Rempai Karangampel

Rempai Karangampel REMPAI (REMAJA DAN PEMUDA ISLAM) KEC. KARANGAMPEL Rempai singkatan dari ”Remaja dan Pemuda Islam”.

Nama "Rempai" diakui oleh Camat Karangampel dan disahkan oleh Pengurus DKM Darussalam pada tanggal 06 April 2003. Rempai adalah salah satu organisasi yang tidak bergerak di bidabidang politik, yang berada di lingkungan Masjid Besar Darussalam Karangampel di tingkat Kecematan dan di bawah naungan Camat Karangampel. Rempai berkedudukan di lingkungan Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu - Jawa B

arat. VISI
“Menjadikan generasi muda berkembang dan berkualitas”

MISI
“Membentuk dan meningkatkan profesionalisme personil dalam mengaktualisasikan potensi rernaja dan pemuda Islam sebagai generasi masa depan yang berakhlak mulia.”


Fungsi Rempai

Organisasi Rempai Berfungsi :
a) Sebagai realisasi program kerja remaja masjid sewilayah Kecamatan Karangampel
b) Sebagai pemersatu fikiran dan tindakan para remaja dan pemuda yang berorientasi didalam melaksanakan tugas keagamaan dan kemasyarakatan di lingkungan masjid dan musholla yang berada di desa desa Kecamatan Karangampel. Peranan Rempai :

a) Rempai membentuk DKM Darussalam dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. b) Di dalam kegiatan Rempai berperan di bidang keagamaan, pendidikan, senibudaya, dan sosial kemasyarakatan
c) Rempai berperan aktif, khususnya di lingkungan Masjid Besar Darussalam, dan lingkungan masyarakat sekitarnya dalam kecamatan Karangampel.

Safari Ramadhan kuliah subuh Di Lapangan Bola Benda..
27/06/2015

Safari Ramadhan kuliah subuh Di Lapangan Bola Benda..

21/06/2015

“Kesaktian” Nama Orang Saleh
Dalam sebuah riwayat, Imam Malik bin Anas kedatangan seorang tetua kampung yang gelagapan karena warganya kesurupan. Diusir pakai cara apapun, jin itu tetap kerasan menghuni tubuh warga kampung itu. Tetua kampung inipun meminta kepada Imam Malik agar mau mengusir jin tersebut.
Imam Malik segera melepas terompahnya, lalu diberikan kepada tetua kampung.
“Aku nggak usah ke kampungmu. Cukup terompahku ini saja kamu acungkan ke depan orang yang kesurupan itu sambil bilang jika ini milikku.”
Setelah tiba di kampungnya, sesepuh itu segera melaksanakan amanat.
“Ini terompah Imam Malik, beliau memintamu keluar dari tubuh ini.”
Hasilnya? Dahsyat. Jin yang kerasan itu langsung keluar seketika itu.
Tak berbeda dengan peristiwa di atas, di sebuah pesantren di Cirebon, ada seorang santri yang kesurupan. Berbagai upaya dilakukan agar jinnya keluar. Usaha gagal. Jin itu tetap kerasan. Karena nggak mempan dan para pengurus pondok nyaris putus asa, akhirnya ketua pengurus iseng menggertak, “Kalau nggak mau keluar dari tubuh temanku ini, biar kamu kulaporkan ke Kiai Idris Kamali! Hayo keluar...!”
Cling. Santri yang kesurupan langsung sembuh. Padahal, Kiai Idris Kamali yang namanya dipinjam-pakai menggertak itu sudah tidak lagi di Cirebon, melainkan tinggal di Jombang karena sudah menjadi menantu KH. M. Hasyim Asy’ari.
Hmmmm, ini sih “kesaktian” nama orang saleh. :)

20/06/2015

Engkau menjajakan Islamisme untuk membujuk saudara-saudaraku yang lugu dan bodoh agar mau menjadi konstituenmu hingga menyerahkan leher jadi pengganjal singgasana kekuasaanmu yang penceng dan rapuh di negerimu sendiri yang jauh yang sama-sekali bukan urusan kami sedangkan engkau pun sama -sekali tak pernah perduli pada masalah-masalah kami disini --bagaimana mungkin sedangkan rakyatmu sendiri saja sepanjang masa kau kelabui.
~Gus Yahya Cholil Staquf

