prohabaaceh

prohabaaceh Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from prohabaaceh, .

07/07/2021

Laporan langsung dari tutu Peudada

Warga Lhokseumawe Dikabarkan Tenggelam Saat Cari Tiram di Muara Sungai CundaLHOKSEUMAWE - Warga Gampong Pusong Lama, Kec...
06/07/2021

Warga Lhokseumawe Dikabarkan Tenggelam Saat Cari Tiram di Muara Sungai Cunda

LHOKSEUMAWE - Warga Gampong Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Zulkifli dikabarkan tenggelam di muara sungai Cunda.

Diduga, pria berusia lebih kurang 30 tahun itu tenggelam saat mencari tiram dan kepiting di muara tersebut saat air surut siang tadi, Senin (5/7).

Amatan AJNN di lokasi, saat ini petugas gabungan dari aparat Kepolisian Polres Lhokseumawe, Search And Rescue (SAR), TNI, RAPI, dan masyarakat setempat serta elemen lainnya sedang melakukan pencarian di areal muara sungai tersebut.

Informasi yang dihimpun AJNN, pria tersebut pergi ke muara sungai sekitar pukul 12.00 WIB, dan diketahui tenggelam sekitar pukul 15.00 WIB.

Hingga pukul 17.25 WIB petugas masih berupaya melakukan pencarian.

Sumber: AJNN.Net
Foto: Sarina

06/07/2021

Telah Terjadi Kecelakaan Tunggal Mobil Truk Tangki jatuh di Kawasan gunung kulu, Lhoong, Aceh Besar. Selasa (6/7/2021) pagi tadi sekitar jam 07.00 Wib.

Penyebab kecelakaan menurut info akibat rem blong & Alhamdulillah tidak ada korban jiwa.


Info Intelijen

Pemerintah Aceh Alokasikan Dana Rp 8,9 Miliar untuk Lanjutan Pembebasan Tanah Jembatan PangoBANDA ACEH - Untuk melanjutk...
06/07/2021

Pemerintah Aceh Alokasikan Dana Rp 8,9 Miliar untuk Lanjutan Pembebasan Tanah Jembatan Pango

BANDA ACEH - Untuk melanjutkan pembebasan tanah jalan tembus Pango, Banda Aceh-Lamsayeun, Aceh Besar, pada tahun anggaran 2021 ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR mengalokasikan dana Rp 8,9 miliar. Tahapan lanjutan pengadaan tanah jalan tersebut sampai Juli 2021 ini menunggu hasil putusan perhitungan harga tanah dari Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP).

"Setelah penetapan harga tanahnya ke luar dari KJPP dan pemilik tanah menerimanya, Dinas PUPR Aceh siap membayarnya, " kata Kadis PUPR Aceh, Ir Mawardi MT melalui Kabid Pembangunan Jalan, Ir Kurnia kepada Serambi, Senin (5/7/2021).

Kurnia menjelaskan, panjang tanah yang perlu diadakan untuk kelanjutan pembangunan jalan tembus T Nyak Makam II/ Prof Ali Hasyimi sampai ke Gampong Lamsayeun, Aceh Besar, depan Kompleks Pendopo Wali Nanggroe itu, sepanjang 2,8 Km x 45 meter.

Pada tahun 2020 lalu, kata Kurnia, melalui sumber dana APBA dengan anggaran Rp 20 miliar, Dinas PUPR Aceh telah berhasil membebaskan tanah sepanjang 500 meter x 45 meter.

Pada tahun anggaran 2021 ini, lanjut Kurnia, Pemerintah Aceh kembali mengalokasikan anggaran untuk pembebasan tanah senilai Rp 8,9 miliar. Anggaran pengadaan tanah senilai itu, menurut perhitungan Dinas PUPR Aceh, hanya mampu membayar dan membebaskan tanah sepanjang 200 meter x 45 meter.

Ini artinya, kata Kurnia, panjang tanah untuk pembangunan jalan tembus Nyak Makam II/Prof Ali Hasyimi sampai Gampong Lamsayeun, masih dibutuhkan sekitar 2,1 Km x 45 meter lagi, dengan perkiraan anggaran sekitar Rp 90 miliar lebih.

Sementara Anggota Komisi IV DPRA, Abdurrahman Ahmad meminta Pemerintah Aceh pada tahun 2022 mendatang agar mengalokasikan anggaran untuk penuntasan proyek pembebasan tanah jalan T Nyak Makam II/Prof Ali Hasyimi-Gampong Lamsayen, Aceh Besar.

