09/09/2019
MENGENALKAN ANAK PADA TAUHID
Saat anak mulai mampu berbicara, kenalkanlah pada kalimat tauhid " Laa Ilaaha Illallaah, Muhammad Rasuulullaah "
ajari cara mengucapkannya dengan talqin yaitu dengan cara orang tua mengucapkan kalimat tauhid lalu anak menirukannya.
Biasakan anak mendengar kalimat thayyibah ( Laa ilaaha illallaah). Dengan sering memperdengarkan kalimat tersebut diharap memudahkan anak untuk menirukannya. Ajari juga anak mengenal Allaah Ta’aalaa, seperti mengajari bahwa Allaah Ta'aalaa berada diatas langit, Allaah Maha Melihat, Allaah Maha Mendengar apa saja yang dibicarakan manusia. Dengan ilmu Allaah, Dia senantiasa mengawasi makhlukNya.
Demikian dijelaskan Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Tuhfatul wadud bi Ahkamil Maulud. Dalam hadits Mu’awiyyah bin Hakam As-Sulaimi radhiyallaahu‘anhu, melalui metode dialog, Rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam mengajari seorang budak anak wanita berkenaan tentang tauhid.
Rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada anak wanita tersebut,
“Dimana Allaah?”
Anak wanita itu pun menjawab
“Allaah di atas langit”
Kemudian beliau bertanya lagi,
“Siapa saya?”
Jawab gadis belia itu,
“Engkau Rasuulullaah (utusan Allaah).”
Kemudian Rasuulullaah memerintahkan agar anak wanita itu dibebaskan dari status budaknya,
“Dia seorang mukminah”
(HR: Abu Daud No.930) di shahihkan Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahiimahullaah).
Begitulah metode belajar yang dicontohkan Rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam, ringan, mengalir dan tidak terkesan kaku. Metode demikian akan mampu menggugah rasa keingin tahuan anak yang lebih luas dan dalam. Anak dibawa untuk berfikir secara ramah dan tidak terkesan memaksa. Mengajari tauhid merupakan metode para Nabi dan Rasul Allah. Para Nabi dan Rasul Allah menyampaikan kepada ummat tentang tauhid. Bahkan, menyampaikan masalah tauhid adalah perkara yang pertama dan utama, karena dengan memahami dan meyakini perkara tauhid akan menjauhkan diri dari kesyirikan.
Nabi Hud 'alayhissalaam, yang diutus kepada kaum ‘Ad,
Nabi Shalih 'alayhissalaam, yang diutus kepada kaum Tsamud,
dan Nabi Syu’aib 'alayhissalaam, yang diutus kepada penduduk Madyan, mereka semua para Nabi menyampaikan pesan dakwah tauhid,
“Sembahlah Allaah, sekali-kali tidak ada ilaah (sesembahan) bagimu (yang berhak diibadahi) selainNya.”
(Al-A’raf: 65, 78, 85).
Demikian sunnah para Nabi dan Rasuul, bersemangat dalam menyampaikan dakwah tauhid. Tentu saja,
anak yang merupakan buah hati jangan sampai terlupakan untuk diajari tentang tauhid. Tanamkan iman didalam dadanya, semoga sang anak tumbuh menjadi insan yang shalih serta senantiasa mentauhidkan Allaah Ta'aalaa Rabb-nya.
Aamiin…
Wallaahu A’lam.
Semoga bermanfaat,
Barakallaah fiykum