15/06/2015

Assalamualaikum,wr.wb
dmhn kehadirannya untuk semua pengurus REMPAI untuk berkumpul pada :
15 juni 2015 (mlm ini)
pkul 20.00 wib
tempat sekre REMPAI (Mesjid darussalam)
Dimohon kehadirannya untuk semua yang memiliki rempai, save dan gerakkan REMPAI kembali.. :)
mksih..
*info dari ketua REMPAI

Para ulama adalah pewaris para nabi "KEMULIAAN MALAM NISFU SYA'BAN"
01/06/2015

Para ulama adalah pewaris para nabi "KEMULIAAN MALAM NISFU SYA'BAN"

26/05/2015

ini
Asslmu'alaikm.
kami atas nama majlis MAHABBAH AR-R0SUL kr.ampel.
mengundang anda smua u/ hdir d acra haul AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN AHMAD AL-HABSYI.
pda hari:selasa mlm rabu. tggl: 26 mei.
wktu: 20.00-slse.
tempat:ds.kaplongan lor,blok pejaten,kr.ampel.
Mubaligh : HABIB MASOLEH BIN MUHAMMAD BIN SYECH BIN ABUBAKAR BIN YAHYA & HABIB MUHAMMAD BIN ALI BIN YAHYA
Hadroh : FSMC & MAHABBAH ARROSUL
skian n trimaksh.
mhon sbarkan !.

*bagi yang mengerti"Belajar Agama Kok Sama Budayawan, Cak Nun..!"Oleh : Robbi GandamanaBanyak yang menyebutnya sebagai k...
26/04/2015

*bagi yang mengerti

"Belajar Agama Kok Sama Budayawan, Cak Nun..!"

Oleh : Robbi Gandamana

Banyak yang menyebutnya sebagai kyai mbeling. Dalam ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nggak jarang menggunakan kata-kata yang sangat rakyat jelata (ndasmu, asu, jancok, taek, dsb) dan nylekit. Yang tentu saja menyesuaikan dengan audience-nya saat itu (tidak di depan anak kecil atau semacamnya).
Cak Nun sengaja begitu agar tidak dikultuskan, tidak ingin di-wali-wali-kan oleh jamaahnya. Kalau orang yang pikirannya linier, sempit, tidak paham kontek, nggak kenal beliau..pasti bakalan berpikiran negatif, mengkafir-kafirkan.

Pernah suatu kali saat diundang di sebuah sarasehan, Cak Nun menyebutkan bahwa kita ini sesat, ulama-ulamanya sesat, semuanya sesat.
"Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat," kata Cak Nun saat itu.
Mereka yang tidak kenal dan tidak terbiasa dengan omongan Cak Nun, marah besar. Terutama mereka-mereka yang masih muda.
Kita memang masih sesat karena setiap kita sholat diwajibkan membaca ayat 'Ihdinash Shirathal Mustaqim' yang artinya tunjukilah kami jalan yang lurus.
"Kalau sudah merasa lurus dan benar maka nggak usah ikut pengajian..di sini tempatnya orang sesat yang terus mencari kebenaran dan jalan yang lurus."

Cak Nun tidak ingin masyarakat umum mengenalnya sebagai kyai, haji, ustadz atau gelar-gelar semacam itu. Beliau sengaja mencopot gelar-gelar tersebut.
Pernah suatu kali Cak Nun jadi seorang pembicara dalam acara seminar. Panitia membuat Spanduk penyambutan yang isinya kurang lebih : "Selamat datang KH Emha Ainun Nadjib...."
Cak Nun pun bercanda sama panitia-nya, "Mas kalau gelar saya Kyai Haji..terus gelarnya Rasullulah apa mas ..: Kanjeng sepuh Kyai Haji Panglima Besar Waliyullah Nabiullah blablablablablabla..Muhammmad SAW."

Dan kayaknya Cak Nun berhasil dengan cita-citanya itu. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai tokoh budaya, penyair atau seniman. Ketika ada jamaahnya Cak Nun yang bicara pemikiran (bukan ajaran) Cak Nun tentang agama, mereka sinis : "Kok percaya sama omongannya penyair... belajar agama kok dari seorang budayawan..!"

