Keluarga Alwafi

Keluarga Alwafi Perintis / Pendiri Perguruan , Gerakan, Pondok Pesantren Al-Wasath Kabupaten Buol

•Sampai tanggal 7 November lalu, Presiden Syria Ahmed Al-Sharaa masih dianggap teroris oleh AS. Bertahun-tahun diburu. S...
13/11/2025


Sampai tanggal 7 November lalu, Presiden Syria Ahmed Al-Sharaa masih dianggap teroris oleh AS. Bertahun-tahun diburu. Siapapun yang menangkapnya akan diberi hadiah 10 juta dollar Amerika.

Tanggal 7 November, dua hari sebelum Ahmad El-Sharaa ke AS, status sebagai teroris dicabut. Ahmed Al-Sharaa pun dijamu Presiden Trump di Gedung Putih, bercanda tawa dengan penuh keriangan. Bahkan diberi hadiah parfum istimewa oleh Presiden Trump.

Pelajarannya : Urusan dunia bilkhusus politik sedang-sedang saja. Jangan terjebak jargon, terbawa emosi apalagi provokasi. Pro secukupnya. Kontra juga secukupnya.
Kalau berlebihan, nanti pusing sendiri.

Satu lagi : materi canda Trump-Sharaa tidak perlu ditiru. Tidak pas.


Kisah Imam At-Tirmidzi – Sang Penjaga Sunnah yang Buta karena Cinta IlmuBismillāhirrahmānirrahīm…Alhamdulillāhi rabbil ‘...
30/10/2025

Kisah Imam At-Tirmidzi – Sang Penjaga Sunnah yang Buta karena Cinta Ilmu

Bismillāhirrahmānirrahīm…
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, washshalātu wassalāmu ‘alā Sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma‘īn.

kita akan menelusuri perjalanan hidup seorang ulama besar… seorang murid dari para raksasa ilmu hadis… seorang yang kehilangan penglihatannya, tapi justru karena itu hatinya semakin tajam melihat cahaya Allah.
Nama lengkap beliau adalah:
Abu Isa Muhammad bin Isa bin Sawrah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami at-Tirmidzi (أبو عيسى محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك السلمي الترمذي)

Lahir: Tahun 209 H / 824 M

Tempat lahir: Kota Tirmidz, di wilayah Transoxiana (sekarang bagian dari Uzbekistan).

Beliau termasuk keturunan Arab dari kabilah Sulaim, namun lahir dan besar di wilayah non-Arab (Mawara’un-Nahr).

Kota kecil di tepi sungai Amu Darya itu menjadi saksi tumbuhnya seorang anak yang memiliki pandangan tajam, bukan pada dunia, tapi pada ilmu dan wahyu Allah.

Sejak kecil, beliau lebih senang duduk di majelis ilmu daripada bermain.
Ibunya sering berkata:
> “Anakku, setiap kali aku mencarimu, aku tak menemukannya di tempat bermain, melainkan di majelis orang-orang berilmu.”

Saat beranjak remaja, sekitar usia 15 tahun, beliau mulai melakukan rihlah (perjalanan mencari hadis).
Beliau pergi dari Khurasan ke Irak, dari Hijaz ke Syam — menempuh perjalanan berbulan-bulan, hanya untuk mendengar satu hadis langsung dari lisan para ulama besar.

Di antara guru-gurunya adalah:
Imam Al-Bukhari, sang guru utama,
Imam Muslim,
Abu Dawud As-Sijistani,
Ishaq bin Rahuyah.

Bayangkan… satu murid, berguru langsung pada tiga imam besar penyusun Kutubus Sittah.
Subhānallāh…

Beliau sangat dekat dengan Imam Bukhari.
Suatu hari beliau berkata:
> “Aku tidak pernah mengambil manfaat dari seorang guru seperti aku mengambil manfaat dari Muhammad bin Ismail (Al-Bukhari).”