Sumber: Serambinews

Balai di Dayah Mini Pimpinan Tgk Umar Rafsanjani Ambruk Diterjang Angin Kencang, 5 Santri Masuk IGDBANDA ACEH - Sebuah b...
06/07/2021

Balai di Dayah Mini Pimpinan Tgk Umar Rafsanjani Ambruk Diterjang Angin Kencang, 5 Santri Masuk IGD

BANDA ACEH - Sebuah balai pengajian di Kompleks Dayah Mini Aceh, di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (5/7/2021) tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB, ambruk diterjang angin kencang.

Malang dalam peristiwa yang menimpa Dayah Mini Aceh di bawah Pimpinan Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA itu, lima orang santri yang baru siap mengaji di balai tersebut tertimpa runtuhan bagian bangunan balai tersebut.

Kondisi itu pun mendorong pihak dayah bergegas cepat dan membawa kelima santri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Zainoel Abidin Banda Aceh dan langsung mendapat penanganan medis.

Tgk Umar Rafsanjani yang dihubungi Serambinews.com, Senin (5/7/2021) malam, mengungkapkan, pihaknya sedang menunggu hasil rontgen untuk kelima santrinya yang menjadi korban saat itu.

"Semoga tidak ada luka serius atau luka dalam yang dialami kelima santrinya itu," harapnya.

“Karena rata-rata mereka tertimpa, ada yang kena di pinggang sampai di leher," urainya.

"Tentu kami menaruh harapan besar semoga semua santri kami baik-baik saja dan segera pulang,” ujar dia menyiratkan kekhawatiran.

Tgk Umar Rafsanjani menerangkan, tidak kurang ada sebanyak 150 pelajar putra dan putri yang belajar ilmu agama di dayahnya.

Mereka direkrut dari setiap kabupaten/kota di Aceh dan selama ini dididik secara gratis di Dayah Mini Aceh, di mana rata-rata merupakan anak yatim dan dhuafa.

“Mereka dididik secara gratis dan tidak dipungut biaya. Lalu, dengan kondisi sekarang memang agak berat," ungkapnya.

Tapi, kami tetap berusaha maksimal dan menaruh harapan agar ilmu agama yang mereka terima saat ini di Dayah Mini, dapat berguna untuk bekal di dunia dan akhirat,” terang Tgk Umar Rafsanjani.

Lalu, terhadap balai pengajian yang ambruk diterjang angin kencang saat musibah Senin sore tadi, ia berharap, dapat segera dibangun kembali dan berdiri kokoh di lokasi yang sama.

"Tujuannya agar aktivitas anak-anak yang menuntut ilmu agama tidak terkendala," pungkas Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA.

Sumber: Serambinews

05/07/2021

Mobil Anggota DPRA Tabrak Motor, Seorang Wanita Meninggal Dunia

Peristiwa tabrakan maut menyebabkan seorang wanita pengendara sepeda motor meninggal dalam kecelakan terjadi di kawasan Jurong Pande, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, Minggu (4/7/2021) petang
Kecelakaan maut itu melibatkan mobil Honda CRV BK 1736 AAI dengan sepeda motor Honda Scoopy BL 5583 PE
Kejadian ini terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Jurong Pande, Kecamatan Glumpang Tiga, Minggu (4/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB
Kecelakaan tersebut menyebabkan pengendara sepeda motor Scoopy bernama Suryani (38) warga Gampong Sukon Masjid, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie meninggal dunia
Sedangkan, Sapiah (33) penumpang Honda Scoopy menderita patah tulang kaki kiri
Informasi dihimpun, mobil Honda CRV BK 1736 AAI adalah milik anggota DPRA Ihsanuddin MZ
Mobil ini ditumpangi empat orang yakni anggota DPRA Ihsanuddin, MZ dan Ketua PMI Aceh Kamaruzaman, kemudian seorang pria disebut-sebut bernama Boy
Ihsan dan Boy duduk di baris kedua, sedangkan Kamaruzaman duduk di depan
Mobil Honda CRV warna putih tersebut dikemudikan Ariffadil (25) warga Gampong Dayah Baroh, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro dr Muhammad Yassir, SpAn, kepada wartawan mengaku benar adanya ia sudah menangani pasien kecelakaan yang terjadi Minggu petang

Sttt...Aset Rumah Dinas Anggota DPRA Senilai Total Rp 5 Miliar Ternyata Telah RaibBanda Aceh | Badan Pemeriksa Keuangan ...
05/07/2021

Sttt...Aset Rumah Dinas Anggota DPRA Senilai Total Rp 5 Miliar Ternyata Telah Raib

