21/03/2013
Status Waspada Dicabut, Tangkubanparahu Kembali diserbu
Mobil Harus Parkir Membelakangi Kawah
TANGKUBANPARAHU (GM) - Setelah hampir 27 hari ditutup karena status waspada, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu kembali dibuka untuk umum, Selasa (19/3). Pada hari pertama pembukaan, ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara tercatat mengunjungi TWA Tangkubanparahu.
Meskipun demikian, pihak pengelola TWA Gunung Tangkubanparahu tetap mengingatkan para pengunjung untuk tetap berhati-hati. Beberapa imbauan yang disampaikan yaitu tidak turun ke Kawah Ratu dan memarkir kendaraan dengan membelakangi kawah.
"Kami terus menginformasikan kepada pengunjung untuk yang membawa kendaraan, posisi parkirnya harus mebelakangi kawah. Itu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban di Tangkubanparahu, Selasa (19/3).
Seperti diberitakan, Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Senin (18/3) mencabut status waspada Gunung Tangkubanparahu. "Hari ini (kemarin, red) Tangkubanparahu kembali dibuka, setelah kemarin PVMBG menurunkan status dari waspada," katanya.
Dikatakan Kaban, pada hari pertama, sejak pagi hingga siang, tercatat 300 wisatawan lokal dan 150 wisatawan mancanegara mengunjungi TWA Tangkubanparahu.
Pengamat ditarik
Berdasarkan pengamatan "GM", sejumlah mobil, motor, dan bus pariwisata memasuki kawasan Gunung Tangkubanparahu sejak dibuka pada pukul 09.00 WIB. Kendaraan pengunjungi memadati areal parkir dengan posisi membelakangi Kawah Ra-u.
Sementara itu, petugas pengamatan gunung yang sempat diperbantukan mengamati Gunung Tangkubanparahu sudah kembali ke pos masing-masing. "Para pengamat berasal dari pos gunung berapi di Indonesia. Mereka di antaranya berasal dari Gunung Guntur, Semeru, dan Gunung Kelud," kata seorang pengamat Gunung Tangkubanparahu, Johan Kusuma.
Selain itu, para petugas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dan Kabupaten bandung Barat (KBB) juga sudah tidak tampak di lokasi. Kepala Pelaksana BPBD KBB, Maman Sulaiman mengatakan, penarikan personel dilakukan secara bergelombang.