Setiap kali Al-Bukhari berbicara tentang hadis, At-Tirmidzi mencatat dengan penuh perhatian, bukan hanya lafaznya, tapi juga hikmah dan rahasia sanad di baliknya.
Maka tak heran, metodologi penilaian hadis Imam At-Tirmidzi sangat mirip dengan gurunya.

Beliau bahkan menjadi orang pertama yang memperkenalkan istilah “Hadis Hasan” — hadis yang tidak sekuat shahih, tapi masih bisa dijadikan hujjah.
Istilah ini menjadi kontribusi besar dalam ilmu musthalah hadis hingga kini.

Karya Agung: Sunan At-Tirmidzi
Kemudian lahirlah karya monumentalnya: Al-Jāmi‘ As-Shahīh atau yang dikenal dengan Sunan At-Tirmidzi.
Kitab ini bukan sekadar kumpulan hadis, tapi juga panduan fiqih, perbandingan pendapat ulama, dan penjelasan hukum.

Dalam setiap bab, beliau menulis:
> “Dan di antara ulama yang beramal dengan hadis ini adalah fulan, fulan, dan fulan.”

Artinya, beliau tidak hanya menulis hadis, tapi juga menghubungkan teori dengan praktik ulama salaf.
Inilah yang menjadikan kitabnya jembatan antara ilmu hadis dan fiqih.

Selain itu, beliau menulis karya yang sangat menyentuh hati:
“Asy-Syamā’il al-Muhammadiyyah” — kitab yang menggambarkan sifat, akhlak, dan keseharian Rasulullah ﷺ.

Beliau ingin agar umat Islam tidak hanya mengenal hukum Nabi, tapi juga mencintai kepribadian Nabi.
Setiap kali beliau membaca hadis tentang senyuman Nabi, beliau menangis sambil berkata:

> “Betapa lembutnya engkau, wahai Rasulullah, hingga senyummu pun mengajarkan kasih.”

Ujian dan Keajaiban

Di akhir hayatnya, Allah menguji beliau dengan hilangnya penglihatan.
Matanya buta… tapi hatinya justru makin terang.
Beliau berkata dengan penuh syukur:

> “Aku kehilangan cahaya mata, tapi Allah gantikan dengan cahaya hati yang melihat kebenaran.”

Meskipun buta, beliau tetap mengajar hadis, dan murid-muridnya menulis setiap kalimat yang keluar dari lisannya.
Sampai akhirnya, ribuan hadis terselamatkan berkat ketajaman hafalannya.

Imam At-Tirmidzi wafat di kota kelahirannya, Tirmidz, pada tahun 279 Hijriyah (892 Masehi).
Beliau wafat dalam keadaan tenang, di atas hamparan ilmu, dengan kitab-kitab hadis di sekelilingnya.

Dan tahukah Anda…
Kini, di setiap pesantren, setiap madrasah, setiap majelis hadis di seluruh dunia — nama beliau selalu disebut.
Karena tanpa At-Tirmidzi, mungkin kita tak akan mengenal banyak hadis tentang akhlak Nabi, tentang cinta, tentang kesabaran, tentang kelembutan.

Dari imam At -Tirmidzi kita belajar satu hal penting:
> “Cahaya ilmu bukan di mata, tapi di hati yang ikhlas mencari ridha Allah.”

Dan beliau membuktikannya —
ketika mata tertutup, hatinya justru terbuka untuk melihat cahaya wahyu.

sumber rujukan :
1. Kitab-Kitab Tarajim (Biografi Ulama Hadis)

1. "Tahdzīb al-Kamāl fī Asmā’ ar-Rijāl" – karya Al-Mizzi (w. 742 H)
➤ Menyebut silsilah lengkap, guru-guru, dan murid-murid At-Tirmidzi.
(Lihat jilid 26, halaman 338–342, cet. Mu’assasah ar-Risalah)

2. "Siyar A‘lām an-Nubalā’" – karya Adz-Dzahabi (w. 748 H)
➤ Biografi Imam At-Tirmidzi disebut pada jilid 13, halaman 270–276.
Menjelaskan kedekatannya dengan Imam Al-Bukhari dan wafatnya dalam keadaan buta.

