29/05/2026
Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Lancar, Karantina Bali adakan Rapat Evaluasi Lingkup Bali Nusra
Denpasar, 26 Mei 2026 — Karantina Bali melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan dan Pemantauan Lalu Lintas Hewan Kurban Tahun 2026 Regional Bali Nusa Tenggara yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting.
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan evaluasi dalam rangka memastikan pelaksanaan pengawasan lalu lintas hewan kurban berjalan optimal serta mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H.
Rapat dipimpin oleh Kepala Balai Besar Bali Heri Yuwono dan dihadiri oleh Kepala Karantina Nusa Tenggara Barat, Kepala Karantina Nusa Tenggara Timur, Ketua Tim Kerja (Katimja) beserta tim kerja Karantina Hewan, serta perwakilan dari Satuan Pelayanan Karantina di Pelabuhan Pengeluaran.
Dalam rapat tersebut, Karantina Bali menyampaikan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemantauan lalu lintas hewan kurban Tahun 2026 di wilayah kerjanya. Paparan meliputi data lalu lintas hewan kurban, pelaksanaan pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan hewan, pelaksanaan tindakan perlakuan berupa disinfeksi hewan dan alat angkut serta langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan guna mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Dari hasil pengawasan lalulintas hewan selama Idul Adha 2026, pengiriman sapi keluar Provinsi Bali kurun waktu Januari - Mei 2026 ini sebanyak 55.945 ekor dengan frekuensi 2382 kali pengiriman. Untuk Provinsi NTB pengiriman sapi sebanyak 32.271 ekor dengan frekuensi 1518 kali dan Provinsi NTT pengiriman sebanyak 33685 ekor dengan frekuensi 492 kali.
Selain penyampaian hasil pengawasan, rapat ini juga menjadi wadah diskusi dan evaluasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan di lapangan. Melalui evaluasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, penguatan koordinasi antar Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Indonesia dan satuan pelayanan dalam pelaksanaan pengawasan lalu lintas hewan kurban di wilayah Regional Bali Nusa Tenggara.
Kepala Balai Besar Karantina Bali Heri Yuwono menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antar Unit Pelaksana Teknis menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan hewan dan keamanan hayati. Dengan koordinasi yang baik, pengawasan lalu lintas hewan kurban dapat dilaksanakan secara efektif sehingga risiko penyebaran penyakit hewan dapat diminimalkan.