Dewan Kebudayaan Daerah kabupaten Kebumen

Dewan Kebudayaan Daerah kabupaten Kebumen Rumah bersama para seniman, budayawan, dan pecinta sejarah Kebumen. Merawat tradisi, membuka ruang ekspresi, dan menjaga ruh budaya Kabumian.

29/05/2026
29/05/2026

AYO HADIRI GREBEG SURO – MERTI JAGAD KABUMIAN 2026!

Masyarakat Kebumen dan sekitarnya, jangan lewatkan perhelatan budaya terbesar dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura.

Grebeg Suro – Merti Jagad Kabumian 2026 akan menghadirkan rangkaian acara budaya yang meriah, sakral, dan penuh makna, serta didukung langsung oleh Bupati Kebumen dan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Yang paling ditunggu masyarakat adalah hadirnya:

🌾 Puluhan Gunungan Hasil Bumi dari berbagai OPD, kecamatan, dan elemen masyarakat yang berisi aneka hasil pertanian, perkebunan, dan produk unggulan daerah.

🍚 Puluhan Tumpeng Kenduri sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan masyarakat Kebumen.

🕊️ Puluhan Unggas yang Akan Dilepaskan sebagai lambang harapan, kelestarian alam, serta doa bagi keselamatan dan kesejahteraan bersama.

🎭 Kirab Budaya Malam 1 Sura yang akan melintasi pusat Kota Kebumen dengan melibatkan berbagai unsur budaya dan masyarakat.

🙏 Doa Bersama Lintas Agama dan Kepercayaan sebagai wujud persatuan, kerukunan, dan penghormatan terhadap keberagaman masyarakat Kebumen.

🎉 Tradisi Ngalap Berkah Gunungan dan Tumpeng yang menjadi puncak acara dan selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Mari hadir bersama keluarga, sahabat, dan kerabat untuk menyaksikan sekaligus menjadi bagian dari tradisi budaya yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Datang, saksikan, dan raih berkahnya!

📅 Rabu, 17 Juni 2026
🕖 Pukul 19.00 WIB – selesai
📍 Pendopo Kabumian dan Alun-Alun Kebumen

Grebeg Suro – Merti Jagad Kabumian 2026
"Merawat Budaya, Menjaga Harmoni, Menjemput Berkah untuk Kebumen yang Lebih Maju dan Sejahtera."

Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kebumen Tra...
28/05/2026

Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kebumen Travel Mart 2026 (Gombong Festival of Culture) sebagai ruang strategis penguatan pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM lokal, serta diplomasi budaya Kabupaten Kebumen di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda promosi wisata, namun merupakan ikhtiar bersama dalam membangun ekosistem kebudayaan dan ekonomi kreatif yang berpijak pada jati diri daerah. Kehadiran unsur business matching, walking tour heritage, famtrip, pertunjukan seni budaya, hingga expo UMKM menjadi langkah penting dalam mempertemukan warisan budaya dengan peluang ekonomi masa depan.

Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen memandang bahwa:

1. budaya harus menjadi ruh pembangunan pariwisata,

2. UMKM lokal perlu ditempatkan sebagai pelaku utama ekonomi daerah,

3. situs sejarah dan tradisi Kebumen wajib dihidupkan melalui ruang-ruang kreatif yang berkelanjutan,

4. serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku wisata, akademisi, dan masyarakat harus terus diperkuat.

Kami berharap kegiatan ini mampu memperluas jejaring promosi wisata Kebumen, meningkatkan kunjungan wisata berbasis budaya, membuka akses pasar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, memperkuat identitas Kebumen sebagai kabupaten budaya dan geopark dunia, serta menjadi agenda tahunan unggulan yang membanggakan masyarakat Kebumen.

“Festival boleh meriah, namun yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran budaya dan peradaban masyarakatnya.”

Semoga Kebumen Travel Mart 2026 berjalan lancar, sukses, membawa manfaat ekonomi, sosial, dan kebudayaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen.


Kabupaten Kebumen
“Kebudayaan adalah napas peradaban.”

28/05/2026

Alhamdulillah, silaturahmi dan audiensi bersama Bupati Kebumen berjalan lancar, penuh kehangatan dan semangat kebudayaan.

Terima kasih kepada seluruh sedulur Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen yang telah berkenan hadir dan turut membersamai ikhtiar bersama demi kemajuan budaya, sejarah, dan peradaban Kebumen.

Semoga menjadi langkah baik untuk memperkuat sinergi antara pelaku budaya dan pemerintah daerah demi lestarinya jati diri Kabumian.

🙏 Nuwun sanget.

03/05/2026

Alhamdulillah… 🤲✨

Setelah berhasil masuk 4 Besar Nasional, Kabupaten Kebumen kembali menerima kabar membahagiakan. Kebumen dinobatkan sebagai Penampilan Terbaik dalam ajang Festival Tari Nusantara Tradisional Tahun 2026 melalui persembahan luar biasa Tari Cepet Ayu Kebumen.

Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Kebumen. Kemenangan para seniman yang berlatih tanpa lelah, para pelatih yang penuh dedikasi, serta seluruh pihak yang terus menjaga nyala kebudayaan tetap hidup di bumi Kabumian.

Terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan seluruh warga Kebumen. Semoga capaian ini menjadi energi baru untuk semakin menguatkan pemajuan kebudayaan daerah, meneguhkan identitas, serta mengangkat martabat Kebumen di panggung nasional.

Kebumen bisa karena budayanya hidup.
Kebumen mulya amarga para senimannya ora nate mandheg berjuang.