3. "Tārīkh al-Islām wa Wafayāt al-Masyāhīr wal A‘lām" – karya Adz-Dzahabi juga.
➤ Menyebut bahwa beliau lahir tahun 209 H dan wafat tahun 279 H.

4. "Tazkirat al-Huffāzh" – karya Adz-Dzahabi
➤ Menerangkan tentang kekuatan hafalannya, rihlah ilmiahnya, dan kedudukannya sebagai hafizh besar.

5. "Al-Bidāyah wan-Nihāyah" – karya Ibnu Katsir (w. 774 H)
➤ Menyebut peran At-Tirmidzi dalam penyusunan kitab Sunan dan kedekatannya dengan ulama Khurasan.

6. "Tārīkh Baghdād" – karya Al-Khatīb al-Baghdādī (w. 463 H)
➤ Disebutkan bahwa beliau banyak meriwayatkan hadis dari Qutaibah bin Sa‘id dan Ishaq bin Rahuyah.

7. "Tabaqāt al-Huffāzh" – karya As-Suyuthi (w. 911 H)
➤ Menegaskan beliau termasuk dalam deretan Huffāzh hadis terbesar sepanjang sejarah.



Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung!. Semoga anda semua dalam keadaan sejahtera bersama kel...
30/10/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung!. Semoga anda semua dalam keadaan sejahtera bersama keluarga 🤲 🙏
Juini Saja, RamlahAmbar Pasilou, Aryati Suma, Anca Hangkiho, Irmawati A. Nggai, Nismawati Timumun, Abdul Harits, Jumatre Fahmi, Suhanti Anty

MENGAPA SUSAH BANGUN SOLAT MALAM Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasihat agar dia mampu ...
30/10/2025

MENGAPA SUSAH BANGUN SOLAT MALAM

Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasihat agar dia mampu mengerjakan solat malam (tahajud).

Beliau kemudian berkata kepadanya, “Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza Wajala di siang hari, nescaya Allah akan membangunkanmu untuk bermunajat di hadapan-Nya malam hari. Sebab munajatmu di hadapan-Nya di malam hari merupakan kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu."

Sementara Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika engkau tidak mampu menunaikan solat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, kerana dosa-dosamu begitu banyak."

Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada Beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak mampu bangun malam untuk mengerjakan solat. Beliau menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu."

Al-Hasan berkata, “Tidaklah seseorang meninggalkan solat malam kecuali kerana dosa yang dilakukannya. Oleh kerana itu, periksalah diri kalian setiap malam ketika matahari terbenam, kemudian bertaubatlah kepada Robb kalian, agar kalian dapat mengerjakan solat malam."

Dalam kesempatan lain, beliau menjelaskan, “Di antara pertanda seseorang itu tenggelam dalam dosa adalah bahwa dadanya tidak pernah lapang untuk dapat mengerjakan puasa di siang hari dan mengerjakan solat sunnah di malam hari."

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Aku pernah terhalang (tidak dapa bangun) untuk mengerjakan solat malam selama lima bulan disebabkan satu dosa yang telah aku lakukan."

Ditanyakanlah kepada beliau, “Dosa apakah itu?" Beliau menjawab, "Aku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan di dalam hatiku bahwa itu dilakukannya sebagai bentuk kepura-puraan saja."

Abdullah bin Mas’ud pernah ditanya oleh seseorang, “Kami tidak dapat bangun malam untuk mengerjakan solat". Ia pun menjawab,
“Dosa-dosamu telah membelenggumu."

Demikian juga memakan barang yang haram akan menghalangi pelaksanaan solat malam. Sehingga badannya terasa begitu berat dan liat untuk beribadah.

Salah seorang dari kalangan Ulama mengatakan, "Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan solat malam. Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Qur’an."

Sungguh seorang hamba itu akan memakan suatu makanan atau melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak dapat mengerjakan solat malam selama satu tahun.

Demikian juga, kecintaan kepada dunia (hubbud dunya) dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan solat malam.

