15/05/2026
Wakil Bupati Resmi Buka Pagelaran Seni Budaya Nusantara SMP Kristen Waikabubak 2026; 540 Peserta Tampil Lewat 36 Kelompok”
===================================
Sumba Barat — Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga., resmi membuka Pagelaran Seni Budaya Nusantara SMP Kristen Waikabubak Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, menampilkan 540 peserta yang terbagi dalam 36 kelompok penampilan dan kreativitas.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan TNI/Polri, tokoh adat, perangkat daerah, orang tua siswa, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh hadirin dapat mengikuti acara dalam keadaan sehat dan penuh sukacita. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah, para guru, panitia, dan orang tua yang telah bekerja keras sehingga pagelaran seni budaya ini dapat terlaksana dengan baik.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pagelaran seni budaya bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penting pendidikan karakter. Kegiatan ini membuka ruang bagi pengembangan kreativitas, bakat, dan rasa percaya diri peserta didik. Ia mengapresiasi beragam penampilan yang ditampilkan, mulai tarian tradisional, musik, paduan suara, pembacaan puisi, fashion show hingga bazar karya siswa, yang menonjolkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus khasanah budaya Sumba Barat.
Lebih jauh, Wakil Bupati mengingatkan pentingnya upaya pelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi. Ia mengajak generasi muda untuk mencintai dan bangga pada identitas budaya Sumba Barat, serta mendorong guru dan pelatih seni untuk terus berinovasi menciptakan karya yang modern namun tetap memelihara nilai-nilai dan ciri khas daerah.
Kepala Sekolah SMP Kristen Waikabubak, Maria M.R.B Dama,S.Si., mengawali sambutannya dengan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terlaksananya Pagelaran Seni Budaya Nusantara Tahun 2026. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, orang tua, masyarakat, guru, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kepala sekolah menegaskan bahwa sekolah memiliki tugas penting dalam mendidik anak-anak daerah menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya sendiri.
Kepala sekolah menuturkan bahwa pagelaran ini diselenggarakan untuk melestarikan budaya lokal, khususnya budaya Sumba Barat, serta menanamkan rasa cinta tanah air, persatuan, toleransi, dan sikap saling menghargai kepada peserta didik. Ia mengungkapkan harapan besar agar kegiatan ini semakin memperkuat posisi SMP Kristen Waikabubak sebagai lembaga pendidikan yang aktif membina dan memperkenalkan budaya daerah.
Kepala sekolah juga meminta dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah, gereja, orang tua, dan masyarakat dalam membina pendidikan dan karakter anak-anak, serta mengimbau orang tua untuk terus mendidik dengan kasih dan keteladanan di rumah.
Pagelaran yang berlangsung selama dua hari ini mempertemukan 540 peserta yang menampilkan total 36 kelompok. Rangkaian acara meliputi tarian tradisional, pertunjukan musik, paduan suara, pembacaan puisi, fashion show berpadu kostum budaya, serta bazar karya siswa yang menampilkan kerajinan dan hasil kreativitas peserta.
Peserta dan panitia berharap pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan penguatan identitas budaya. Sekolah menegaskan komitmennya membentuk peserta didik yang berkarakter dan bangga terhadap warisan budaya daerah.
Acara dihadiri Kapolres Sumba Barat, perwakilan Dandim 1615, Asisten Sekda, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, kepala perangkat daerah/unit kerja, Camat Kota, Lurah Komerda, Rato Adat, serta para orang tua. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat dukungan komunitas terhadap upaya pelestarian budaya yang diinisiasi sekolah.
Wakil Bupati berpesan agar seni budaya terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar dan nilai luhur daerah. Ia secara resmi membuka Pagelaran Seni Budaya Nusantara SMP Kristen Waikabubak Tahun 2026 dan berharap kegiatan ini menjadi wadah lahirnya generasi muda yang kreatif, beriman, berbudaya, dan mampu membawa perubahan positif bagi Sumba Barat.
Prokopim Sumba Barat
Sumba Barat Berseri
berat