Tongkrongannya pun biasa saja, tidak menampakan diri sebagai seorang kyai.
"Agama itu letaknya di dapur, nggk perlu dipamerkan di warungnya...nggak masalah kamu masak di dapur pakai gas, kompor biasa atau apa pun yang penting yang kamu sajikan di ruang tamu adalah masakan yang menyenangkan semua orang..begitu juga dengan agama, nggak masalah agama apapun yang di anut yang penting output di masyarakat itu baik..jadi orang yang mengamankan, menentramkan, menolong saat dibutuhkan.."

Cak Nun adalah salah satu tokoh gerakan reformasi (yang tidak diakui negeri ini), melengserkan sekaligus guru ngajinya Presiden Soeharto. Yang membujuk Gus Dur untuk mau jadi presiden dan juga mengajaknya meninggalkan istana saat Gus Dur di-impeachment oleh MPR.
"Lapo sampeyan nang istana setan...ayo mulih nang istana malaikat..!" ajak Cak Nun pada Gus dur.
"Nang endi istana malaikat iku Cak..?" tanya Gus Dur.
"Yo nang Ciganjur (rumah Gus Dur)..!" jawab Cak Nun.
Setelah itu Gus Dur keluar istana cuman pakai kaos oblong dan celana kolor.

Saya rasa jarang ada orang yang begitu ikhlas, berani, cerdas, arif seperti beliau. Walaupun pendidikannya cuman sampai semester 1 Fakultas Ekonomi UGM tapi otaknya melebihi seorang profesor. Profesor pun minder kalau disandingkan dengan Cak Nun. Karena beliau adalah berlian yang intelektualitasnya mumpuni.

Banyak sekali aktifitas Cak Nun demi keutuhan NKRI yang tak pernah diakui, ditulis dalam sejarah Indonesia. Dan sekarang beliau memutuskan untuk Out Of The Box dari semua itu. Indonesia mengalami sakit kronis parah. Ilmu manusia pun nggak sanggup untuk menyembuhkan Indonesia. Cak Nun pun tak lagi mau tampil di media nasional. Menyibukan diri dalam kegiatan pengajian, shalawatan dan semacamnya (Mocopat Syafaat, Juguran Syafaat, Kenduri Cinta, Bang Bang Wetan dan sebagainya).

Cak Nun tidak mengakui negara Indonesia. Beliau cuma seorang penduduk Indonesia saja.
"Saya tidak menganjurkan anda Golput...tapi kalau anda nggak Golput itu goblok..! Wis ngerti dike'i taek kok yo gelem ae...tiap lima tahun sekali dike'i taek kok yo ora kapok-kapok..! Terus anda masih penasaran : 'jangan-jangan ini lidah saya ya..? lho kok pahit..lho kok??'.."

Dalam setiap acara seminar, sarasehan atau apa pun namanya Cak Nun tidak pernah perduli soal honor. Dibayar atau tidak dibayar bagi Cak Nun tak masalah. Cak Nun mewanti-wanti pada manajemen yang ngurusi Cak Nun untuk tidak menyebutkan angka.
"Berapa sih yang akan anda bayarkan pada saya??...dibayar berapapun nggak akan cukup!...Maka lebih baik tidak usah.
Bukannya saya hebat...tapi saya takut menyinggung perasaan Tuhan. Urusan Akhlak dan dagang harus dipisahkan. Jangan sampai akhlak dikapitalisasi."
Ustadz dibayar itu bukan karena transfer ilmunya tapi karena waktunya (yang dikorbankan), akomodasinya dan seterusnya. Karena itu tidak selayaknya kalau ada Ustadz, Motivator, Guru Ngaji pasang tarif.

Cak Nun yang menyebarkan kebaikan, membuka pori-pori kecerdasan, mencerahkan, membesarkan hati para jamaahnya tanpa minta imbalan apa pun. Beliau selalu memposisikan sama dengan jamaahnya. Sama-sama belajar dan mencari kebenaran bersama.
Berikut ini cuplikan beberapa pituturnya tentang ketidakinginanya untuk dikultuskan :

"Awas kalau sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat) sama saya....tak tonyo ndasmu..!
Karena di maiyah ini semua orang berposisi sama.
Di sini tidak ada kyai-nya, tidak ada imam-nya, tidak ada mursid-nya, tidak ada syekh-nya.
Biasanya khan sebuah perkumpulan pengajian atau tariqat ada 'ndas-ndasane' yang harus ditaati sama jamaahnya.

