05/06/2026
πππππππ ππππ: πππππ ππππ πππππππ ππππ ππ πππππ πππππ ππππππ
Pada musim panas tahun 1900, Kekaisaran Qing berada di ambang kehancuran. Pasukan gabungan delapan negara asing bergerak menuju Beijing untuk memadamkan Pemberontakan Boxer, sementara kepanikan menyelimuti Kota Terlarang. Di tengah kekacauan itu, seorang wanita muda bernama Consort Zhen menghadapi nasib yang jauh lebih mengerikan daripada perang yang sedang berlangsung di luar tembok istana.
Consort Zhen adalah salah satu selir favorit Kaisar Guangxu. Berbeda dari banyak wanita istana lainnya, ia dikenal cerdas, berani, dan tidak takut menyuarakan pendapatnya. Ketika Kaisar Guangxu mencoba melakukan reformasi besar untuk memodernisasi Tiongkok pada tahun 1898, Consort Zhen mendukung upaya tersebut. Sikapnya membuatnya berseberangan dengan penguasa sesungguhnya di balik takhta: Empress Dowager Cixi.
Setelah reformasi gagal dan Kaisar Guangxu ditempatkan dalam tahanan rumah, Consort Zhen juga kehilangan kebebasannya. Namun kebencian Cixi terhadap selir muda itu tidak pernah benar-benar hilang. Dua tahun kemudian, ketika pasukan asing semakin dekat dan Cixi memutuskan melarikan diri dari Beijing, ia menghadapi satu masalah terakhir: apa yang harus dilakukan terhadap Consort Zhen.
Menurut catatan yang paling banyak dipercaya, pada pagi hari keberangkatan istana, Cixi memerintahkan agar Consort Zhen dibawa keluar. Selir berusia sekitar 24 tahun itu kemudian digiring menuju sebuah sumur tua di dalam Kota Terlarang. Tidak ada pengadilan. Tidak ada kesempatan membela diri. Di tengah suasana panik dan ketakutan, perintah itu segera dilaksanakan.
Beberapa saksi kemudian menyebut bahwa Consort Zhen dilempar hidup-hidup ke dalam sumur. Dalam hitungan detik, wanita yang pernah menjadi simbol harapan reformasi itu menghilang ke dalam kegelapan. Sementara itu, iring-iringan Cixi meninggalkan Beijing dan melarikan diri ke Xi'an, meninggalkan tragedi tersebut terkubur di balik dinding istana.
Setelah keadaan kembali normal, jasad Consort Zhen ditemukan dari sumur itu. Hingga hari ini, "Sumur Consort Zhen" di Kota Terlarang tetap menjadi salah satu lokasi paling terkenal dan paling menyeramkan dalam sejarah Dinasti Qingβsebuah pengingat bahwa di balik kemegahan istana kekaisaran, perebutan kekuasaan sering kali berakhir dengan kematian yang sunyi dan tragis.