Kota Kalijati

Kota Kalijati KALIJATI adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini Terletak di sebelah Barat dari Pusat Ibukota Kabupaten

Geografi

Kecamatan Kalijati terletak pada ketinggian 105 m dpl Topografi 70 % datar sampai berombak, 30 % berombak sampai berbukit. Ada pun perbatasan dengan Kecamatan di sekitarnya adalah :

Utara : Kecamatan Purwadadi
Selatan : Kecamatan Sagalaherang
Barat : Kecamatan Cipeundeuy
Timur : Kecamatan Subang

Jumlah Desa

Adapun Jumlah keseluruhan Desa yang ada di Kecamatan Kalijati b

erjumlah 10 desa, antara lain :

1. Desa Bangggala Mulya
2. Desa Caracas
3. Desa Ciruluk
4. Desa Jalupang
5. Desa Marengmang
6. Desa Kaliangsana
7. Desa Kalijati Barat
8. Desa Kalijati Timur
9. Desa Tanggulun Barat
10. Desa Tanggulun Timur
Transportasi



Dari arah sebelah Timur datang dari kota kabupaten Subang lewat Kecamatan Dawuan ,
Dari Jalur sebelah Utara melalui Kecamatan Ciasem ( Pantura ) lewat Kecamatan Purwadadi, sedang dari arah Barat jalur alternatif lewat Sadang kabupaten Purwakarta bisa dari atau menuju Kota Bandung dan Ibu Kota Jakarta.

14/09/2015

Alhamdulillah...Hujan geuning leutik-leutik oge, berkah....

08/07/2015

TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

08/07/2015
22/06/2015

News

Kalidjati tempo doeloe
22/06/2015

Kalidjati tempo doeloe

Foto: Kalijati Tempo Dulu FotoSep 4, 2013 1399 Foto Kalijati tempo dulu (wk) tweet Previous articleDebat Kandidat Cabup / Cawabup Subang Jawa BaratNext articleSubang Dalam Mata Lensa (Bingkai Fotografi Subang) Mental

Pasar Kalijati Subang
06/12/2014

Pasar Kalijati Subang

06/12/2014
ZIKRUL MAUTKematian adalah sebuah misteri besar yang dirahasiakan kedatangannya oleh Allah swt. Hikmah di balik rahasia ...
20/07/2014

ZIKRUL MAUT

Kematian adalah sebuah misteri besar yang dirahasiakan kedatangannya oleh Allah swt. Hikmah di balik rahasia kematian adalah agar manusia bersegera melakukan amal sebelum kematian itu datang dengan tiba-tiba. Kematian bisa memutuskan segala rencana yang telah disusun. Hendaklah kita beramal saleh mulai saat ini dan janganlah kita menundanya.
Sesungguhnya, kematian bukan berarti hilang sama sekali atau hancur tanpa bekas. Akan tetapi, sesungguhnya kematian itu hanya terputusnya hubungan ruh dengan jasad. Mati adalah pergantian situasi dan perpindahan dari satu negeri ke negeri yang lain.
“Orang yang paling banyak mengingat mati dan giat mempersiapkannya. Itulah orang yang paling cerdas. Orang seperti itu akan pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat.”
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., “Rasulullah saw menarik pundakku dan berkata, “Jadilah Anda di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara” (HR. Bukhari dan Ahmad)

