20/07/2014
ZIKRUL MAUT
Kematian adalah sebuah misteri besar yang dirahasiakan kedatangannya oleh Allah swt. Hikmah di balik rahasia kematian adalah agar manusia bersegera melakukan amal sebelum kematian itu datang dengan tiba-tiba. Kematian bisa memutuskan segala rencana yang telah disusun. Hendaklah kita beramal saleh mulai saat ini dan janganlah kita menundanya.
Sesungguhnya, kematian bukan berarti hilang sama sekali atau hancur tanpa bekas. Akan tetapi, sesungguhnya kematian itu hanya terputusnya hubungan ruh dengan jasad. Mati adalah pergantian situasi dan perpindahan dari satu negeri ke negeri yang lain.
“Orang yang paling banyak mengingat mati dan giat mempersiapkannya. Itulah orang yang paling cerdas. Orang seperti itu akan pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat.”
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., “Rasulullah saw menarik pundakku dan berkata, “Jadilah Anda di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara” (HR. Bukhari dan Ahmad)
TANDA – TANDA MATI HUSNUL KHATIMAH (AKHIR YANG BAIK)
Dalam hadis Rasulullah saw. dijelaskan tanda-tanda yang bisa dijadikan sebagai dalil atas kematian husnul khatimah. Barang siapa yang mati dengan sebagian tanda-tanda itu ada pada dirinya, maka itu sebagai kabar gembira baginya.
Tanda-tanda itu sebagai berikut:
Mengucapkan kalimat syahadat ketika ajal menjemputnya.
Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang akhir kematiannya mengucapkan kalimat tauhid Laa ilaha illallah, dia akan masuk surga.” (HR Abu Daud dan Al Hakim)
Kematian dengan pelipis berkeringat
Hadis Buraidah bin Al Khashib ra. ketika berada di Khurasan ia menjenguk saudaranya yang sakit dan ia menemukannya dalam keadaan menghadapi kematian. Ia pun berkeringat di pelipisnya, maka ia bertakbir dan mengatakan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,” Kematian seorang mukmin dengan keringat di pelipis” (HR Ahmad, Al Hakim, An Nasa’i, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Mati pada malam Jum’at atau siangnya
Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang Muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menghindarkannya dari azab kubur.” (HR Ahmad, Tirmidzi)
Mati syahid di medan pertempuran
”Enam hal disediakan Allah bagi orang yang mati syahid: ia akan diampuni ketika tetesan darahnya yang pertama, ia akan melihat tempat tinggalnya di syurga, ia akan dijauhkan dari azab kubur, akan merasa aman ketika orang-orang dihadapkan dengan kegentingan pada hari kiamat, akan dihiasi dengan hiasan iman, ia akan dinikahkan dengan bidadari, dan ia diberikan kesempatan untuk memberikan syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Mati dalam peperangan di jalan Allah
Rasulullah bersabda, ” Barangsiapa keluar untuk berjihad di jalan Allah, kemudian dia mati atau terbunuh, maka dia adalah syahid, atau dia mati disebabkan oleh kuda atau unta yang ditungganginya, atau digigit binatang yang berbisa, atau mati di atas kasurnya tanpa pukulan musuh ataupun luka dalam perang yang Allah kehendaki, maka sesungguhnya dia adalah mati syahid dan baginya syurga.” (HR Abu Daud, Al Haikm, dan Al Baihaqi)
Mati karena terjangkit penyakit tha’uun (kolera)
Rasulullah bersabda, ” Penyakit tha’uun penyebab kematian syahid bagi setiap Muslim (HR Bukhari Muslim)
Mati karena sakit perut
Rasulullah bersabda, ” Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka dia mati dalam keadaan syahid” (HR Muslim dan Ahmad)
Matinya seorang wanita setelah melahirkan
Dalam hadist Jabir bin ’Atik dari Rasulullah saw, ”Orang yang mati syahid itu ada tujuh selain yang syahid di medan perang mempertahankan agama Allah, yang terjangkit penyakit tha’uun, yang tenggelam, mati karena penyakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa bangunan roboh, wanita yang mati karena habis melahirkan. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Mati yang disebabkan penyakit lumpuh
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Rasyid bin Hubesy dari Rasulullah saw, ” Dalam hadis tersebut disebutkan,”….dan yang terserang penyakit lumpuh sesungguhnya dia mati syahid.” (HR Ahmad dalam Al Musnad)
Mati karena mempertahankan hartanya, agamanya dan jiwanya.
Dalam hadis Sa’id bin Zaid, Rasulullah saw bersabda, ” Barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan hartanya dari penjahat, maka dia mati syahid. Barangsiapa yang mati untuk mempertahankan keluarganya, maka ia mati syahid. Barangsiapa mati dalam mempertahankan agamanya, maka dia mati syahid. Dan barangsiapa mati dalam mempertahankan jiwanya, maka dia mati syahid.” (HR Ahmad dalam Al Musnad)
Mati dalam keadaan siap tempur di jalan Allah (Murabith)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salman, Rasulullah bersabda, ” Menunggu dalam keadaan siap tempur di jalan Allah sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan malamnya diisi dengan shalat. Apabila mati dalam keadaan itu, pahala amalnya yang sudah dia lakukan akan mengalir terus kepadanya, rezekinya tidak akan terputus, dan dia akan selamat dari fitnah (azab).” (HR Muslim)
Mati dalam keadaan melaksanakan amal shaleh
Rasulullah saw bersabda, ” Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk syurga. Barangsiapa berpuasa sehari dan ikhlas karena keridhaan Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk syurga. Barangsiapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah, maka ia masuk syurga (HR Ahmad dari Hudzaifah)