Dharmasraya Mendunia

Dharmasraya Mendunia Dharmasraya Mendunia

Dharmasraya Memasuki Era Baru: Ekonomi Tumbuh Progresif di Tengah Tantangan​Kabupaten Dharmasraya resmi bertransformasi ...
07/04/2026

Dharmasraya Memasuki Era Baru: Ekonomi Tumbuh Progresif di Tengah Tantangan

​Kabupaten Dharmasraya resmi bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di Sumatera Barat. Berdasarkan data BPS 2025, daerah ini berhasil membalikkan keadaan dengan melampaui rata-rata provinsi pada lima indikator makro utama: Penurunan kemiskinan (4,61%), pertumbuhan ekonomi (3,79%), dan peningkatan pendapatan per kapita (Rp62,0 juta).

​Di tengah perlambatan ekonomi regional akibat faktor bencana, Dharmasraya justru menunjukkan performa solid. Bupati Annisa Suci Ramadhani kini menyiapkan strategi agresif untuk tahun 2027 dengan fokus pada:

1. ​Kemandirian Fiskal: Optimalisasi pajak sektor korporasi dan penguatan BUMD hilirisasi sawit.

2. ​Investasi Riil: Memacu sektor pertanian, UMKM, dan daya beli masyarakat.

​3. Global: Kolaborasi lintas sektor untuk pembiayaan infrastruktur senilai Rp2 triliun.

​Dharmasraya membuktikan bahwa dengan kepemimpinan strategis dan kolaborasi, lompatan kesejahteraan bukan sekadar target, melainkan realitas yang sedang terjadi.

🏛️ Sejarah dan Signifikansi Arca Wisnu Dharmasraya​Arca ini merupakan salah satu temuan paling penting dari Kompleks Can...
04/04/2026

🏛️ Sejarah dan Signifikansi Arca Wisnu Dharmasraya

​Arca ini merupakan salah satu temuan paling penting dari Kompleks Candi Pulau Sawah, yang terletak di wilayah Dharmasraya (berbatasan dengan Jambi/hulu Batanghari).

​1. Konteks Kerajaan Melayu & Dharmasraya
​Ditemukan di koridor sungai Batanghari, arca ini berasal dari sekitar Abad ke-13 Masehi. Masa ini adalah era keemasan Kerajaan Melayu Dharmasraya setelah pusat kekuasaan bergeser dari Muaro Jambi ke hulu. Arca ini menunjukkan pengaruh kuat sinkretisme budaya, di mana seni lokal berpadu dengan pengaruh dari Jawa (Singhasari/Majapahit).

​2. Simbolisme Delapan Tangan (Ashtabhuja)
​Dalam ikonografi Hindu, Wisnu dengan delapan tangan melambangkan Maha Kuasa dan Maha Ada.

​Delapan Penjuru Mata Angin: Melambangkan perlindungan Wisnu yang menjangkau seluruh alam semesta tanpa celah.
​Atribut Bunga Lotus: Simbol kesucian, penciptaan, dan kebangkitan spiritual.
​Jatamakhuta: Mahkota rambut yang menunjukkan status kedewaan yang tinggi namun tetap memiliki sisi pertapa.

​3. Hubungan dengan Mitos Siguntur
​Wilayah Siguntur dikenal sebagai salah satu pusat peradaban lama di hulu Batanghari. Keberadaan arca-arca kecil (perunggu) seperti ini sering kali dikaitkan oleh masyarakat setempat dengan:

​Penjaga Wilayah: Mitos bahwa benda-benda ini adalah "penjaga" sungai atau desa yang memberikan berkah kesuburan.

​Warisan Leluhur: Masyarakat Siguntur menjaga narasi bahwa mereka adalah keturunan dari penguasa-penguasa besar masa lalu yang memiliki kekuatan spiritual tinggi.

​Cagar Budaya: Secara administratif, keberadaannya menegaskan bahwa Siguntur adalah titik penting dalam jalur perdagangan emas dan rempah masa lalu.

Address

Sungai Batang Hari
Dharmasraya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dharmasraya Mendunia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share