TANDA – TANDA MATI HUSNUL KHATIMAH (AKHIR YANG BAIK)
Dalam hadis Rasulullah saw. dijelaskan tanda-tanda yang bisa dijadikan sebagai dalil atas kematian husnul khatimah. Barang siapa yang mati dengan sebagian tanda-tanda itu ada pada dirinya, maka itu sebagai kabar gembira baginya.
Tanda-tanda itu sebagai berikut:
Mengucapkan kalimat syahadat ketika ajal menjemputnya.
Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang akhir kematiannya mengucapkan kalimat tauhid Laa ilaha illallah, dia akan masuk surga.” (HR Abu Daud dan Al Hakim)
Kematian dengan pelipis berkeringat
Hadis Buraidah bin Al Khashib ra. ketika berada di Khurasan ia menjenguk saudaranya yang sakit dan ia menemukannya dalam keadaan menghadapi kematian. Ia pun berkeringat di pelipisnya, maka ia bertakbir dan mengatakan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,” Kematian seorang mukmin dengan keringat di pelipis” (HR Ahmad, Al Hakim, An Nasa’i, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Mati pada malam Jum’at atau siangnya
Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang Muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menghindarkannya dari azab kubur.” (HR Ahmad, Tirmidzi)
Mati syahid di medan pertempuran
”Enam hal disediakan Allah bagi orang yang mati syahid: ia akan diampuni ketika tetesan darahnya yang pertama, ia akan melihat tempat tinggalnya di syurga, ia akan dijauhkan dari azab kubur, akan merasa aman ketika orang-orang dihadapkan dengan kegentingan pada hari kiamat, akan dihiasi dengan hiasan iman, ia akan dinikahkan dengan bidadari, dan ia diberikan kesempatan untuk memberikan syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Mati dalam peperangan di jalan Allah
Rasulullah bersabda, ” Barangsiapa keluar untuk berjihad di jalan Allah, kemudian dia mati atau terbunuh, maka dia adalah syahid, atau dia mati disebabkan oleh kuda atau unta yang ditungganginya, atau digigit binatang yang berbisa, atau mati di atas kasurnya tanpa pukulan musuh ataupun luka dalam perang yang Allah kehendaki, maka sesungguhnya dia adalah mati syahid dan baginya syurga.” (HR Abu Daud, Al Haikm, dan Al Baihaqi)
Mati karena terjangkit penyakit tha’uun (kolera)
Rasulullah bersabda, ” Penyakit tha’uun penyebab kematian syahid bagi setiap Muslim (HR Bukhari Muslim)
Mati karena sakit perut
Rasulullah bersabda, ” Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka dia mati dalam keadaan syahid” (HR Muslim dan Ahmad)
Matinya seorang wanita setelah melahirkan
Dalam hadist Jabir bin ’Atik dari Rasulullah saw, ”Orang yang mati syahid itu ada tujuh selain yang syahid di medan perang mempertahankan agama Allah, yang terjangkit penyakit tha’uun, yang tenggelam, mati karena penyakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa bangunan roboh, wanita yang mati karena habis melahirkan. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Mati yang disebabkan penyakit lumpuh
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Rasyid bin Hubesy dari Rasulullah saw, ” Dalam hadis tersebut disebutkan,”….dan yang terserang penyakit lumpuh sesungguhnya dia mati syahid.” (HR Ahmad dalam Al Musnad)
Mati karena mempertahankan hartanya, agamanya dan jiwanya.
Dalam hadis Sa’id bin Zaid, Rasulullah saw bersabda, ” Barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan hartanya dari penjahat, maka dia mati syahid. Barangsiapa yang mati untuk mempertahankan keluarganya, maka ia mati syahid. Barangsiapa mati dalam mempertahankan agamanya, maka dia mati syahid. Dan barangsiapa mati dalam mempertahankan jiwanya, maka dia mati syahid.” (HR Ahmad dalam Al Musnad)
Mati dalam keadaan siap tempur di jalan Allah (Murabith)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salman, Rasulullah bersabda, ” Menunggu dalam keadaan siap tempur di jalan Allah sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan malamnya diisi dengan shalat. Apabila mati dalam keadaan itu, pahala amalnya yang sudah dia lakukan akan mengalir terus kepadanya, rezekinya tidak akan terputus, dan dia akan selamat dari fitnah (azab).” (HR Muslim)
Mati dalam keadaan melaksanakan amal shaleh
Rasulullah saw bersabda, ” Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk syurga. Barangsiapa berpuasa sehari dan ikhlas karena keridhaan Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk syurga. Barangsiapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah, maka ia masuk syurga (HR Ahmad dari Hudzaifah)

Kufur Nikmat Menyebabkan Rahmat Menjadi Laknat“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah ? Tiada orang yang merasa ...
20/07/2014

