14/05/2026
Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran leptospirosis dan potensi Hantavirus di tengah musim transisi pascahujan. Langkah ini dilakukan setelah ditemukan kasus leptospirosis pada manusia.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini dikonfirmasi Rabu, 13 Mei 2026 mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan melindungi diri saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi bakteri leptospira. Menurut Dissie, bakteri leptospira dapat masuk ke tubuh melalui kulit yang lecet maupun selaput lendir saat seseorang kontak dengan air banjir, genangan selokan, saluran air, hingga lumpur sawah.
Tidak hanya itu, masyarakat diimbau untuk menyimpan makanan dan minuman secara aman agar tidak terkontaminasi liur rodensia serta menutup lubang-lubang di sekitar rumah guna mencegah tikus masuk ke dalam hunian. Upaya menjaga kebersihan area rumah dan tempat kerja dinilai penting untuk menekan risiko penularan penyakit zoonosis tersebut.
Dissie menambahkan, masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis maupun Hantavirus.
Malaise merupakan kondisi tubuh yang terasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga, sedangkan jaundice adalah kondisi kulit atau mata tampak menguning. Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami tanda-tanda yang mengarah pada infeksi.
Melalui edukasi dan langkah pencegahan ini, Pemerintah Kota Blitar berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta segera melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan.*IP/KIR