20/06/2021
Hari ini, Minggu, 20 Juni 2021, pukul 11:00, telah berpulang ke Rahmatullah, sahabat dan partner serta saudara tercinta Bapak Amas Sambas.
Almarhum adalah putra asli kampung Lio, Pasirjambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang selama hidupnya mengabdikan diri kepada pekerjaan sebagai penempa seni tosan aji.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan enam orang putra dan putri.
Saya pertama kali bertemu dengan almarhum sekitar Agustus 1996, ketika pertama kalinya mau mengaplikasikan teknik pembuatan baja pamor atau damascus steel, yang disponsori oleh Bapak Susanto dan Ibu Anie dari CNC Engineering.
Waktu itu komunikasi tidak sebaik sekarang dan belum ada internet serta technology informatika seperti sekarang ini.
Dengan tekun dan telaten kami berdua pelajari sampai akhirnya jadilah material damascus steel yang diaplikasikan pada senjata traditional etnik sunda yaitu kujang, dan kami menamakannya KUJANG PAMOR.
Seni tosan aji damascus steel atau baja pamor waktu itu sudah mati di Jawa Barat dan kami berdua merekonstruksi pembuatan material ini, di Ciwidey dan Alhamdulillah sekarang telah banyak dan berkembang di Jawa Barat.
Kini Pak Amas Sambas telah pergi meninggalkan kita semua, semoga ilmu yang diwariskan dan dikembangkan oleh generasi penerusnya termasuk anak cucunya sebagai warisan budaya yang lestari.