Kufur Nikmat Menyebabkan Rahmat Menjadi Laknat

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah ? Tiada orang yang merasa aman dari azab Allah kecuali mereka adalah orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai negeri sesudah penduduknya bahwa kalau kami menghendaki tentu kami azab mereka karena dosa-dosanya. Dan kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar?”
Sebelum turun peringatan itu Allah ‘Azza wa Jalla lebih dulu berjanji akan menurunkan berkah-Nya dari langit dan dari bumi pada suatu negeri yang masyarakat-nya beriman serta bertaqwa sebagai sarana pemakmuran dan penentraman kehidupan. Namun sayangnya kebanyakan manusia cenderung melalaikan peringatan itu dan mengingkari nikmat Allah. Sehingga turunlah ketetapan hukum-Nya terhadap mereka yakni siksaan dan hinaan sehina-hinanya di dunia dan akhirat.
Ayat pembuka di atas adalah peringatan kepada siapa saja yang lalai dalam mengemban amanah Allah untuk senantiasa menjaga kehidupan dari hal-hal yang merusak. Alam adalah nikmat sempurna Allah SWT yang dipersembahkan kepada umat manusia. Karena itu manusia wajib mensyukurinya dengan cara memelihara kelestariannya serta mempertahankannya sekuat mungkin dari upaya-upaya destruktif.
Alam ini penuh dengan semilyar pesona dan keistimewaan-keistimewaan yang luar biasa karena itu hanya dipersembahkan pada manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya yang paling istimewa dari segi jatah pemberian rezeki dari penciptanya. Bukankah Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baik ciptaan diantara ciptaan-Nya yang lain? Bukankah lama dan seluruh habitat tempat manusia berdiam telah diformat dalam keadaan “siap pakai” dengan semua hukum alam yang pasti dan tetap sebagai sarana penunjang kelangsungan hidup manusia? Dan jangan lupa selain nikmat yang bersifat zahir itu Allah juga menyempurnakan nikmat manusia dengan memberikan mereka pedoman hidup sempurna. Sehingga dengan sarana dan pedoman hidup sempurna yang Allah karuniakan kepada manusia seyogyanya mereka dengan survive hidup mulia makmur dan tenram. Dengan kata lain manusia mestinya mampu eksis sebagai khalifah-khalifah Allah di atas muka bumi dengan penuh izzah dan kewibawaan.
Sebagai khalifah Allah di atas muka bumi ada dua tugas pokok penting yang harus diemban dan ditunaikan mnusia sampai hari kiamat. Yang pertama memakmurkan bumi. Kedua memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak mana pun. Memakmurkan Bumi terkait dengan tugas ini ada kewajiban kolektif yang dibebankan Allah SWT kepada manusia yakni mereka harus mengekplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat dinikmati secara adil dan merata dengan tetap memelihara kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjuntukan eksplorasi itu. Dengan begitu ada beberapa hal yang harus diperhatikan manusia dalam menggali kekayaan bumi.
Pertama menggunakan friendly technology. Apa pun usaha pemanfataan kekayaan alam, entah pertambangan, pertanian, usaha kehutanan, industri, dan lain-lain haruslah dengan memberi satu garansi bahwa ekosistem alam tidak menjadi rusak, tidak membuat hewan, tumbuh-tumbuhan, tanah, air, dan udara menjadi punah dan tercemar racun-racun yang membahayakan kehidupan.
Kedua adanya konsep corporate social responsibility. Perusahaan atau korporasi yang bertanggung jawab tak selayaknya mendirikan bangunan-bangunan industrinya dengan megah namun tak memberi pemberdayaan baik secara material, akal, maupun spiritual bagi warga setempat. Logikanya masyarakat sekitar lokasi industri yang tercukupi secara materi dan tercerahkan akal dan spiritualnya akan ikut bertanggung jawab memelihara ekosistem alam.
Ketiga menjalankan usaha dengan cara-cara bersaing yang sehat. Dengan demikian sebuah usaha yang baik tidak akan dijalankan dengan cara monopoli tanpa memberi orang lain kesempatan untuk berusaha dalam bidang yang sama.
Memelihara Bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak para SDM sebuah perusahaan serta lingkungannya dari kebiasaan-kebiasaan jahiliyah. Karena SDM yang rusak akan sangat potensial merusak alam. Dengan demikian premis ini menuntut bahwa tiap jenis usaha apa pun harus memperhatikan hal-hal berikut: Pertama tidak membiarkan SDM perusahaan melakukan kebiasaan-kebiasaan merusak. Kedua tidak mengizinkan lingkungan sekitar berdiri sarana-sarana kemaksiatan. Ketiga tidak membiarkan berkembangnya sarana-sarana yang memungkinkan tumbuhnya tradisi syirik dan kekerasan. Keempat menjatuhkan sanksi yang berat bagi para perusak akidah dan akhlak. Kelima menumbuhsuburkan kegiatan-kegiatan keagamaan secara kontinyu dan baik.
Sangat wajar bila Islam berkepentingan agar manusia secara kolektif berjuang keras agar syariat-Nya tegak di atas muka bumi. Karena hanya Islam yang paling lengkap daan concern aturannya dalam menjaga kelangsungan hidup dan dalam memelihara ekosistem alam. “Oleh karena itu kami tetapkan bagi bani Israil bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena dia membuat kerusakan di muka bumi maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.” Dalam ayat lain Allah menyuruh manusia agar giat menggali karunia-Nya untuk investasi di akhirat. Ini berarti konsep pembangunan negara dan bangsa haruslah berwawasan ketuhanan.
Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi karena Dia tidak menyukai kaum perusak. Dengan spirit inilah generasi awal Islam membangun dan berperang dengan rambu-rambu yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Oleh karena itu Islam datang tidak membawa bencana tetapi bahkan sebaliknya ia membawa rahmat. “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu negeri akhirat. Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia. Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Kalau kita mau merenung sejenak memikirkan tentang bencana demi bencana yang tak putus menimpa bangsa Indonesia seharusnya kita mengintrospeksi tindakan kita dan kebijakan-kebijakan pembangunan negara selama ini. Jikalau turunnya hujan yang semestinya membawa rahmat tetapi malah berubah menjadi bencana sekali lagi hal itu patut kita renungkan. Jangan-jangan banyak sekali kelalaian-kelalaian baik disengaja maupun tidak yang kita lakukan sehingga kita tidak amanah di dalam mengelola kehidupan. Alam kita biarkan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan boleh jadi kita termasuk yang langsung atau tidak langsung melakukan proses perusakan itu. Alangkah bijaknya bila bencana-bencana yang menimpa berbagai wilayah di Indonesia kita jadikan bahan instrospeksi. Kedua komponen bangsa (pemerintah dan rakyat) harus membangun kesadaran secara bersama untuk kembali kepada jalan Allah. Kembali memperhatikan peraturan-peraturan-Nya tentang pemeliharaan kehidupan agar kita menjadi orang-orang yang amanah sekaligus menjadi bangsa yang pandai mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.
By : Hasna Azura