Yang harus anda taati hanya Rasullulah dan Allah..bukan saya...saya nggak mau..!
Soalnya kalau anda taat sama saya..Saat kamu nyolong..saya nggk bisa nolong kamu di akhirat.
Hanya Allah dan syafaat Rasulullah yang bisa menolong kamu.

Kalau kamu taat sama saya..apa gunanya?
Saya sendiri masih harus taat sama Rasullah dan Allah.
Di sini adalah majelis ilmu..mencari kebaikan bersama dan tujuanya bukan untuk menguasai Indonesia..tapi mencari kebenaran bersama.

Jangan hidup menurut Cak Nun. Hidup sekali kok menurut Cak Nun..menurut Cak Nun, menurut syekh ini, menurut ulama ini, menurut itu...gak kabeh!!
Hidup itu menurut Allah, menurut Rasullullah..titik!
Hidup sekali kok menurut ini, menurut itu.
Kalau hidup menurut Cak Nun, nanti saya diseret di pengadilan Gusti Allah :
"Wong iki jarene nglakoni ngene mergo awakmu Nun.."
Terus saya njawab, "lha salahe dewe..wong kulo cuma' ngomong kok.."

Kebenaran itu tidak pada siapapun. Kecuali pada keputusan terakhir anda masing-masing. Karena itu nanti yang dihisab oleh Allah. Anda boleh mendengar apa pun, boleh menafsirkan kayak apa pun, boleh melakukan apa pun setelah itu. Tapi sebenarnya yang dinilai adalah bahwa itu menjadi keputusan anda.
Jangan pernah punya keputusan yang tidak otentik pada diri anda masing-masing. Artinya kalau shalatmu itu ya shalat kamu dan Allah..itu otentik.
Bukan kamu plus Cak Nun, plus Kyai, plus Ustadz, plus Ulama dan Allah.

Sepanjang kebenaran itu anda ketahui terletak di situ
maka seluruh forum apa pun tidak masalah. Karena anda dewasa, tidak gampang 'masuk angin' oleh kalimat kayak apa pun.

Jangan mau ditipu oleh siapapun yang menghadir-hadirkan Tuhan kepadamu. Yang menghalang-halangi hubunganmu dengan Allah. Jangan percaya kepada Emha Ainun Nadjib. Jangan percaya kepada Kyai, Ustadz atau siapapun. Itu hak pribadimu untuk menemukan Tuhanmu dengan gayamu dan caramu..!"

Begitulah segelintir cerita tentang sang Guru Rakyat yang sebenarnya bisa berjilid-jilid kalau diceritakan secara detail. Begitu banyak kiprah beliau dalam mencerdaskan rakyat negeri ini dengan gerakan Maiyah-nya yang tujuannya tidak untuk menguasai Indonesia. Indonesia itu kecil, Indonesia adalah bagian dari kampung halamanku, begitu kata Cak Nun.

Dan Maiyah bukanlah sebuah sekte, aliran, madzhab dan sejenisnya. Maiyah adalah sebuah majelis ilmu, mencari kebenaran bersama untuk membentuk manusia Indonesia baru yang tangguh, berani, cerdas dan berwawasan luas (tambahi sendiri kalau kurang).
sumber : http://m.kompasiana.com/post/read/739691/1/belajar-agama-kok-sama-budayawan-cak-nun.html

16/04/2015

KEBERKAHAN SHOLAWAT

Keberkahan shalawat..
Habibana Munzir pernah menyampaikan bahwa :
Rasulullah saw. Bersabda :
"Barang siapa bershalawat kepadaku, Allah bershalawat dan bersalam kepadanya sepuluh, dan shalawat itu ada malaikat yang membawanya hingga menyampaikannya kepadaku."
Dalam hadits ini ditambahkan bahwa Allah juga memberi salam kepada yang bershalawat untuk Rasulullah. Seseorang jika mendengar bahwa pak RW kirim salam kepadanya maka ia sangat gembira, terlebih lagi jika ia adalah lurah, bupati, gubernur, atau presiden dan terlebih lagi jika yang bersalam adalah Allah SWT.
Sebab apa Allah bershalawat dan salam?
Karena ia telah bershalawat dan salam kepada kekasihnya Sayyidina Muhammad SAW.
Betapa beruntungnya orang yang cinta kepada Sayyidina Muhammad SAW.
Betapa mulianya perkumpulan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW.
Setelah bershalawat kepada Rasulullah pilihlah doa yang ingin diminta dan dipanjatkan kepada Allah, karena orang tersebut telah terangkat sepuluh derajat lebih tinggi, dan telah berjatuhan darinya sepuluh dosa, sehingga ketika itu ia berada lebih dekat pada pintu terkabulnya doa-doa, demikian agungnya kemuliaan satu shalawat.