Abu Thalib Al-Makki berkata, “Yang dapat menghalangi seorang hamba dari melakukan solat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal. Yaitu, memakan makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa dan fikiran keduniaan menyelubungi di hati."

Bertolak dari sini, kita dapat simpulkan bahwa yang boleh membantu seseorang agar dapat mengerjakan solat malam itu adalah;
1. memakan makanan yang halal,
2. istiqomah di dalam bertaubat,
3. menjauhi makanan yang haram dan syubhat,
4. menjauhi dosa dan maksiat,
5. menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.

*****

Sungguh, di antara solat sunnah yang paling utama adalah shalat malam (tahajud).

Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): Pada sebagian malam itu, bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan bagi kalian. (Dengan solat malam itu) Allah pasti mengangkat kalian ke derajat yang terpuji (QS al-Isra’: 79).

Begitu pentingnya solat tahajud ini, Rasulullah ﷺ sampai menyuruh kita untuk “mengqadhanya” saat tertinggal.

Beliau bersabda, “Jika kalian tertinggal dari menunaikan shalat malam karena sakit atau hal lain, hendaklah kalian menunaikan sholat dua belas rakaat (rawatib) di siang hari.” (HR Muslim).

Dalam hadits lain beliau bersabda, “Siapa saja yang ketiduran hingga tidak menunaikan shalat witir atau sunnah-sunnahnya, Hendaklah ia menunaikannya saat terjaga.” (HR Muslim).

Sebaliknya, Rasulullah ﷺ “mencela” orang yang tidak melakukan solat malam, padahal dia sering bangun tengah malam.

Beliau bersabda kepada Abdullah bin Amr bin al-’Ash, “Wahai abdullah, janganlah engkau seperti si fulan; ia bangun malam tetapi tidak menunaikan solat malam.” (Mutaffaq ‘alaih).

Selamat Hari Santri 2025
23/10/2025

Selamat Hari Santri 2025

“Hari ini bukan sekadar hari baru, tapi peluang baru untuk memperbaiki niat dan menambah amal.”  .  .  .
08/10/2025

“Hari ini bukan sekadar hari baru, tapi peluang baru untuk memperbaiki niat dan menambah amal.”

. . .

🌙 Tahajjud: Amalan Sunnah yang Mengangkat Derajat 🌙Shalat tahajjud adalah jalan menuju kemuliaan.Rasulullah ﷺ bersabda:"...
26/09/2025

🌙 Tahajjud: Amalan Sunnah yang Mengangkat Derajat 🌙

Shalat tahajjud adalah jalan menuju kemuliaan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena itu kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, dan mencegah perbuatan buruk."

Tahajjud bukan sekadar tambahan ibadah, tapi tangga untuk mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.

✨ Dua rakaat di sepertiga malam terakhir bisa membuat hidup kita lebih berarti dan penuh berkah.

.
. .
.

21/09/2025

🌙 Air Mata Tahajjud: Rahasia Kekasih Allah 🌙

Di sepertiga malam yang hening, ada doa yang disertai air mata.
Air mata itu bukan kelemahan, tetapi tanda cinta dan rindu kepada Allah.

Tahajjud adalah rahasia para kekasih Allah.
Mereka bangkit meninggalkan nikmat tidur, lalu bermunajat penuh harap dan takut hanya kepada-Nya.

🌸 Jadikan tahajjud sebagai persembahan cinta, agar kita pun dirindukan Allah.


.

