01/01/2013
Relokasi makam pahlawan nasional, H Ilyas Yakub dari depan Masjid Al-Munawarah Kapencong ke Taman Makam Pahlawan (TMP), Nagari Kapelgam Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berlangsung khidmat, Minggu (4/11).
Suksesi pemindahan makam yang dilaksanakan secara militer itu, dihadiri Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (inspektur upacara).
H Ilyas Yakub adalah putra asli Pessel, kelahiran Asam Kumbang, Nagari Kapelgam, Kecamatan Bayang tahun 1903. Ia memiliki jasa besar pada masa perjuangan kemerdekaan.
Banyak hal yang patut dikenang dan diteladani dari perjuangan H. Ilyas Yakub. Atas jasanya, ia diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkan SK Mensos RI Nomor: Pol-61/PK/1968, tanggal 16 Desember 1968 dan dikukuhkan kembali dengan Keputusan Presiden RI (Kepres RI) Nomor 074/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.
Pejuang yang selama hidupnya memiliki peran besar membakar semangat anak bangsa melalui berbagai tulisan dan seruan ajakan jihad ini, memiliki riwayat perjuangan yang panjang.
Bahkan risiko ditangkap dan dibuang penjajah ke Digul bersama istri dan seorang anaknya pada tahun 1934, juga pernah beliau jalani.
”Termasuk pengasingan secara diam-diam setelah ditangkap di atas kapal sewaktu dipulangkan dari Digul oleh tentara Sekutu ke Kucing Malaysia, Singapura, Sekujang dan Simau,” kata Amrin Imran, salah seorang kemenakan (alm) H Ilyas Yakub kepada Padang Ekspres, usai upacara pemindahan makam, kemarin.
Ilyas Yakub menamatkan sekolah Government tahun 1917, dan menamatkan kuliah di Al-Azhar University, Kairo tahun 1929. “Di samping aktif menulis di Majalah Major tahun 1933 dan surat kabar Medan Rakyat yang beliau dirikan pada 1931, Ilyas Yakub juga ikut memberikan pelajaran politik bagi anak bangsa. Ini dilakukannya melalui pendirian Partai Politik Persatuan Muslim Indonesia (Permi) pada 1930,” jelasnya.
Karena sepak terjangnya dinilai sangat membahayakan bagi penjajah, beliau diawasi secara ketat hingga berujung dengan pembuangan ke berbagai wilayah di tanah air, bahkan hingga ke negara tetangga. “Beliau (Ilyas Yakub, red), biarlah menjadi pengkhianat bagi penjajah daripada hidup terus dijajah dan berguna bagi nusa dan bangsa. Itu prinsipnya dan selalu ditanamkan kepada generasi pejuang beserta anak dan keluarga,” jelasnya.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai upacara pemindahan makam, mengatakan generasi penerus wajib mengenang dan menghayati nilai luhur perjuangan para pahlawan. “Ilyas Yakub juga dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana atas jasanya mempertahankan prinsip-prinsip kemerdekaan dari ancaman kolonialisme Belanda dan juga menggerakkan kemerdekaan RI. Di samping itu, ia juga ulama dan tokoh pendidikan Islam serta pernah bekerja sebagai wartawan, dan berjuang mendirikan lembaga pers sejak masa pendidikan di perguruan tinggi di Timur Tengah,” tutur Irwan.
Ilyas pernah menjadi Ketua DPR Sumatera Tengah dan penasihat gubernur Sumatera Tangah. Upacara pemindahan makam secara militer ini, juga dihadiri Bupati Pessel, Nasrul Abit, Wakil Bupati Editiawarman, Dandim 0311 Pessel, Kapolres Pessel dan Kementrian Sosial RI, kepala SKPD dan ratusan masyarakat.