Banda Aceh | Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan potensi kehilangan Barang Milik Aceh (BMA) sedikitnya Rp 5,38 miliar. 
Hal itu terjadi karena raibnya barang-barang inventaris rumah dinas anggota DPRA. 
BPK menceritakan bahwa pada tahun 2019, anggota DPRA periode 2014-2019, yang telah berakhir masa jabatannya, mengembalikan rumah jabatannya kepada Sekretariat DPRA. 
Pada saat pengembalian tersebut, Sekretariat DPRA melakukan inventaris barang yang terdapat di rumah-rumah jabatan anggota DPRA periode 2014-2019 tersebut. Itu dilakukan untuk kebutuhan pembuatan Berita Aceh Serah Terima (BAST) pengembalian rumah  jabatan. 
Dari hasil inventaris tersebut, diketahui barang perlengkapan rumah sebanyak 878 unit senilai Rp 5.387.484.757,00 tidak ditemukan dalam proses inventaris tersebut. 
“Barang yang tidak ditemukan tersebut merupakan hasil inventarisasi aset atas 61 anggota DPRA periode 2014-2019,” tulis BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Aceh Tahun 2020.
Adapun barang-barang yang raib itu di antaranya berupa lemari, kursi, meja, air conditioner, tempat tidur spring bed, kursi, televisi dan lain-lain. 
“Hal ini mengakibatkan potensi kerugian daerah sebesar minimal sebesar Rp 5.387.484.757 atas tidak ditemukannya barang inventaris di rumah negara,” tulis BPK.
BPK juga merekomendasikan gubernur agar memerintahkan MPTGR melakukan sidang atas tidak ditemukannya barang inventaris di rumah negara anggota DPRA senilai Rp 5.387.484.757 tersebut.

Beritakini.co

05/07/2021

Breakingnews! Mobil Innova terbakar di Gunung Singgah Mata Nagan Raya

NAGAN RAYA - ebuah mobil penumpang jenis Toyota Innova pada Minggu (7/4) sore sekira pukul 16.30 WIB terbakar saat melintas di ruas Jalan Provinsi di lintasan Meulaboh-Takengon, di kawasan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun seluruh bagian mobil hangus terbakar,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno S*K diwakili Kapolsek Beutong Ipda Adlin yang dihubungi Minggu malam.

Menurutnya, peristiwa tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan petugas kepolisian setempat.

Ipda Adlin menambahkan, saat kejadian pengemudi mobil Toyota Innova baru saja kembali dari arah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah menuju ke arah Nagan Raya.

Namun setibanya di kawasan turunan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, mobil yang dikemudikan oleh pemiliknya tersebut tiba-tiba terbakar, tutur Ipda Adlin.

Sumber: Aceh.antaranews.com
Video

Jembatan Peudada Berlaku Buka-Tutup, Lantai Rusak Mulai DiperbaikiBIREUEN – Sejak dua pekan terakhir, lantai jembatan ra...
04/07/2021

Jembatan Peudada Berlaku Buka-Tutup, Lantai Rusak Mulai Diperbaiki

BIREUEN – Sejak dua pekan terakhir, lantai jembatan rangka baja Peudada, Bireuen mulai diperbaiki. Akibatnya, lintas ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan untuk sementara diberlakukan sistem buka-tutup.

Perbaikan dilakukan dengan membongkar lantai jembatan. Kemudian, pekerja memasang plat beton. Setelah selesai pemasangan plat beton dan rangkaian besi, langsung akan dilakukan pengecoran. Di mana rencana pengecoran lantai jembatan tersebut dilakukan dalam waktu dekat ini.

Selama perbaikan jembatan itu, arus kendaraan tetap lancar. Namun terpaksa dilakukan sistem buka tutup. Sementara saat pengecoran lantai, jembatan dipastikan ditutup total. Amatan Serambi, Sabtu (3/7/2021), belasan pekerja sedang melakukan pemasangan plat beton pada sebelah selatan, sedangkan di sisi utara sedang dilakukan pembongkaran.

Arus lalu lintas berjalan lancar karena seorang anggota Satlantas Polres Bireuen, dan seorang anggota Koramil Peudada ikut membantu mengatur kelancaran lalu lintas. Puluhan kendaraan baik dari arah Banda Aceh ke Bireuen atau sebaliknya antre karena jembatan sedang dalam perbaikan.

Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Aceh, melalui PPK 1.2 Sigli-Bireuen, T Hermansyah ST MT kepada Serambi, Sabtu (3/7/2021), mengatakan, jembatan tersebut mengalami kerusakan pada lantai bagian tengah. Kerusakan terjadi sejak lama dan sudah membahayakan pengendara baik roda dua maupun empat.

