30/12/2023
Saatnya kita review perjalanan APBN di tahun 2023..!
Meski risiko perekonomian global masih sangat tinggi, kinerja APBN dan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2023 terjaga baik dan lebih kuat.
Jika dibandingkan tahun lalu maupun target awal APBN 2023 yang kemudian disesuaikan target revisinya dalam Perpres Nomor 75/2023, hingga 12 Desember 2023 mencatatkan pencapaian yang baik.
Pendapatan negara mencapai Rp2.553,2 T - sudah melebihi target APBN awal, terealisasi 96,8% dari target revisi, dan tumbuh ๐ผ4,1% yoy. Optimalisasi penerimaan pajak tahun 2023 yang disertai dengan peningkatan pelayanan kepada wajib pajak ini memungkinkan tax buoyancy โ kenaikan penerimaan pajak dibandingkan kenaikan volume ekonomi โ di atas nilai 1, sehingga dapat memperbaiki tax ratio kita.
Dari sisi belanja negara, realisasinya mencapai Rp2.588,2 T โ terealisasi 83% dari target revisi meski terkontraksi 4,1% (yoy) dengan adanya penurunan subsidi BBM seiring penurunan harga komoditas minyak.
APBN hingga 12 Desember 2023 mencatatkan keseimbangan primer yang positif mencapai Rp378,6 T, dengan defisit anggaran sebesar Rp35 T (0,17% dari PDB), jauh lebih kecil dibandingkan target awal maupun revisi. Sehingga, realisasi pembiayaan APBN juga jauh lebih rendah, yaitu sebesar Rp289,6 T atau hanya 60% dari target revisi โ ini menjadi strategi yang tepat dan ampuh dalam menghadapi situasi suku bunga higher for longer yang terjadi saat ini.
Bagaimana dengan perekonomian Indonesia?
Berbagai indikator perekonomian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi baik dari sisi konsumsi dan produksi masih terjaga momentumnya. Kinerja APBN sepanjang 2023 yang tetap kredibel dan makin sehat menjadi landasan yang solid bagi kita untuk menyambut tahun 2024.
Tahun akan berganti, tapi akan selalu jadi instrumen andalan untuk melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia..!
Dari Konferensi Pers Edisi Desember 2023
Jakarta, 15 Desember 2023
Repost :