03/05/2026

Alhamdulillah

Sedulur..., mengapa watak wong Kebumen terasa beda dengan daerah lain ? Apakah karena Karakter kita dibentuk oleh geokul...
01/05/2026

Sedulur..., mengapa watak wong Kebumen terasa beda dengan daerah lain ? Apakah karena Karakter kita dibentuk oleh geokultur tanahnya — alam yang menempa jiwa masyarakatnya sejak ratusan tahun ?.

Wong Bonorawan : Hidup dilingkungan tanah rawa dan genangan lahir manusia-manusia menjadi tangguh. Wong Bonorowan hidup dengan “intelegensi air”: sabar membaca musim, kuat menghadapi ketidakpastian, dan paling jago urusan gotong royong. Di sini pangan dijaga dengan hati. Sega liwet, kluban, dan tradisi tani bukan sekadar makanan, tapi simbol ketahanan hidup.

Wong Pesisiran : Berhadapan langsung dengan Samudra Selatan membentuk mental blakasuta: berani, terbuka, tegas. Nelayan belajar satu hal sejak kecil — hidup adalah keberanian mengambil risiko. Sedekah Laut bukan hanya ritual, tapi pernyataan martabat wong pesisir.

Wong Pegunungan : Di utara Kebumen, masyarakat pegunungan tumbuh dengan watak tekun dan tahan banting. Medan berat melahirkan pribadi hemat bicara, kuat bekerja, dan setia menjaga tradisi. Alam mengajarkan kesabaran panjang dan kesetiaan pada akar budaya.

Wong Perkotaan : Kawasan kota menjadi ruang pertemuan berbagai karakter. Di sinilah kreativitas, pendidikan, perdagangan, dan gagasan baru berkembang. Wong kota Kebumen terbiasa beradaptasi cepat tanpa kehilangan rasa kekeluargaan khas desa.

Wong Pesisir Bergunung : Inilah yang paling unik. Laut dan gunung bertemu dalam satu napas kehidupan. Masyarakatnya memiliki keberanian pesisir sekaligus keteguhan pegunungan: berani merantau, tetapi selalu pulang membawa identitas Kebumen dalam jiwa.

Inilah Kebumen sesungguhnya:
lembut dalam kebersamaan, keras dalam perjuangan, sederhana tapi tidak pernah kecil jiwanya.

Sekarang pertanyaannya untuk sedulur kabeh👇

Menurut panjenengan, etos mana yang paling menggambarkan diri sampeyan?
Bonorawan? Pesisiran? Pegunungan? Perkotaan? atau Pesisir Bergunung?

Tulis di komentar — kita lihat wajah asli Wong Kebumen dari cerita sedulur kabeh!

KEBUMEN MASUK 4 BESAR NASIONAL — IKHTIAR BUDAYA TAK PERNAH BERHENTIAlhamdulillah, sebuah kabar membanggakan datang dari ...
30/04/2026

KEBUMEN MASUK 4 BESAR NASIONAL — IKHTIAR BUDAYA TAK PERNAH BERHENTI

Alhamdulillah, sebuah kabar membanggakan datang dari perjuangan para seniman dan pelaku budaya Kabupaten Kebumen. Dalam ajang Festival Tari Nusantara Tradisional Tahun 2026 yang diikuti oleh kontingen dari 38 Propinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Kontingen Kebumen berhasil menembus 4 Besar Nasional Kategori Madya.

Prestasi ini bukan sekadar capaian lomba, tetapi bukti bahwa semangat pelestarian budaya tetap hidup di tengah keterbatasan. Dengan segala ikhtiar, kerja gotong royong, dan dedikasi para seniman, Kebumen mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah besar di Indonesia. Budaya Kebumen berbicara lantang melalui karya, bukan sekadar kata.

Perjalanan menuju babak final nasional pada tanggal 2–5 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk membawa nama Kebumen semakin dikenal di panggung budaya Nusantara. Meski dukungan yang dirasakan masih terbatas, para pelaku budaya tetap melangkah dengan keyakinan bahwa kebudayaan adalah martabat daerah yang harus dijaga bersama.

Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan dan memberi semangat kepada para penari, pelatih, serta pendamping yang sedang berjuang membawa identitas budaya Kebumen ke tingkat nasional. Mas Faiz Alaudien Reza Mardhika, Bpk Saiful Hadi Ngapak ibu Lilis Nuryani Bupati dan biyunge wong kebumen, terimakasih atas dukungannya terhadap Pemajuan kebudayaan di daerah kita tercinta.

Kebumen bisa, karena budayanya hidup.
Kebumen kuat, karena senimannya tetap berjuang.




Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen mengucapkan selamat dan sukses kepada ibu Wiji Winaras, atas prestasinya untuk...
26/04/2026

Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen mengucapkan selamat dan sukses kepada ibu Wiji Winaras, atas prestasinya untuk Cepet Ayu Kebumen yang telah terpilih sebagai Finalis Festival Tari Nusantara Tradisional.

Keikutsertaan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan wujud nyata ikhtiar anak bangsa dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan warisan budaya leluhur. Cepet Ayu membawa identitas, rasa, dan jiwa Kebumen untuk tampil di panggung kebudayaan Nusantara.

Semoga langkah ini menjadi jalan kemuliaan budaya, memperluas jejaring seni, serta semakin mengharumkan nama Kebumen di percaturan budaya nasional hingga dunia.

Nguri-uri budaya, nguatake jati diri bangsa.

Salam budaya,
Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen

Address

Disparbud Kebumen Jalan Sukarno Hatta No. 62 Kebumen
Kebumen
54311

Telephone

+6281227925759

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dewan Kebudayaan Daerah kabupaten Kebumen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Dewan Kebudayaan Daerah kabupaten Kebumen:

Share