Selama perbaikan, katanya, arus lalu-lintas terganggu dan dilakukan sistem buka tutup untuk kedua arah. Sementara saat pengecoran lantai jembatan, akan dilakukan penutupan total jembatan selama enam jam. Perbaikan jembatan ini dilaksanakan oleh rekanan PT Ramai Jaya Purna Sejati Banda Aceh.

Sumber: Serambinews

Banyak Paku Menempel di Aspal Jembatan Pante PirakBANDA ACEH - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, menem...
04/07/2021

Banyak Paku Menempel di Aspal Jembatan Pante Pirak

BANDA ACEH - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, menemukan banyak paku dan baut menempel pada aspal di atas Jembatan Pante Pirak, Banda Aceh. Benda tajam tersebut tertanam di bagian sambungan aspal di atas jembatan tersebut dengan kondisi mulai mengeras.

Jika tidak ditangani dengan cepat oleh instansi terkait, tentu dapat membahayakan pengendara roda dua dan empat yang melintas di kawasan jembatan tersebut.

Karena, cepat atau lambat kondisi aspal yang terdapat paku dan baut-baut tersebut akan aus dan menipis dan dikhawatirkan benda tajam tersebut akan timbul ke permukaan jalan dan bisa membocorkan ban kendaraan milik masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot, MSi didampingi Kabid Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Aqil Perdana Kesuma SH MH yang dihubungi Serambi, Sabtu (3/7/2021).

Menurutnya, informasi adanya paku dan baut-baut yang menempel di dalam sambungan aspal di atas Jembatan Pante Pirak tersebut pertama kali disampaikan oleh masyarakat. Begitu mendapat informasi itu, petugas langsung bergerak ke lokasi memastikan laporan tersebut. "Ternyata benar, begitu kami tiba di sana dan melihat setiap bagian sambungan jalan di atas Jembatan Pante Pirak itu banyak terdapat paku dan baut-baut," kata Aqil.

Menurut Aqil, paku dan baut-baut itu terdapat di setiap sambungan jalan di atas jembatan dan menempel di bagian aspal, sehingga menyulitkan petugas untuk mengeluarkannya. Karenanya, menurut Aqil, butuh peralatan khusus untuk bisa mengeluarkan paku dan baut-baut tersebut.

"Kalau pun kami yang mengeluarkannya tentu harus dilakukan malam hari, karena siang hari lalu lintas cukup ramai. Jadi, belum kami bersihkan," terang Aqil.

Di samping itu, lanjut Kabid Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan Dishub Kota Banda Aceh ini, tugas membersihkan paku dan baut-baut yang tertancap dari dalam aspal tersebut merupakan kewenangan instansi lain.

Sumber: Serambinews

Intan Anak Gajah di CRU Trumon Mati Mendadak TAPAKTUAN - Seekor anak gajah betina mati mendadak di kawasan Conservation ...
04/07/2021

Intan Anak Gajah di CRU Trumon Mati Mendadak

TAPAKTUAN - Seekor anak gajah betina mati mendadak di kawasan Conservation Renspon Unit (CRU) Trumon, Aceh Selatan pada Rabu 30 Juni 2021 lalu. Anak gajah bernama Intan tersebut diduga mati akibat herpes.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto menerangkan, setelah mendapat kabar kematian Intan, tim medis BKSDA bersama tim dari Unsyiah langsung berangkat sore dan tiba di lokasi pada Kamis 1 Juli kemarin.

“Intan mati saat bersama induknya, sekitar 600 meter dari lokasi CRU, usai bedah bangkai, tim medis menduga kematian anak gajah berusia empat tahun itu akibat Herpes, ditemukan ada pendarahan di dalam organ dalam,” sebutnya.

Namun, lanjut Agus, itu masih hasil dugaan sementara dari tim medis, pastinya masih butuh hasil uji laboratorium Patologi di Jakarta. Biasanya hasil uji sampel akan keluar beberapa bulan ke depan.

Ia juga menjelaskan, Herpes pada gajah biasanya menyerang anak gajah usia 1 hingga 8 tahun. Dengan masa inkubasi yang sangat singkat yaitu hanya enam jam.

“Sesuai keterangan dari petugas CRU Trumon, sebelum mati Intan masih terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit atau perilaku yang aneh. Kondisi fisik terlihat sehat dan gemuk, sebab itu dugaan kita Intan terjangkit Herpes,” pungkasnya.

Sumber: Anteroaceh.com

04/07/2021

Hari selasa malam rabu tanggal 06 juli 2021 pukul 00.00-06:00 jembatan Peudada Bireuen akan ditutup sementata dikarenakan ada perbaikan.

Via

Mention rakan-rakan yang sering melintas tiap malam di lintas Medan-Banda Aceh

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when prohabaaceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your organization to be the top-listed Government Service?

Share