Oleh: Asep MulyanaPantura - Rabu, 2 Juli 2014 | 18:16 WIBNILAH.COM, Purwakarta - Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Se...
02/07/2014

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Rabu, 2 Juli 2014 | 18:16 WIB
NILAH.COM, Purwakarta - Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Hudaya Arryanto mengatakan, berdasarkan rencana yang sudah dijadwalkan, Tol Cipali baru bisa beroperasi pertengahan 2015.

Perusahaannya pun, sudah berkomitmen dan berkeyakinan untuk dapat menyelesaikan pembangunan Tol Cipali sesuai waktu yang telah ditentukan. “Jalan tol ini akan terbentang sepanjang 116 kilometer. Dari mulai Cikopo hingga Palimanan (Cirebon),” jelas dia, Rabu (2/6/2014).

Dia menambahkan, jika jalan Tol Cipali ini selesai, tidak saja akan mengurangi beban lalu lintas di jalan Nasional pantai utara (Pantura). Tapi juga, akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilaluinya.

Seperti diketahui, Polres Purwakarta berencana membuka jalur yang berada di sisi lahan Proyek Tol Cipali (Cikampek-Palimanan) saat mudik lebaran 2014 mendatang. Itupun, jika kondisi lalulintas di Jalur Pantura dan jalur tengah mengalami kemacetan parah.

Hal itu akan dilakukan, untuk meminimalisasi kemacetan di titik krusial Jalur mudik. Misalnya, yang kerap terjadi di jalur utama Pantura, serta jalur tengah (Sadang-Subang).

Namun keinginan polisi itu kemungkinan tak bisa terealisasi, karena kontraktor khawatir akan mengganggu pengerjaan proyek tersebut. [rni]

04/06/2014

Kalijati Kota Sejarah

KALIJATI adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini Terletak di sebelah Barat dari Pusat Ibukota Kabupaten

04/06/2014

Kini Telah hadir Fans Page : " Kota Kalijati " kota kesayangan masyarakat Kalijati khususnya, dan Kab. Subang pada umumnya..., untuk orang Kalijati dan semuanya nyah...silahkan di LiKE Trimakasih atas atensi nya.....!!!

Address

Jalan Raya Kalijati-Purwadadi
Kalijati
41271

Telephone

+6285222565000

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kota Kalijati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kota Kalijati:

Share