Shollu 'ala Nabi Muhammad....

LIKE www.facebook.com/indramayukotasayyidinamuhammadsaw

Menuju Indramayu Kota Sayyidina Muhammad SAW.

14/04/2015

KEBERKAHAN SHOLAWAT

Keberkahan shalawat..
Habibana Munzir pernah menyampaikan bahwa :
Rasulullah saw. Bersabda :
"Barang siapa bershalawat kepadaku, Allah bershalawat dan bersalam kepadanya sepuluh, dan shalawat itu ada malaikat yang membawanya hingga menyampaikannya kepadaku."
Dalam hadits ini ditambahkan bahwa Allah juga memberi salam kepada yang bershalawat untuk Rasulullah. Seseorang jika mendengar bahwa pak RW kirim salam kepadanya maka ia sangat gembira, terlebih lagi jika ia adalah lurah, bupati, gubernur, atau presiden dan terlebih lagi jika yang bersalam adalah Allah SWT.
Sebab apa Allah bershalawat dan salam?
Karena ia telah bershalawat dan salam kepada kekasihnya sayyidina Muhammad saw.
Betapa beruntungnya orang yang cinta kepada sayyidina Muhammad
Betapa mulianya perkumpulan shalawat kepada sayyidina Muhammad
Setelah bershalawat kepada Rasulullah pilihlah doa yang ingin diminta dan dipanjatkan kepada Allah, karena orang tersebut telah terangkat sepuluh derajat lebih tinggi, dan telah berjatuhan darinya sepuluh dosa, sehingga ketika itu ia berada lebih dekat pada pintu terkabulnya doa-doa, demikian agungnya kemuliaan satu shalawat.
Shollu 'ala Nabi Muhammad....

LIKE www.facebook.com/indramayukotasayyidinamuhammadsaw

Menuju Indramayu Kota Sayyidina Muhammad SAW.

20/03/2015

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata : "Tidaklah ALLAH jadikan seseorang bisa beristighfar, melainkan disitulah ALLAH ingin Mengampuninya."
Kabar gembira Allah ingin mengampunimu. Resapilah pesan ini, bawalah dalam alam nyatamu, lanjutilah dengan taubatmu kepadaNya.

LIKE www.facebook.com/indramayukotasayyidinamuhammadsaw

Menuju Indramayu Kota Sayyidina Muhammad SAW.

20/03/2015

Sebobrok-bobroknya Muammar Khadafi, ia masih bermanfaat bagi orang lain khususnya rakyatnya. Dan Amerika mengirim pasukan NATOnya untuk menumpas Khadafi. Khadafi meninggal dan Libya sekarang dalam remasan Amerika. Rakyatnya tak lagi hidup tentram dan serba gratis lantaran Hasil Alam (minyak) Libya dikuasai Amerika.

Sekarang muncul ISIS yang kebrengsekannya jauh melebihi Khadafi dan sama sekali tidak ada manfaatnya bagi orang lain khususnya umat Islam. Kemana Amerika? Amerika sedang khusyuk menonton wayang-wayangnya yang semakin seru memerankan arahan dalangnya.

ISIS bukan muncul dari orang-orang Islam yang mengerti hakikat Islam seutuhnya. Tapi ISIS adalah produk musuh Islam dan perdamaian dunia (Amerika) dan disambut oleh sebagian kecil orang-orang Islam yang tak tahu sejatinya syariat dan tuntunan Al-Quran dan Hadis.

Jihad membunuh orang-orang Muslim yang tidak bersalah dan berdosa untuk menegakkan khilafah dan syariah? Mikir!!!
*Mas Yaqien

08/03/2015

Sumpek, suntuk, ruwed itu hadir karena cara atau gaya hidup kita yang salah.
Sebaik-baik gaya hidup adalah mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad SAW.

LIKE www.facebook.com/indramayukotasayyidinamuhammadsaw

Menuju Indramayu Kota Sayyidina Muhammad SAW.

Address

Desa Karangampel Kidul Kecamatan Karangampel
Indramayu
45283

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rempai Karangampel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share