12/08/2025
*Kalian TIDAK akan pernah menang.
Jika kalian memang s**a permainan ini, maka mending sana, main kartu, sabung ayam, atau apa kek, di dunia nyata. Kalian mungkin masih bisa menang. Bandar bisa ngakalin, tapi kemampuannya terbatas, karena permainannya fisik, bisa kelihatan. Ada kartunya, ada ayamnya. Bisa dipegang.
Tapi permainan online.
Ya Allah. Sungguh betapa tololnya kalian.
Itu tuh mesin. Ada algoritma di dalamnya. Rumus2. Kalian tidak bisa lihat jeroan mesin tsb. Dan itu 100% sudah di-setting oleh bandar sedemikian rupa, agar kalian kalah. Mana ada bandar permainan yg bikin mesinnya jujur, fair. Astagfirullah, kalian begooo banget jika percaya permainan ini jujur.
Dan mesin ini telah dirancang. Kalian awalnya dikasih menang dulu. Horeee! Tergoda d**g. Wah, asyik, gampang dapat duit. Mulai naikin taruhan. Kalah. Kalah. Kalah. Sampai kalian nyaris nyerah, eh menang lagi d**g. Mesin sudah dirancang begitu. Mengenali pola permainan. Kapan kalian top up, kapan kalian mulai berhenti dan tdk semangat. Boom! Kalian dikasih menang. Banyak. Wah, kalian jadi kembali semangat. Lagi2 naikin taruhan. Dari cuma 5.000, jadi 50.000, kemudian 500.000, lantas 5 juta. Habis itu uang yg kalian menangkan.
Nah, mesin siap untuk menyedot uang kalian habis2an. Kalah. Kalah. Kalah. Kalian tambah penasaran deh. Jual harta benda, nguras tabungan, pinjam sana-sini, terdesak, bahkan kalian siap merampok, membunuh. Kalah. Kalah. Kalah.
Duh Rabbi,
Saya kira, tahun 2025, sudah majuuu sekali peradaban dunia, kok dari 8 miliar penduduk Bumi, masih ada yg begooooo sekali. Kalian itu melawan mesin yang diciptakan bandar. Coba pahami logika ini: mana ada bandar yg mau kalah?
Ayolah, dipakai dikiiiit saja otaknya. Monyet sj bisa loh pakai otaknya. Masa' kalian tidak bisa melihat hal seterang-benderang ini.
Kalian TIDAK akan pernah menang. Paham?
*Tere Liye, penulis "Teruslah Bodoh Jangan Pintar"
**paragraf pertama bukan berarti nyuruh kalian main kartu, sabung ayam. itu tuh hanya pembanding ketololan yg hakiki.