menjadi hama. Sedangkan ular berbisa sangat berbahaya bagi manusia. Biawak merupakan bagian dari Rantai Makanan dimana biawak juga memakan katak, kadal, serangga beracun juga bangkai. Dengan mengontrol populasi hewan-hewan ini, biawak mencegah satu spesies tertentu menjadi terlalu dominan dan berbahaya yang merusak keseimbangan alam. Biawak jadi Bagian dari Biodiversitas, Setiap spesies, termasuk biawak, memiliki tempatnya dalam ekosistem. Memusnahkan mereka dapat menyebabkan efek berantai yang tidak terduga dan merugikan.
2. Alasan Keselamatan Diri. Membunuh biawak justru meningkatkan risiko overpopiulasi ular berbisa yang akan menggigit keluarga Anda. biawak Bukan Penyerang Alami, biawak tidak memandang manusia sebagai musuh. Insting pertama mereka adalah melarikan diri atau bersembunyi. Mereka hanya akan menggigit sebagai pertahanan diri terakhir jika merasa terancam dan tidak ada jalan lain.
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu biawak?
1. Jangan Panik, Berhenti, tarik napas dalam-dalam. Ingat, biawak mungkin lebih takut pada Anda.
2. Beri Jalan Keluar, bergeser atau mundur secara perlahan dan jangan menghalangi jalan melarikan diri si biawak, Dalam kebanyakan kasus, biawak akan langsung kabur. Bila membutuhkan bantuan bisa laporan Petugas.
Kebiasaan menjadikan biawak sebagai bahan makanan juga tidak baik, biawak mungkin saja kotor dan memungkinkan untuk menularkan penyakit hewan pada manusia.

Smoga bermanfaat bagi masyarakat

Foto 2. Biawak yang di buru utk konsumsi
Foto 3. team EXALOS menangani biawak masuk rumah

ULAR LANANG SAPI MASUK PERMUKIMAN DAN LINGKUNGAN KERJA, TIM EXALOS INDONESIA LAKUKAN EVAKUASI.Tim EXALOS INDONESIA kemba...
12/06/2026

ULAR LANANG SAPI MASUK PERMUKIMAN DAN LINGKUNGAN KERJA, TIM EXALOS INDONESIA LAKUKAN EVAKUASI.

Tim EXALOS INDONESIA kembali melakukan penanganan satwa liar berupa seekor Ular Lanang Sapi (Coelognathus radiatus) yang dilaporkan masuk ke lingkungan rumah warga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, serta ditemukan di area lingkungan kerja di Kabupaten Bandung Barat.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim segera menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan evakuasi. Proses penanganan berlangsung aman tanpa menimbulkan risiko bagi warga maupun satwa. Setelah berhasil diamankan, ular tersebut akan direlokasi ke habitat yang sesuai dan jauh dari aktivitas manusia.
Berdasarkan hasil identifikasi, satwa yang ditemukan merupakan Ular Lanang Sapi (Coelognathus radiatus), salah satu spesies ular dari famili Colubridae yang tidak berbisa. Ular ini dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 2,5 meter dengan ciri khas warna kuning kecokelatan, garis hitam di sepanjang punggung, serta bagian perut berwarna abu-abu.
Ular Lanang Sapi memiliki persebaran yang luas di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Satwa ini aktif pada siang hari (diurnal) dan umumnya menghuni berbagai tipe habitat seperti perkebunan, taman desa, kawasan perkotaan, padang rumput, hingga hutan yang telah mengalami degradasi.
Dalam ekosistem, Ular Lanang Sapi berperan sebagai predator alami yang membantu mengendalikan populasi tikus dan hewan kecil lainnya seperti kadal, katak, kelelawar, serta burung kecil. Karena perannya tersebut, ular ini sering disebut sebagai sahabat petani karena membantu mengurangi hama yang dapat merusak lahan pertanian.
Meski tidak berbisa, Ular Lanang Sapi memiliki mekanisme pertahanan yang cukup unik ketika merasa terancam. Satwa ini dapat melengkungkan bagian leher dan tubuhnya menyerupai huruf "S", melebarkan leher secara vertikal, hingga melakukan serangan defensif untuk mengusir ancaman. Dalam kondisi tertentu, ular ini juga mampu berpura-pura mati dan mengeluarkan aroma tidak sedap sebagai upaya perlindungan diri dari predator.

Layanan snake rescue dan snake education hubungi cp EXALOS INDONESIA 089610404414

EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUE

Address

Asrama Brigif Mekanis Raider 6 Kostrad
Sukoharjo
57554

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Exalos Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category