31/03/2026
Musik Bambu, Aset Kebudayaan Asli Daerah Sangihe; Pelestarian Sudah Semestinya!
Musik Bambu adalah musik tradisional Sangihe β Talaud yang diciptakan oleh seorang petani pada tahun 1800. Musik bambu berkembang di wilayah Sanger besar (sekarang Kab. Kep. Sangihe) dan dari sanalah perjalanan musik bambu berkembang. Hal ini diperkuat dengan banyaknya masyarakat di wilayah ini, yang masih menekuni dan memainkan musik bambu.
Kendati alat musik bambu bahan dasarnya terbuat dari bahan tradisional, namun akord β akordnya sudah menyerupai musik modern. Menurut Salah Seorang Tokoh dari Badan Adat Sangihe, Martinus Makitulung, musik bambu Sangihe merupakan alat musik tiup yang sudah lama ada dan tercipta dari kreatifitas para komponis atau seniman di daerah ini.
Jika menghitung secara matematika 2026 β 1800 maka hadirnya Musik Bambu di Kabupaten Kepulauan Sangihe-Talaud kurang lebih telah berusia 226 tahun.
Musik Bambu bukan sekedar alat musik melainkan proses dialektik terciptaNya Ide dan Ilmu Pengetahuan di bidang seni. Secara gamblang bisa dikata kemajuan Arsistik di Kabupaten Kepulauan Sangihe-Talaud sungguh luarbiasa.
Pengenalan musik bambu secara massal perlu untuk didorong sebagai bentuk pelestarian dan tanggungjawab Moral generasi saat ini.