"Rezeki Itu Datang Bersama Doa dan Usaha"Rezeki bukan hanya soal kerja keras, tapi juga doa yang tulus.Mari kita seimban...
15/09/2025

"Rezeki Itu Datang Bersama Doa dan Usaha"

Rezeki bukan hanya soal kerja keras, tapi juga doa yang tulus.
Mari kita seimbangkan ikhtiar dengan tawakal, usaha dengan doa, kerja dengan ibadah.
InsyaAllah, rezeki yang datang penuh berkah.
Semoga yang baca cepat kaya. Aamiiin yaa Allah 🤲 🤲
✍️M Rafi'i Amin







🌙 Kejujuran Rasulullah: Pondasi Keimanan dan Keberkahan 🌙✨ Kejujuran Rasulullah: Pondasi Keimanan dan Keberkahan ✨Sebelu...
12/09/2025

🌙 Kejujuran Rasulullah: Pondasi Keimanan dan Keberkahan 🌙

✨ Kejujuran Rasulullah: Pondasi Keimanan dan Keberkahan ✨

Sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad ﷺ telah dikenal dengan gelar Al-Amin, yaitu orang yang jujur dan terpercaya. Kejujuran beliau membuat semua orang, termasuk yang memusuhinya, tetap menitipkan harta dan mempercayakan amanah kepadanya.

Allah berfirman:

> “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119)

Kejujuran Rasulullah ﷺ adalah contoh nyata bahwa iman tidak bisa dipisahkan dari kejujuran. Beliau bersabda:

> “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.” (HR. Bukhari & Muslim)

Pelajaran dari kejujuran Nabi ﷺ:
🌿 Jujur dalam perkataan dan perbuatan
🌿 Menepati janji meskipun berat
🌿 Tidak berkhianat dalam amanah
🌿 Mengutamakan kebenaran meski berisiko
🌿 Menjadikan kejujuran sebagai jalan keberkahan hidup

Mari kita meneladani kejujuran Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari, agar hidup kita penuh keberkahan dan mendapat ridha Allah.

🤲 Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad

✨ Nabi Muhammad ﷺ sebagai Suami, Ayah, dan Sahabat Terbaik ✨Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam semua peran kehid...
11/09/2025

✨ Nabi Muhammad ﷺ sebagai Suami, Ayah, dan Sahabat Terbaik ✨
Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam semua peran kehidupan. Beliau bukan hanya seorang Rasul dan pemimpin umat, tetapi juga suami yang penyayang, ayah yang penuh perhatian, dan sahabat yang setia.

Diriwayatkan, beliau membantu pekerjaan rumah tangga, bercanda dengan istrinya, menggendong cucunya saat shalat, serta selalu mendengar keluh kesah para sahabatnya. Semua dilakukan dengan kelembutan dan kasih sayang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Teladan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan pribadi:
🌿 Suami yang penuh cinta, lembut, dan setia
🌿 Ayah yang mendidik dengan kasih sayang dan keteladanan
🌿 Kakek yang bermain dan bercanda dengan cucu-cucunya
🌿 Sahabat yang jujur, setia, dan tidak pernah menyakiti
🌿 Pemimpin yang selalu mendahulukan umatnya di atas dirinya

Beliau menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang bukan pada jabatan atau kedudukan, tetapi pada akhlak dalam keluarga dan pergaulan.

🤲 Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad


07/09/2025

🌿 Qona’ah: Kunci Hati yang Tenang 🌿

Qona’ah adalah sikap merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, baik sedikit maupun banyak.
Bukan berarti malas berusaha, tapi hati tetap ridha meski hasil belum sesuai keinginan.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Beruntunglah orang yang masuk Islam, diberi rezeki secukupnya, dan Allah menjadikannya qona’ah dengan apa yang diberikan-Nya."
(HR. Muslim)

Dengan qona’ah:
✨ Hati terjaga dari iri dan dengki.
✨ Jiwa lebih tenang dan bahagia.
✨ Hidup menjadi berkah dan penuh syukur.

Mari latih diri untuk qona’ah, agar kita tidak diperbudak oleh dunia, tapi menjadi hamba yang selalu bersyukur. 🤲


Address

Buol

Opening Hours

Monday 07:00 - 21:00
Tuesday 07:00 - 21:00
Wednesday 07:00 - 21:00
Thursday 07:00 - 21:00
Friday 07:00 - 21:00
Saturday 07:00 - 21:00
Sunday 07:00 - 21:00

Telephone

+6285397245110

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keluarga Alwafi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Keluarga Alwafi:

Share